Polda Sumsel Bantah Tangkap Hariyati, Kronoligi Ketika Bilyet Giro 2T di Bank Mandiri Belum Cair Pukul 14.00 WIB

459
Anak Akidi Tio, Heriyanti Ditangkap dan Berstatus Tersangka Kasus Sumbangan Rp 2T
Hariyati Akidi Tio

WARTAKEPRI.co.id, PALEMBANG – Setelah sempat heboh dengan pemberitaan penangkapan Anak Akidi Tio pada Senin (2/8/2021) siang, maka pada Sore harinya, pihak Polda Sumsel (Sumatera Selatan) mengeluarkan informasi terbaru yang menyatakan tidak ada penangkapan. Hariyati masih diminta klarifikasi dan pendalaman keterangan.

Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumatra Selatan menegaskan bahwa pihaknya tidak melakukan penangkapan terhadap Hariati, pemberi sumbangan senilai Rp2 triliun. Hal tersebut disampaikan Direktur Reserse Kriminal Umum (Direksrimum) Polda Sumsel, Hisar Siallagan, pada jumpa pers di Polda Sumsel, Senin (2/8/2021).

“Ini bukan penangkapan. Kami masih melakukan pendalaman, sampai dapat gambaran jelas tentang motif, dana, maupun latar belakangnya. Itu masih jauh,” katanya.

Hisar mengatakan pihaknya meminta waktu kepada masyarakat terkait perkembangan dana sumbangan Rp2 triliun tersebut.

“Kami mengerti masyarakat butuh kepastian cepat, kami mohon dukungan dan kesabarannya dari masyarakat,” kata dia.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sumsel Supriadi menambahkan pihak kepolisian tidak melakukan penangkapan terhadap Hariati, melainkan mengundang keluarga Alm. Akidi Tio tersebut untuk ke Mapolda Sumsel.

“Kami tidak tangkap ibu Hariati, kami undang ke Polda untuk beri klarifikasi karena rencananya uang Rp2 triliun yang dalam bentuk bilyet giro dicairkan hari ini,” katanya.

Namun demikian, hingga pukul 14.00 WIB, bilyet giro di Bank Mandiri tersebut belum bisa dicairkan lantaran adanya masalah teknis. Supriadi menambahkan status Hariati pun saat ini belum ditetapkan sebagai tersangka.

BACA JUGA Ternyata Anak Akidi Tio, Heriyanti Pernah Terlibat Penipuan dan Kini Diancam 10 Tahun Penjara

Padahal, sebelumnya, Dirintel Polda Sumsel Kombes Ratno Kuncoro mengemukakan bahwa Polda Sumsel telah mengamankan tersangka berinisial H atas kasus sumbangan Rp2 triliun.

“Yang berhak memberikan pernyataan terhadap [sumbangan Rp2 triliun] dari Polda Sumsel hanya dua, yakni Kapolda dan Kabid Humas,” katanya. Hingga berita ini diturunkan, Polda Sumsel masih melakukan pemeriksaan terhadap Hariati.

Polda Sumatra Selatan membeberkan kronologi sumbangan senilai Rp2 Triliun oleh keluarga penguasaha Akidi Tio yang diduga hoax atau kabar bohong. Kabid Humas Polda Sumsel Kombes Pol Supriadi menjelaskan bantuan sebesar Rp2 triliun berawal dari komunikasi antara Profesor Dokter Hadi Dermawan dengan Kapolda Sumsel Eko Indra.

Supriadi mengatakan pemberian bantuan ini bukan atas nama Kapolda tapi perorangan. “Beliau mendapat komunikasi Doktor Hadi Darmawan, berencana adanya bantuan dari keluarga Akidi Tio sejumlah Rp2 triliun,” kata Supriadi dalam konpers, Senin (2/8/2021).

Supriadi mengatakan, Eko mengaku tidak mengenal Harianti yang merupakan anak dari Akidi Tio.

“Dalam komunikasi ini adalah prof Hadi Derwaman dan Akidi Tio, yang beliau kenal Akidi saat masih hidup dan Ahong yang ada di Langsa, bu Harianti tidak kenal,” katanya.
Supriadi melanjutkan, pada tanggal 26 Juli, direncanakan penyerahan. Supriadi mengatakan, Eko menyambut baik masyarakat yang memberikan bantuan, apalagi terkait Covid-19.

“Beliau sambut baik bantuan tersebut dan beliau mengundang Gubernur, Dandim, karena ini menyangkut dana untuk masyarakat Sumatra Selatan, supaya ini terbuka karena ini ada bantuan perorangan untuk penanganan Covid-19,” katanya.(*)

Sumber : Kabar24.bisnis

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel