Rencana Pembelian Kapal Baru Rp 10 Miliyar Oleh Pemko Batam Dibatalkan, Ini Alasannya

Anggota DPRD Batam Aman

WARTAKEPRI.co.id, BATAM- Pemerintah Kota (Pemko) Batam akhirnya membatalkan usulan rencana pembelian unit kapal baru saat pembahasan APBD murni di DPRD Kota Batam.Pasalnya usulan tersebut masuk di tengah situasi pandemi Covid 19.

Pembatalan itu dilakukan saat pembahasan badan anggaran DPRD Kota Batam beberapa waktu yang lalu, sehingga semua pihak menyetujui pengusulan pembelian kapal dibatalkan.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Koordinator Banggar DPRD Kota Batam Aman S.Pd Jumat (13/8/2021) kemarin. Menurut dia, pihaknya mendengar usulan dari pemko Batam untuk pembelian unit kapal operasional baru. Tentu patut dipertanyakan alasan Pemko Batam mengusulkan pembelian tersebut ditengah situasi pandemi Covid 19.

PKP EXPO

“Sedangkan dalam pembahasan APBD Batam murni, memang itu disampaikan dan kami di banggar juga mempertanyakan hal tersebut ke bagian umum Pemko Batam,”ucap Aman kepada WARTAKEPRI.co.id.

Dikatakan Aman, Pemko Batam yang saat ini sudah memiliki tiga kapal beralasan, karena, dua kapal yang dimiliki Pemko sudah rusak dan tidak bisa digunakan, jadi hanya tersisa satu kapal saja yang bisa menjadi kapal operasional.

BACA JUGA: Paripurna DPRD Batam, Walikota Paparkan Rencana Perubahan Sejumlah Perda Pajak Daerah dan Retribusi

“Alasan Pemko Batam mengajukan yakni, saat ini sudah memiliki tiga kapal. Dua kapal menurut mereka sudah tidak layak pakai dan hanya tinggal satu kapal yang masih bagus. Kalaupun harus perawatan maka mereka mengatakan dibutuhkan biaya perawatan yang tinggi,”katanya.

Disisi lain Aman menyebutkan, karena situasi saat ini pandemi Covid 19 mengapa kita tidak memaksimalkan yang ada terlebih dahulu. Sebaiknya kita melakukan perwatan dan memperbaiki yang ada terlebih dahulu. maka dengan begitu ketiga kapal tetap bisa berfungsi dengan baik dan itu telah menjadi telaahnya banggar.

“Kalau untuk membeli transportasi baru dengan anggaran 10 atau 15 Milyar, apalagi ditengah kondisi saat ini sangat tidaklah memungkinkan. Sebab, kita membutuhkan anggaran tersebut untuk membantu masyarakat di tengah situasi Covid 19. Baik itu dalam konteks penanganan Kesehatan, pemulihan ekonomi masyarakat atau pendidikan,”sebutnya.

Untuk itu, dengan adanya pembatalan pengusulan pembelian unit kapal tersebut pihaknya mengapresiasi atas langkah cepat yang dilakukan pemerintah kota Batam dalam mengambil kebijakan apalagi dengan jumlah yang cukup banyak.

“Kalau anggaran itu masih ada kenapa harus membeli kapal baru. Jika dua kapal yang dianggap tidak layak tidak lagi bisa diperbaiki sehinga yang sudah ada itu dimanfaatkan dengan baik, tidak layak pakai bisa diperbaiki,”terang Aman.

Sekali lagi, pihaknya mengapresiasi atas keputusan ini, sehingga dengan anggaran senilai Rp 10 miliar ini bisa dimanfaatkan untuk kepentingan penanganan Covid-19 agar pendemi di Batam cepat berakhir dengan ikhtiar bersama,”tutupnya. (*)

Pengirim: Taufik Chaniago

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24