Ismail Sabri Yaakob Dilantik Jadi Perdana Menteri ke-9 Malaysia, Presiden Jokowi Ucap Selamat

141
Ismail Sabri Yaakob PM Malaysia
Ismail Sabri Yaakob PM Malaysia

MALAYSIA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengucapkan selamat kepada Ismail Sabri Yaakob yang telah dilantik menjadi Perdana Menteri ke-9 Malaysia.

Ismail Sabri Yaakob, telah diambil sumpahnya sebagai Perdana Menteri Malaysia setelah diangkat Raja Malaysia Al-Sultan Abdullah.

Ismail menggantikan Muhyiddin Yassin yang mundur karena tidak mendapatkan dukungan dari Parlemen.

“Warmest congratulations Your Excellency Ismail Sabri Yaakob @IsmailSabri60 on your appointment as the 9th Prime Minister of Malaysia,” tulis Jokowi dalam akun twitternya, @Jokowi, Minggu, (22/8/2021).

Indonesia kata Jokowi siap untuk terus bekerja sama memperkuat hubungan bilateral dengan Malaysia.

“Ready to continue working together to strengthen Indonesia-Malaysia bilateral relations,” tulisnya lagi.

Sebelumnya, Ismail Sabri Yaakob telah mengambil sumpahnya di depan Yang di-Pertuan Agong Sultan Abdullah Sultan Ahmad Shah, sebagai Perdana Menteri Malaysia ke-9 di Istana Negara Malaysia, Jumat (20/8/2021).

Sebelum diambil sumpah jabatan, raja melakukan audiensi bersama para pemimpin partai politik di seluruh divisi dan meminta semua anggota parlemen untuk menyerahkan deklarasi undang-undang tentang kandidat PM mereka.

BACA JUGA Dorong Ekspor Komoditas Pertanian, 16 Ton Kelapa Tujuan Malaysia Capai 212 Juta

Raja mengkonfirmasi bahwa Ismail mendapat dukungan dari 114 anggota parlemen, memberinya mayoritas untuk membentuk pemerintahan. Ismail sebelumnya pernah menjabat di berbagai kementerian pada masa pemerintahan Barisan Nasional.

Berikut Profil Politik Ismail Sabri

Karier
Ismail Sabri memulai karirnya sebagai pengacara pada 1985, kemudian Ia diangkat sebagai Anggota Dewan Distrik Temerloh pada 1987 dan Anggota Dewan Kota Temerloh pada tahun 1996. Pada tahun 1995, ia diangkat sebagai Sekretaris Politik Menteri Kebudayaan, Seni, dan Pariwisata, Sabaruddin Chik. Ia juga pernah menjabat sebagai Board Member of the Board of Pahang Tenggara (DARA) pada 1995 serta Tourism Malaysia di tahun yang sama. Sebelum terjun ke dunia politik, ia menjabat sebagai Ketua Kompleks Olahraga Nasional.

Politik
Pada 1987, ia diangkat menjadi anggota Komite UMNO Cabang Temerloh. Setelah itu pada 1988 ia diangkat sebagai Kepala Penerangan UMNO Cabang Temerloh. Pada 1993, terpilih sebagai Ketua Gerakan Pemuda Cabang Temerloh, Wakil Ketua Cabang pada 2001 dan menjadi Ketua UMNO Cabang Temerloh pada tahun 2004.

Pada pemilihan umum 2008, Ismail bertarung menggunakan tiket Barisan Nasional. Ia bertarung di daerah pemilihan Bera, negara bagian Pahang. Ia berhasil memenangkan pemilihan dengan suara 18.051. Kandidat lawannya adalah Mazlan Aliman dari Partai Islam Se-Malaysia yang hanya mendapatkan 14.230 suara.

Ismail terpilih kembali sebagai anggota parlemen daerah pemilihan Bera pada 2008, dan dilantik menjadi Menteri Pemuda dan Olahraga dalam Kabinet Abdullah Badawi. Pada April 2009, ia menjadi Menteri Perdagangan Domestik, Kooperatif dan Konsumerisme dalam kepemimpinan Perdana Menteri Najib Razak. Setelah pemilihan umum 2013, ia diangkat sebagai Menteri Pertanian dan Industri Berbasis Agro (2013–2015), selanjutnya ketika perombakan kabinet, ia menjabat sebagai Menteri Pembangunan Daerah dan Pedesaan (2015-2018).

Wakil Presiden UMNO (2019–sekarang)
Pada 20 Desember 2018, ia diangkat untuk menjalankan tugasnya sebagai Wakil Presiden UMNO yang baru setelah petahananya, yaitu Ahmad Zahid Hamidi diangkat sebagai Presiden (de facto) sejak 18 Desember 2018. Ia diangkat sebagai Ketua Oposisi Malaysia di Dewan Rakyat sejak 2019 hingga 2020. (*)

Sumber : twitter/wikipedia/tribunnews
Editor : Dedy Suwadha

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel