Anggota DPRD Kepri Hanafi Setuju Sekolah Tatap Muka Tapi Terus Dipantau dan Evaluasi

678

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Anggota DPRD Kepulauan Riau (Kepri) Komisi IV, Hanafi Ekra yang juga merupakan Ketua Fraksi PKS DPRD Kepri berharap sekolah SD dan SMP yang ada di Kabupaten dan Kota tetap melakukan PTM (Pembelajaran Tatap Muka) agar terus dipantau dan dievaluasi, Rabu (25/08/2021).

Dia menyesalkan juga menyangkut buruknya koordinasi pemerintah dimana sekolah tatap muka terbatas dibuka tapi kemudian ada intruksi lagi untuk ditunda. Hal ini diutarakannya ketika dijumpai awak media tadi pagi.

Menurutnya, Sesuai aturan dan SKB 3 menteri untuk wilayah Kabupaten dan Kota PPKM Level 1 – 3 sudah bisa menggelar sekolah tatap muka terbatas. Ia secara pribadi mendukung sekolah tatap muka yang digelar Kabupaten dan Kota, Dilihatnya ada sekolah yang taat protkes dan rata – rata orangtua nya juga sudah di vaksin.

Dalam penyampaiannya, Sekolah yang dipantau. Evaluasi saja nanti atau awasi sekolah-sekolah yang tidak taat protkes mungkin bisa ditunda sekolah-sekolah yang tidak taat protkes tapi jangan digeneralisir. Demikian, Dari komentarnya selaku Anggota DPRD Kepri yang terpilih dari Dapil Bintan dan Lingga ini.

Ditegaskannya kembali, Apalagi sekolah daring yang belum tersistematis menimbulkan efek sosiologis bagi pelajar. Besar kemungkinannya lebih banyak main game daripada belajar, Itu fenomena yang terjadi, Aturan PPKM level 3 kebawah membolehkan juga sekolah tatap muka terbatas kecuali memang ada aturan untuk zona orenge.

BACA JUGA Temui 4 Menteri dalam Sehari, Gubernur Ansar Sampaikan Kesiapan Kepri Membangun Jembatan Babin

” Saya pikir yang terpenting adalah memantau sekolah bukan menunda sekolah tatap muka terbatas, Kalau mau menunda Pemda harus segera mencari solusi atau jalan atau bahkan mensubsidi kuota paket internet yang selama ini membebankan orangtua, ” Ujarnya dengan nada yang serius.

Masih sambungnya, Sekolah tatap muka terbatasnya yang perlu didesain disini perlu adanya data sekolah, Data zonasi wilayah dan seterusnya. Menyelesaikan persoalan harus ada datanya, Perlu disinkronkan semuanya antara data sekolah, Zona covid per-Kecamatan yang ada di sekolah, tidak semuanya zona oranye atau merah.

” Jadi, Buka saja sekolah di wilayah yang zonanya hijau kalau memang aturan PPKM Level 3 mau diabaikan. Iya, Jangan semua sekolah ditutup harus didesain tatap muka sekolah terbatasnya apalagi penerimaan siswa baru selama ini sesuai zonasi wilayah juga, ” Tambahnya singkat.

Kiriman : Ravi Azha

Honda Capella