Kejar Kejaran antara Kapal Nelayan Anambas dengan Kapal Jaring Diduga dari Indramayu

866

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Aksi kejar kejaran dan yang berujung pengusiran terjadi di perairan Pulau Penjalin Kabupaten Anambas, Jumat (27/8/2021). Peristiwa itu diceritakan Ketua Nelayan Kecamatan Palmatak yang jumpai Kapal Jaring di duga berasal dari Indramayu di laut Anambas sekitar 4 mil dari pulau Penjalin.

Saat di jumpai oleh Ketua Nelayan Kecamatan Palmatak Kapal Jaring tersebut hendak membuang jaringnya di perairan Anambas, hal tersebut yang membuat Ketua Nelayan Kecamatan Palmatak mendekati, namun kapal tersebut kabur, sempat terjadi kejar kejaran di sekitar laut Penjalin, dan pada akhirnya kapal tersebut dapat di dempet oleh Kapal Pompong milik Yopen Nelayan Kecamatan Palmatak yang juga selaku Ketua Nelayan di Kecamatan Palmatak.

Yopen saat di konfirmasi terkait kejadian tersebut dirinya membenarkan bahwa dirinya telah menemukan Kapal Jaring di duga berasal dari Indramayu, saat di tanya kenapa pihaknya ingin hendak membuang jaringnya di lokasi tangkapan nelayan setempat, pihaknya tidak bisa menjawab apa yang di lontarkan oleh Yopen kepada pihak Kapal Jaring yang ketahuan ingin melakukan aktifitasnya di areal tidak jauh dari pulau Penjalin.

“Sekitar pukul 17.00 WIB kami menjumpai Kapal Jaring yang hendak membuang jaringnya di lokasi tangkapan kami, melihat kejadian tersebut, saya langsung bergegas mendekati kapal tersebut, namun ketika hendak saya dekati kapal tersebut tancap gas, sempat terjadi kejar kejaran dan akhirnya kami bisa dempet namun tidak naik ke kapal”. ucapnya.

Lanjut Yopen mengatakan kepada salah satu ABK Kapal Jaring tersebut, Siapa yang suruh buang jaring di lokasi ini, kan sudah jelas di daerah kami di larangan untuk membuat jaring, apa lagi lokasi yang mereka hendak buang jaringnya sangat dekat sekali dan tepat di daerah tangkapan nelayan yang ada di Anambas.

“Saya tanya kepada mereka kenapa mau buang jaring di sini, pihaknya tidak bisa mengatakan apa apa, kemudian saya suruh mereka lari dari laut Anambas, kemudian saya kembali ke rumah, mengingat ransum dan bahan bakar kami sudah tidak cukup lagi untuk tetap berada di dekat lokasi kapal jaring tersebut, saya yakin kapal jaring tersebut masih berada di sekitaran laut Anambas”. tutupnya.

Sementara itu Dedi Syahputra Sekretaris Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) Kepulauan Anambas, saat di konfirmasi mengatakan bahwa pihaknya tentu mengencam segala upaya pelanggaran zona tangkap di perairan Anambas, karena pelanggaran zona tangkap berdampak pada hasil tangkapan nelayan Anambas dan keberlanjutan sumber daya Ikan.

“Kami dari HNSI Anambas sangat mengecam keberadaan Kapal Jaring yang bisa berdampak terhadap nelayan tempatan”. ujarnya.

Kemudian Dedi juga menyayangkan atas lemahnya pengawasan oleh instansi berwenang di Anambas, baik dari PSDP Kepulauan Anambas maupun dari Pemerintah Provinsi Kepri.

“Kami berharap kepada pihak yang berwenang seperti PSDKP dan pemerintah Provinsi Kepri agar memperketat pengawasan di wilayah pesisir yang ada di Anambas”. tutupnya.(Rama)

Honda Capella

FANINDO