Gempur Barang Ilegal, Kanwil DJBC Amankan BKC Dan MMEA, Pelaku Melarikan Diri

Kanwil DJBC Khusus Kepri, kembali menegah ribuan batang rokok ilegal dan minuman ilegal. (Foto : Ist)


WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Tim Satgas Operasi Patroli Laut beserta Operasi Gempur Cukai Ilegal Bea Cukai Kepulauan Riau kembali menegah tangkapan Barang Kena Cukai (BKC) Ilegal berupa MMEA dan Rokok tanpa Pita Cukai, Jumat (27/8/2021).

“Operasi Gempur Cukai Ilegal oleh Bea Cukai Kepri di wilayah pengawasannya wilayah perairan Kepulauan Riau dan sekitarnya,” terang Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepulauan Riau (Kepri), Akhmad Rofiq melalui keterangan rilisnya, Rabu (1/9/2021).

Kata Akhmad Rofiq, Satgas Operasi Patroli Laut Bea Cukai Kepri yang sedang melakukan pengawasan menemukan speedboat dengan jenis kapal Feri yang mencurigakan di perairan Pulau Songkop dengan muatan penuh tanpa penumpang.

“Satgas segera melakukan pemeriksaan kepada sarana pengangkut tersebut, dan setelah dilakukan pemeriksaan oleh petugas, ternyata kapal Feri Celeson Express sedang memuat barang pos dan ditemukan BKC berupa minuman mengandung etil alkohol (MMEA) dengan merk Tiger” paparnya.

Rofiq menambahkan, MMEA dengan merk Tiger tersebut sebanyak 3.600 kaleng dan tidak dilengkapi dengan dokumen, sehingga diperkirakan total nilai barang mencapai Rp 40 juta, dengan perkiraan total potensi kerugian negara Rp 27 juta.

Tidak hanya sampai disitu saja, kata Rofiq pada hari berikutnya yakni Sabtu, 28 Agustus 2021 Satgas Operasi Gempur Cukai Ilegal Bea Cukai Kepri mendapati BKC Ilegal berupa rokok tanpa pita cukai yang dibawa melalui jalur darat di wilayah Tanjubalai Karimun.

“Pada saat dilakukan penindakan oleh Satgas, pelaku berhasil melarikan diri karena sulitnya medan pengejaran, namun Satgas berhasil mendapatkan BKC ilegal berupa rokok tanpa pita cukai,” ungkapnya.

Dari hasil penegahan tersebut, Rofiq membeberkan sebanyak 60 ribu batang rokok tanpa pita cukai berhasil diamankan oleh Satgas Operasi Gempur Cukai Ilegal Bea Cukai Kepri, dengan perkiraan potensi kerugian negara sebesar Rp 56 juta 100 ribu.

“Apabila didasarkan dari PMK 198/PMK.010/2020 tanggal 15 Desember 2020, maka tarif dari rokok tersebut adalah Rp 935 per batang, untuk jenis SPM impor,” tandasnya.

Selanjutnya kata Rofiq, BKC Ilegal tersebut dibawa menuju kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Dari hasil penindakan dan pemeriksaan oleh Satgas Operasi Patroli Laut dan Gempur Cukai Ilegal Bea Cukai Kepri, terhadap BKC Ilegal tersebut kemudian dibawa menuju Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” tandasnya.

Aman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News