Anambas Kembali Masuki Zona Hijau, Kegiatan Pariwisata Kembali di Tata

468

Wartakepri.co.id, Anambas – Meskipun Kabupaten Kepulauan Anambas masih masuk dalam menindak lanjuti arahan Presiden Republik Indonesia agar melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Corona Virus Disease 2019 (COVID-19) di wilayah dengan kriteria Level 3 (tiga), Level 2 (dua) dan Level 1 (satu) situasi pandemi berdasarkan assesmen oleh Kementerian Kesehatan serta lebih mengoptimalkan Pos Komando (Posko) penanganan COVID-19 di tingkat Desa dan Kelurahan untuk Pengendalian penyebaran COVID-19, Kabupaten Kepulauan Anambas salah satunya daerah yang masuk dalam kategori level 3 (tiga).

Pandemi covid mulai mereda, ekonomi masyarakat mulai menggeliat, Pemerintah Daerah dimana-mana mulai berbenah dan membuka diri terhadap investasi-investasi, tidak terkecuali sektor pariwisata yang ada di Kabupaten Kepulauan Anambas, pelan-pelan sudah dibuka kembali dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan.

Honda Capella

Dinas Pariwisata Kepulauan Anambas sudah mulai membuat webinar webinar untuk promosi pariwisata yang ada di Kabupaten termuda di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).

Sektor Pariwisata merupakan sektor yang paling terdampak akibat pandemi Covid-19, derita yang cukup panjang dialami sektor ini sejak ditemukan bulan maret 2020 dan merebak dahsyat di awal-awal januari 2021.

Para pelaku pariwisata terutama pemilik hotel dan destinasi wisata menginginkan wisatawan sudah bisa berkunjung kembali ke Anambas namun pertanyaannya : ” sudah siapkah Anambas menerima kedatangan wisatawan, apakah sudah dijamin aman dari penularan virus Covid-19, atau justru akan memperparah situasi, pertanyaan inilah yang perlu dijawab oleh pelaku pariwisata dan terutama Pemerintah Daerah yang mengatur regulasi serta keamanan para wisatawan dan protokol kesehatan.

Persiapan – persiapan inilah yang sangat perlu dikerjakan Dinas Pariwisata Anambas berkoordinasi dengan pihak keamanan dalam hal ini pihak kepolisian dan Satpol PP, serta dinas kesehatan, sampai sejauh mana tingkat kedaruratan pandemi covid ini.

Banyak hal yang menjadi bahan pertimbangannya, antara lain berapa persen tingkat vaksinasi massal terhadap masyarakat Anambas yang sudah divaksin, karena keberhasilan prosentase vaksinasi salah satu bahan pertimbangan, dengan divaksin diharapkan pandemi Covid-19 sudah semakin melemah, karena tingkat imunitas masyarakat sudah semakin kuat.

Selain itu pembukaan destinasi wisata anambas juga didasarkan pada tingkat kegawatan pandemi di daerah Anambas. Bila Anambas sudah memasuki zona hijau atau zona orange, tentunya sektor pariwisata sudah bisa dipertimbangkan untuk dibuka kembali dengan tetap mengacu pada protokol kesehatan.

Rencana pembukaan sektor pariwisata tentunya harus dilakukan dalam bingkai PPKM Skala mikro dan dilakukan dengan penuh kedisiplinan baik dari segi testing, tracing dan treatment.

Harus diakui, masifnya program vaksinasi termasuk pada pelaku industri pariwisata memberikan kepercayaan diri pelaku usaha, selain menambas imunitas.

Keinginan untuk membuka sektor pariwisata di Anambas khususnya dan KEPRI pada umumnya demi menggulirkan kembali roda ekonomi setelah hampir dua tahun mati suri.

Mengutip apa yang disampaikan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf)” Pihak kami terus memantau kesiapan beberapa daerah seperti bali,kepri,papua dll menjelang pembukaan kunjungan wisatawan manca negara” kita pantau terus,kita tingkatkan kesiapan kita,”ujar Bang Sandi.

Bang Sandi mengharapkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif ini justru jadi lokomotif untuk keluar dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi ini,tentunya dengan sinergi dan kolaboratif dengan semua pihak.

Semoga apa yang disampaikan Menparekraf ini dapat berjalan lancar dan disambut gembira oleh pelaku wisata dan pemerintah daerah Anambas, seiring mulai meredanya pandemi covid,agar roda perekonomian Anambas di sektor pariwisata dapat bergerak kembali.

kiriman: rama

FANINDO