Respon Menpora Terhadap 2 Permainan Kasar AHHA PS Pati, Tidak Masuk Timnas

107
Sepakbola Kungfu 2 Permainan Kasar AHHA PS Pati
Sepakbola Kungfu 2 Permainan AHHA PS Pati

WARTAKEPRI.co.id, BOGOR – Menpora Zainuddin Amali menyarankan kepada PSSI, agar pesepakbola Indonesia yang memiliki sikap buruk di lapangan tidak dimasukkan ke dalam tim nasional (timnas).

Permintaan itu diutarakan Menpora pada PSSI setelah menyoroti permainan kasar dua pemain AHHA PS Pati, Syaiful Indra Cahya dan Zulham Zamrun saat laga uji coba melawan Persiraja Banda Aceh, Senin (6/9/2021) pekan lalu.

“Tentang kejadian yang sempat heboh kemarin, saya kira sepakbola ini sedang kita tata ke arah yang lebih baik. Kita sekarang mendukung agar kepercayaan publik tumbuh di sepakbola Indonesia,” ucap Menpora Amali di Stadion Pakansari, Bogor, Jawa Barat, Minggu (12/9/2021).

“Saya sudah menyaranan ke PSSI, kalau yang attitude-nya jelek, tolong pertimbangkan mereka untuk tidak masuk Timnas,” imbuh dia.

Diketahui, Syaiful menendang kepala pemain Persiraja Muhammad Nadhif dalam laga di Pancoran Soccer Field, Jakarta.

Sementara Zulham memancing emosi dengan melakukan dua pelanggaran keras beruntun ke Shori Murata dan Defri Rizky.

BACA JUGA Kalahkan Newcastel 1-4, Cristiano Ronaldo Berhasil Hibur Fans MU dan Cetak 2 Gol

BACA JUGA Atta Halilintar dan Putra Siregar Ganti Nama PSG Pati Menjadi AHHA PS PATI FC

Atas aksi kasar Syaiful dan Zulham tersebut, Menpora Amali menekankan pentingnya bagi seorang pesepakbola memiliki sikap sportif di lapangan.

“Ketika ada kelakuan-kelakuan tidak profesional dan tidak terpuji, kita harus tekankan attitude itu penting,” jelas Amali.

Namun Amali kembali menegaskan, bila Timnas Indonesia harus diisi pemain-pemain yang memiliki sikap yang baik.

Juga memiliki mentalitas yang mau menjunjung tinggi sportivitas, fair play, saat berada di lapangan.

“Kita butuh pemain Timnas dengan mental dan attitude yang bagus, Timnas akan kita isi dengan pemain yang bagus semua,” ujar Amali.

Bagi Amali, menyarankan Syaiful dan Zulham tidak masuk timnas merupakan bagian dari mendengar suara publik, yang diklaim mulai memberikan kepercayaan pada sepakbola Indonesia.

“Saya terus terang, pemerintah mendukung penuh PSSI sekarang, karena kita mulai dapat kepercayaan publik. Ini yang harus kita jaga,” katanya.

“Jika banyak kejadian yang tidak diinginkan, kepercayaan masyarakat akan turun. Ini harus didengar seluruh pemain, jadi perilaku pemain harus profesional,” pungkas dia.(*)

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel