AJI Batam Kecam Intimidasi Terhadap Ajang Nurdin, Saat Liputan Menteri Perhubungan

174
Aksi kekerasan dan intimidasi dialami oleh Ajang Nurdin, kontributor Liputan6.com untuk Batam, Kepulauan Riau. Kejadian tersebut dialaminya saat meliput kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, di Rusun BP Batam di Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam. (Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Aksi pelarangan dan intimidasi kembali menimpa jurnalis. Kali ini dialami oleh Ajang Nurdin, kontributor Liputan6.com untuk Batam, Kepulauan Riau.

Kejadian tersebut dialaminya saat meliput kunjungan kerja Menteri Perhubungan (Menhub) RI, Budi Karya Sumadi, di Rusun BP Batam di Tanjung Uncang, Batu Aji, Kota Batam, Kamis (16/9/2021).

Ketua AJI Batam Slamet Widodo dalam keterangan persnya menyatakan bahwa, berdasarkan kronologis kejadian, saat itu Ajang hendak mewancarai atau melakukan door stop Menhub Budi Karya Sumadi, usai meninjau Rusun BP Batam.

“Belum sempat mengajukan pertanyaan, Ajang langsung didorong pada bagian lehernya oleh salah satu ajudan Budi Karya Sumadi,” ungkap Widodo.

Tidak hanya itu saja, kata Widodo petugas lain yang tidak diketahui dari instansi mana, memiting sembari menyeret Ajang menjauh dari rombongan Menhub RI tersebut.

“Bro, wawancara nanti di pelabuhan (Pelabuhan Ferry Batam Center),” katanya setelah melepas pitingan.

Menurut pengakuan Ajang, kata Widodo dirinya tidak mengetahui kalau Budi Karya Sumadi tidak dapat diwawancarai saat itu.

“Berdasarkan jadwal kunjungan kerja Menhub RI itu di Batam pun, tidak disebutkan sama sekali bahwa door stop dilarang,” sebut Widodo.

Semetara itu, Bidang Advokasi AJI Batam, Fathur Rohim menyebut bahwa, tindakan intimidasi ini jelas bentuk kekerasan terhadap jurnalis dan mengancam kebebasan pers di Batam dan secara luas di Indonesia.

Atas kejadian yang dialami rekan kami, Ajang Nurdin, maka AJI Batam menyatakan sikap mengecam intimidasi yang dilakukan secara arogan oleh oknum pengamanan Menteri Perhubungan terhadap Ajang Nurdin kontributor Liputan6.com.

“Untuk itu mengimbau semua pihak untuk menghargai, memahami kerja-kerja jurnalisme dan menghormati kebebasan pers di Batam, dan di seluruh Indonesia secara umum,” ungkap Fathur.

Fathur menambahkan, AJI Batam mengingatkan bahwa dalam menjalankan tugasnya jurnalis dilindungi oleh undang-undang. Pasal 18 UU Pers No. 40 tahun 1999 menyatakan.

“Dalam melaksanakan profesinya wartawan mendapat perlindungan hukum. Penghalang-halangan upaya jurnalis untuk mencari dan mengolah informasi pun, dapat dipidana dalam pidana kurungan penjara selama 2 tahun atau denda paling banyak Rp500 juta,” paparnya.

Fathur menambahkan, AJI Batam menegaskan jurnalis harus dilindungi dalam melaksanakan tugas peliputan demi mencari kebenaran yang hakiki bagi masyarakat, meskipun mendatangkan kebencian dari pihak tertentu.

“AJI Batam berharap kejadian yang menimpa Ajang Nurdin, kedepannya tidak terulang kembali bagi seluruh jurnalis lain, baik itu di Batam maupun di Indonesia,” ujarnya.

Aman

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel