Hasil Musda IV, Bambang Maryono Terpilih Sebagai Ketua Umum MUI Kepri Periode 2021-2026

257
Ketua Umum MUI Kepri terpilih Bambang Maryono
Foto bersama Ketua Umum MUI Kepri terpilih Bambang Maryono

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Hasil keputusan Musyawarah Daerah (Musda) IV Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Kepulauan Riau, secara resmi terpilih Bambang Maryono sebagai Ketua Umum sedangkan untuk sekretaris umumnya, Edi Safrani, Sabtu (18/9/2021) di Hotel Golden View, Batam.

Ketua Umum MUI Kepri yang baru saja terpilih Bambang Maryono mengatakan dalam musyawarah ini tentunya berdasarkan keputusan bersama yang mana sebelumnya dulu sudah dilaksanakan tiga kali Musda di Tanjung Pinang hasil kesepakatan kawan-kawan maka akhirnya pelaksanaan di Batam.

“Alhamdulillah kali ini hari terkahir pelaksanaan ini menghasilkan program-program kerja dari setiap komisi mempercayai kepada saya sebagai ketua umum periode 2021-2026. Ini merupakan hasil keputusan penetapan ketua melalui rapat komisi setiap bidang,”kata Bambang Maryono.

Bambang menjelaskan, dengan kepengurusan baru ini, semoga saja amanah dalam menjalankan tugas-tugas dari pada hasil Musda IV MUI Kepri sehingga menghasilkan program-program kerja yang bisa membawa umat, agama dan bangsa yang lebih maju.

BACA JUGA Pemko Batam dan MUI Evaluasi Tata Cara Pemakaman Jenazah Pasien Covid-19

“Kita berharap dukungan semua pihak bahwa saya tidak akan bisa bekerja sendiri. Mui sebagai pelayanan untuk umat tetapi Mui juga sebagai mitra pemerintah,”jelasnya.

Ia menyebutkan, semoga dengan amanah ini bisa dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Sebelumnya untuk jabatan ketua umum ini hanya sebagai pelaksana antar waktu (PAW). Jadi sekarang baru ditetapkan sebagai ketua MUI Kepri.

“Saya sebelumnya hanya PAW, setelah Musda IV ini alhamdulillah kawan-kawan memberikan amanah kepada saya untuk memimpin MUI Kepri kedepannya,”sebut Bambang.

Perlu diketahui, lanjut Bambang ada beberapa persoalan terutama menyangkut masalah berita Hoax serta perjudian yang sampai saat ini belum bisa diatasi dengan baik dan juga paham sempalan termasuk juga pendirian rumah ibadah yang terkadang menimbulkan gesekan.

“Untuk itu majelis ulama sebagai mitra pemerintah daerah selalu dan selalu mengajak semua elemen untuk duduk bersama dalam rangka menjaga stabilitas nasional kondusif khususnya di Kepri ini,”ucapnya.

Diterangkan Bambang, ada 14 fatwa yang ditentukan majelis ulama Indoensia, mulai dari fatwa tentang ibadah dalam kondisi Covid-19, masuk lagi tentang pengurusan jenazah yang pakai peti itu. Fatwa dana zakat dipakai untuk penanganan Covid-19 dan fatwa tentang shalat Jumat secara dua gelombang.

“Terakhir fatwa tentang penyelenggara shalat Idul Adha dalam kondisi Covid-19 ini bukti bahwa majelis ulama bekerjasama dengan pemerintah agar kebijakan tidak bertolak belakang kebijakan agama,”terangnya. (*)

Pengirim: Taufik Chaniago

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel