Kurang 6 Jam, Lima Pemabuk Pengeroyokan Pengamen Dibekuk Satreskrim Polresta Barelang

106
Reskrim Polresta
Kurang 6 Jam, Lima Pemabuk Pengeroyokan Pengamen Dibekuk Satreskrim Polresta Barelang

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Satuan Reskrim Polresta Barelang menangkap lima orang pelaku kasus Tindak pidana pengeroyokan dengan mengakibatkan korban meninggal dunia di rumah sakit setelah mendapatkan pertolongan.

Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan mengatakan kasus ini bermula adanya korban pada saat itu menegur pelaku yang sedang konsumsi minuman alkohol di lokasi tempat korban mengamen. Setelah itu pelaku merasa tersinggung karena diduga mabuk dan akhirnya melakukan pengeroyokan.

“Korban AKPS (19) akhirnya meninggal dunia setelah dikeroyok oleh tersangka yang mana saat ini daftar pencarian orang (DPO) sebanyak tiga orang, namun lima pelaku lainnya berhasil ditangkap,”kata Kasat Reskrim Polresta Barelang Kompol Reza Morandy Tarigan,S.IK.MH di dampingi oleh Wakasat Reskim AKP Juwita Oktaviani, SIK, serta Kasi Humas Iptu Tigor Sidabariba, SH bertempat di Lobby Mapolresta Barelang. Senin (11/10/2021)

Diterangkannya, penangkapan terhadap lima tersangka ini, pada Sabtu sore hari saat mendapatkan laporan (LP) lalu tim langsung bergerak dan mengamankan kelima tersangka tersebut.

“Penangkapan terhadap tersangka ini, kurang dari enam jam tim berhasil membekuk tepatnya TKP yang sama yakni Halte Batu Aji kota Batam. Barang bukti yang berhasil diamankan berupa gunting, baju,”terangnya.

Menurut Reza, berawal Pada Sabtu tanggal (09/10/2021) sekira pukul 02.00 Wib korban Inisial AKP (Alm.) dan pelaku MJS (19 Tahun), IW (19 TAHUN), RAG (17 TAHUN), GN (17 TAHUN), MY (11 TAHUN), R (DPO), T (DPO), I (DPO) dan saksi berada di Halte Simpang Lampu Merah Genta, mereka sedang berkumpul sambil minum tuak.

“Kemudian terjadi adu mulut antara korban dan pelaku (IW) dan (RAG), terjadi adu mulut berlanjut antara korban dan pelaku lain, pelaku R sudah dalam keadaan mabuk. Lalu R tidak terima dengan perkataan korban yang mengatakan” tumben minum, biasanya ngelem,”tutur Kasat Reskrim Polresta Barelang.

Nah dari kejadian itu, lanjut kasat, pelaku merasa tidak terima dengan perkataan korban, pelaku R langsung memukul korban dibagian muka sehingga korban tersungkur. Lalu pelaku R dan IW ikut memukul dan menendang korban beberapa kali di bagian kepala, pundak, perut, dan paha.

“Selanjutnya korban yang sudah tidak berdaya akibat di pukul serta dalam pengaruh minuman keras terbaring di warung belakang halte,”ungkap Kasat.

Kasat menjelaskan, setelah itu rombongan pelaku dan saksi kembali ke halte untuk minum. Selanjutnya pelaku lain T, I, MJS, serta GN secara bergantian memukul korban kembali di bagian wajah dan badan.

“Atas perintah pelaku R, pelaku GN dan MY memukul korban dengan mengatakan “pukul andre saya yang tanggung jawab” lalu GN dan MY memukul Korban,”jelas kasat.

Disebutkannya, (MJS) yang memiliki rasa dendam pribadi kepada korban mengambil gunting di warung, lalu memotong rambut korban beberapa kali. Kemudian pada pukul 05.30 wib R dan T mendatangi korban yang sudah tidak sadarkan diri lalu menginjak dan menendang bagian kepala dan leher korban.

“Sehingga pada pukul 06.30 Wib para pelaku dan saksi meninggalkan halte untuk pulang kerumah. Sekira pukul 11.30 wib saksi yang berada di pasar jodoh, ditelepon oleh saksi B mengabarkan info bahwasannya korban ditemukan dalam keaadan sekarat di belakang warung halte. Kemudian korban dibawa kerumah sakit dan melaporkan kejadian tersebut ke satreskrim Polresta Barelang.

Atas Perbuatannya Pelaku dijerat dengan Pasal 170 Ayat 2 ke 3e K.U.H.Pidana. Dengan ancaman pidana maksimal 12 Tahun penjara. (*)

Pengirim: Taufik Chaniago

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel