Danlanal Dukung Kampung Bahari Nusantara Desa Jang, Lestarikan Budaya Tradisional Melayu

558
Pelaksanaan kegiatan perlombaan Jong Layar Desa Jang Moro, guna melestarikan kebudayaan tradisional di wilayah Kabupaten Karimun. (Foto : Aman)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Sejak diresmikannya Kampung Bahari Nusantara (Kamitara) oleh Danlantamal IV Laksma TNI Indarto Budiarto, pada Jum’at (22/1/2020) lalu, destinasi pariwisata yang terletak di RT. 12, RW. 5, Dusun 2, Desa Jang, Kecamatan Moro, Tanjungbalai Karimun Kepulauan Riau, kembali menggeliat.

Hal ini disebabkan adanya pandemi COVID-19 yang melanda. Hingga akhirnya Pemerintah Desa bersama dengan warga menggelar perlombaan Jong Layar, dengan tetap menerapkan protokol kesehatan COVID-19 secara ketat.

Masyarakat sangat antusias mengikuti perlombaan yang rutin dilaksanakan setiap tahunnya ini, berkat adanya dukungan dan kerjasama dari Mako Lanal Tanjungbalai, dalam rangka pengembangan ekonomi maritim Indonesia.

Honda Capella

Hal ini tentunya berdasarkan surat telegram dari Pangkoarmada I, nomor 6.140/ ARMA I/0821/ TWU. 0811.2041, tentang pelaksanaan Desa Bahari pada wilayah kerja masing-masing.

Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Puji Basuki mengatakan, pelaksanaan kegiatan perlombaan Jong Layar guna melestarikan kebudayaan tradisional di wilayah Kabupaten Karimun.

“Dengan adanya perlombaan Jong Layar pada Desa pesisir, kami berharap ada peningkatan nilai tambah ekonomi dari pemanfaatan jasa lingkungan oleh masyarakat sekitar,” ujar Puji, Selasa (19/10/2021).

Tidak hanya itu saja, kata Danlanal dengan adanya perlombaan Jong Layar ini, dapat ikut memajukan pariwisata di Desa Jang ini. Karena Mako Lanal Tanjungbalai Karimun sendiri terus berupaya mendukung penuh destinasi pariwisata bahari.

“Sebagai komitmen sekaligus turut berkontribusi dengan membangun sarana dan prasarana penunjang dan fasilitas lainnya,”

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, Camat Moro Khaidir mengungkapkan bahwa, pelaksanaan kegiatan perlombaan Jong Layar ini berasal dari dana Desa.

“Yang diselenggarakan mulai dari bulan Juli hingga November. Bahkan dapat diselenggarakan setiap bulan, tergantung daripada arah mata angin,” ujar Khaidir.

Tidak hanya perlombaan Jong Layar saja, kata Khaidir masyarakat juga menyelenggarakan perlombaan memancing, anggarannya berasal dari dana Desa juga.

“Terkadang juga ada bantuan-bantuan dari instansi terkait lainnya, hingga perusahaan sebagai sponsor. Hal ini tentunya untuk mengangkat pariwisata Desa Jang, agar menarik wisatawan, baik dari dalam negeri maupun mancanegara,” paparnya.

Ketua Panitia pelaksana Samsir menyebut, untuk kriteria perlombaan Jong Layar ini berdasarkan dengan ukuran Jong Layarnya, mulai dari ukuran 25 inci hingga 55 inci.

“Dan ada juga yang diperlombakan Jong Layar dengan ukuran 55 inci sampai dengan 65 inci,” ungkap Samsir.

Samsir menambahkan, untuk kategori juara diambil 1 hingga juara 4, hingga babak penyisihan 1 sampai 2, dan babak semifinal hingga babak final.

“Dengan jumlah peserta sebanyak 400 orang, berbagai desain bentuk dan modifikasi Jong Layar, yang berlangsung selama 4 hari,” paparnya.

Dengan pelaksanaan perlombaan Jong Layar ini, menurut Samsir tidak terlepas dari dukungan dan kerjasama dengan jajaran Mako Lanal Tanjungbalai Karimun.

“Mulai dari perencanaan berbasis komunitas masyarakat dan nelayan, pembinaan, pembangunan infrastruktur, pengembangan ekonomi, binaan dan kemitraan sekaligus memonitoring evaluasi,” pungkasnya.

Salah satu peserta bernama Suhandi, warga RT. 11, RW. 5 Desa Jang, sangat senang dapat memajukan pariwisata di daerahnya.

“Sebagai kebudayaan dan adat-istiadat Melayu, oleh karenanya perlu di lestarikan hingga ke anak cucu,” ungkap Suhandi.

Besar harapan kata Suhandi dapat membantu pertumbuhan ekonomi masyarakat pesisir. Karena banyak wisatawan yang akan berkunjung ke Desa Jang.

“Dapat membantu daerah bahari yang dapat dijadikan tempat wisata, sekaligus mampu menambah pendapatan bagi para nelayan yang dapat memanfaatkan potensi maritim yang ada,” pungkasnya.

Aman

FANINDO