Jaringan Seluler Hilang, Input Data Vaksinasi di RSUD Jemaja Tersendat

Data Vaksinasi di RSUD Jemaja
Data Vaksinasi di RSUD Jemaja
GALERI 24

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Pemerintah Pusat dan Pemerintah Provinsi hingga Pemerintah Daerah terus menggalakkan program Vaksinasi Nasional, hal ini terlihat antusias warga yang berada di perbatasan Indonesia, tepatnya di Kabupaten Kepulauan Anambas.

Vaksinasi Nasional seperti yang dilaksanakan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kecamatan Jemaja, pencapaian vaksinasi saat ini sudah melebihi dari 70% hal ini dapat dilihat dari jumlah penduduk dan jumlah peserta Vaksinasi yang hadir selama kegiatan Vaksinasi dilaksanakan di RSUD Jemaja.

Namun hal tersebut sangat disayangkan bahwa kegiatan Vaksinasi lancar dilaksanakan, namun faktor pendukung untuk para peserta Vaksinasi tersendat seperti jaringan Telkomsel yang berada tidak jauh dari RSUD Jemaja hilang total

Hal ini yang membuat para peserta Vaksinasi kesulitan untuk mendapatkan notifikasi atau nomor pemberitahuan melalui SMS dari 1199, hal tersebut yang membuat para peserta harus pulang dengan tangan hampa padahal data sudah di input oleh Tim medis yang bertugas di RSUD Jemaja.

Gerak cepat Tim medis RSUD Jemaja tersebut untuk penginputan data Vaksinasi masyarakat, patut di apresiasi oleh seluruh masyarakat peserta Vaksinasi, namun kendati demikian apalah daya, pihaknya juga sangat membutuhkan nomor notifikasi yang masuk melalui SMS di nomor para peserta Vaksinasi.

Warga yang tidak ingin namanya disebutkan pada saat melakukan vaksinasi sangat kecewa atas hilangnya jaringan Telkomsel yang tidak jauh berada di RSUD Jemaja tersebut, sampai saat ini belum diketahui apa penyebab hilangnya jaringan Telkomsel tersebut.

“Kami sangat kecewa dengan pelayanan Telkomsel yang berada di Desa Batu Berapit Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas, yang mana sebelumnya beberapa hari yang lalu juga hal yang sama dirasakan oleh masyarakat”. terangnya.

Tak hanya itu, warga tersebut pun melanjutkan penyampaiannya bahwa dirinya sangat berharap kepada pihak Telkomsel atau pemerintah agar segera memperbaiki jaringan Telkomsel yang kerap mati total, supaya kegiatan kegiatan masyarakat yang menggunakan jaringan tersebut bisa terealisasi sesuai harapan seperti vaksinasi.

“Padahal saya melakukan vaksinasi ini bertujuan untuk taat dan patuh terhadap aturan pemerintah, dan tujuan saya melakukan vaksinasi juga untuk keperluan berangkat, kalau jaringan tak ada gimana mau bisa di input data saya, jadi saya gagal berangkat ke luar daerah, kalau di taksir berapa kerugian saya yang di akibatkan hilangnya jaringan Telkomsel, kita ketahui bersama kalau saat ini syarat untuk keberangkatan harus menunjukkan kartu Vaksin, untuk itu saya kecewa banget,” tutupnya.

Sementara itu Jeprizal Kepala Dinas Komunikasi Informasi dan Statistik (Kominfotik) Kepulauan Anambas saat di konfirmasi beberapa waktu yang lalu juga tidak mengetahui apa penyebab hilangnya jaringan Telkomsel di Desa Batu Berapit Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas.

“Saya juga kurang tau apa penyebab hilangnya jaringan Telkomsel disana”. ucapnya singkat kepada Wartakepri.co.id. (Rama).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News