Arnold Layangkan Surat Ke OJK Kepri, Minta Pihak Bank Mandiri Cabang Lubuk Baja Dipanggil

626
Arnold Layangkan Surat Ke OJK Kepri

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Direktur PT. Bintang Kepri Jaya,Ahmad Syahbudin alias Arnold, kembali mendatangi kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Kepulauan Riau (Kepri), dalam hal ini melayangkan surat atas dugaan pemalsuan tanda tangan oleh rekan bisnisnya.

“Hari ini saya berkunjung ke kantor OJK Kepri guna melayangkan surat terkait adanya dugaan pemalsuan tanda tangan saya oleh rekan bisnisnya sehingga ia mengalami kerugian mencapai 2,1 miliar,”ucap Arnold kepada sejumlah media Jumat (25/10/2021) siang.

Lanjutnya, setelah mengunjungi kantor OJK ia pun kembali mendatangi Bank Mandiri pada Jumat (22/10/2021) Siang. Kedatangan Ahmad Syahbudin alias Arnold kali ini kembali melayangkan surat somasi kedua.

“Jadi pertama mendesak OJK memanggil pihak Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol, Lubuk Baja. Atas pelayanan serta tindakan yang dilakukan oleh Bank Mandiri,”ungkapnya.

Arnold yang didampingi kuasa hukumnya menilai, pihak Bank Mandiri diduga telah lalai dalam menjalankan tugasnya sehingga menyebabkan kerugian oleh pihaknya hingga 2,1 miliar. Selain itu, ia juga meminta transparansi dari pihak Bank Mandiri untuk dapat memberikan data terkait persoalan tersebut.

“Hari ini pihaknya telah menyurati OJK. Dalam surat tersebut ia meminta agar OJK dapat segera memanggil Bank Mandiri Cabang Imam Bonjol terkait pelayanan yang mereka lakukan,”kata Arnold.

Disebutkan Arnold, surat ke OJK sudah masuk, tentu selanjutnya agar pihak yang berwenang dapat memanggil Bank Mandiri. Sejauh ini, Bank Mandiri masih berasumsi, karena rekening bersama tersebut di daftarkan Atas nama PT. Hapsibah dan menyangkut soal kerahasiaan Bank, maka mereka enggan memberikan data yang kami perlukan.

“Padahal, tanda tangan kita telah dipalsukan oleh salah satu oknum PT. Hapsibah,”sebutnya.

Arnold mengungkapkan pihaknya juga meminta seluruh instansi yang berwenang seperti OJK dan pihak kepolisian. Agar dapat segera menindak oknum yang berkaitan dengan pemalsuan tanda tangan tersebut.

“OJK meminta waktu 20 hari kerja untuk menuntaskan permasalahan tersebut. Jadi, kita berharap seluruh pihak yang berwenang dapat menindak oknum yang terkait dengan permasalahan tersebut. Sebab, nantinya jika permasalahan tersebut di biarkan, kita takut akan timbul hal yang tidak di inginkan. Karena persoalan ini para vendor dan karyawan yang menuntut haknya tidak bisa dibayar,”ungkapnya.

Ia menambahkan, kepada pihak bank agar duduk bersama OJK dengan memanggil seluruh pihak terkait untuk menyelesaikan persoalan tersebut.

“Kita akan menunggu hasil dari OJK, namun jika surat kita juga tidak ditanggapi oleh pihak Bank. Maka kita akan kembali memasukan surat somasi,”ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Kejadian berawal saat Arnold bekerjasama dengan PT Habsibah sebagai investor dan akhirnya bersepakat untuk membuat perjanjian kerjasama atas proyek yang berada di PT Siemens. Dengan terjalinnya kerjasama tersebut, kedua belah pihak sepakat untuk membuka rekening bersama atas nama PT Habsibah di Bank Mandiri.

Dengan syarat, untuk proses pencairan cek harus mendapatkan persetujuan kedua belah pihak dengan membubuhkan tanda tangan (specimen) para pihak di atas cek yang hendak dicairkan itu. Setelah cek ditanda tangani para pihak, maka diharuskan Bank melakukan konfirmasi (validasi) kepada para pihak untuk mengetahui kebenaran tanda tangan itu adalah tanda tangan para pihak yang memiliki kesepakatan tersebut.

Namun, hal tersebut diduga tidak dilakukan oleh pihak Bank Mandiri saat pihak PT Habsibah melakukan transaksi berulang kali tanpa sepengatuhan dari pihak Arnold. (*)

Pengirim: Taufik Chaniago

Honda Capella

FANINDO