Menjadi Mahasiswa yang Produktif di Masa Pandemi

209

Winda Aulya Putri
Covid-19 adalah masa dimana semua kegiatan masyarakat diluar rumah terhenti. Dari tanggal 16 Maret 2020 sampai detik ini kegiatan pembelajaran tatap muka dialihkan menjadi pembelajaran daring.

Masa pandemi mengubah sendi kehidupan dimana kita diharuskan berdiam diri dirumah untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Tidak sedikit warga Indonesia yang terpapar virus yang mematikan ini. Jumlah pasien yang terinfeksi Covid-19 juga bertambah sebanyak 1.393 orang dalam kurun waktu 24 jam.

Sehingga total pasien yang terinfeksi Covid-19 kini tercatat ada 4.224.487 orang terhitung sejak 2 Maret 2020. Selain itu, jumlah pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 kini ada 142.494 orang.

Adanya peraturan yang mengharuskan bekerja dan belajar dari rumah, membuat semua orang mempunyai alasan untuk bermalas-malasan. Akan tetapi, sebagai mahasiswa kita harus melakukan aktivitas yang produktif dalam situasi apapun.

Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa baru pendidikan biologi Universitas Maritim Raja Ali Haji. Meskipun mereka belum merasakan duduk dibangku kuliah secara nyata, bertemu dengan teman-teman, dan sebagainya, mereka tetap melakukan kegiatan yang positif.

Adapun beberapa aktivitas yang membuat mereka menjadi produktif selama masa pandemi Covid-19 yaitu:

1. Mengikuti perkuliahan secara online
Dengan adanya virus covid-19 ini membuat proses pembelajaran atau perkuliahan menjadi berubah dari yang tatap muka menjadi pembelajaran daring. Pembelajaran daring adalah metode belajar yang menggunakan model interaktif secara virtual berbasis internet dan Learning Manajemen System (LMS). Seperti menggunakan Zoom, Google Meet, dan yang lainnya.

Pada masa pandemi covid-19 ini para tenaga harus tetap melaksanakan kewajibannya sebagai pengajar, dimana tenaga pendidik baik dosen maupun guru harus memastikan siswa atau mahasiswa dapat memperoleh informasi/ilmu pengetahuan untuk diberikan kepada siswa atau mahasiswanya.

Dengan demikian pembelajaran daring ini pun menjadi salah satu cara utama demi untuk memberikan ilmu pengetahuan untuk siswa/ mahasiswa. Hal ini sesuai dengan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia terkait Surat Edaran Nomor 4 Tahun 2020 tentang Pelaksanaan Kebijakan Pendidikan dalam Masa Darurat Penyebaran Corona Virus Disease (COVID-19).

Dalam pembelajaran daring ini selalu saja ada pro dan kontra antara siswa/ mahasiswa dan guru/ dosen, terlebih disaat pandemi saat ini pembelajaran daring hanya untuk penugasan kurikulum dan memenuhi penilaian akademisnya tanpa melihat bagaimana kondisi siswa atau mahasiswa yang terjadi pada saat pembelajaran daring.

Pemberlakuan pembelajaran daring memang ada kelebihan yaitu waktu belajar lebih singkat, Pendidikan Indonesia lebih maju, dan siswa bisa mengembangkan diri. Adapun kekurangan nya yaitu tugas-tugas menumpuk, banyak mengeluarkan kuota internet, dan materi pembelajaran sulit dipahami.

Selain masalah yang telah disebutkan diatas, perkara kuota internetpun menjadi hangat diperbincangkan.tidak semua siswa atau mahasiswa memiliki kebutuhan yang cukup apalgi untuk membeli kuota internet sebagai penunjang pembelajaran seperti untuk zoom meeting, mengumpulkan tugas dan jenis pembelajaran virtual lainnya.

Mengenai masalah kuota internet Pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mulai mencanangkan kuota data internet gratis untuk pelajar, mahasiswa, dan guru atau tenaga pendidik di seluruh Indonesia.

Kemendikbud bekerja sama dengan Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menyalurkan bantuan ini secara bertahap.
Merujuk pada Petunjuk Teknis Bantuan Kuota Data Internet Tahun 2020 dalam Peraturan Sekretaris Jenderal Nomor 14 Tahun 2020, Kemendikbud memberikan 2 jenis kuota data internet, yaitu kuota umum dan belajar.

Tujuan membedakan kuota menjadi 2 jenis ini adalah untuk mengantisipasi penyalahgunaan kuota data. Proporsi kuota umum pun lebih sedikit bila dibandingkan dengan kuota belajar. Kuota umum adalah kuota yang bisa digunakan untuk mengakses aplikasi dan situs apa pun di luar penunjang belajar online. Sementara kuota belajar adalah kuota yang hanya bisa digunakan untuk mengakses aplikasi serta situs belajar online yang terdaftar di Kemendikbud.

Adapun solusi agar pembelajaran atau perkuliahan daring berjalan dengan semestinya yaitu bagi tenaga pendidik, buatlah pembelajaran virtual seperti belajar tatap muka, dengan cara menyampaikan materi disetiap pembelajaran dengan padat dan jelas agar siswa atau mahasiswa tidak bosan. Ketika materi yang disampaikan terlalu banyak akan membuat siswa menjadi bosan dan malas. Oleh karena itu, kita harus bekerja sama antara siswa/ mahasiswa dan guru/ dosen supaya siswa dapat memahami pembelajaran daring bukan hanya sekedar memenuhi penugasan kurikulum.

Meski demikian, kita harus bisa beradaptasi dengan kondisi yang baru. Bagaimana pun situasi nya sekarang jangan pernah dijadikan sebagai penghancur masa depan. Dengan begitu kita harus tetap menjalani pembelajaran daring ini daripada tidak sama sekali. “Kita harus jujur proses adaptasi ke online learning juga sangat sulit. Paling tidak masih ada pembelajaran terjadi daripada sama sekali tidak ada pembelajaran”. (Nadiem Makarim).

2. Membantu orang tua
Dalam kondisi tidak pandemi pun, membantu orang tua merupakan kewajiban bagi seorang anak. Selain hanya memenuhi tanggung jawab sebagai seorang anak, membantu orang tua juga memiliki banyak manfaat bagi kita. Ditinjau dari segi kesehatan, melakukan pekerjaan rumah seperti menyapu dapat membakar kalori sebesar 136 kkal. mencuci piring dapat mencegah alergi dan relaksasi. mencuci pakaian jika tidak menggunakan mesin, ini akan melatih otot tangan. Begitu banyak manfaat yang kita tidak ketahui.

3. Mengikuti Seminar Online
Mungkin dengan mengikuti kelas secara online saja tidak membuat hasil pembelajaran masuk sepenuhnya kedalam diri. Ada baiknya jika kita menambah wawasan baru yang akan berguna di kemudian hari, yaitu dengan mengikuti seminar online. Dengan terjadinya wabah COVID-19 ini membuat banyak institusi dan universitas membuat seminar online guna untuk membantu para mahasiswa yang ingin menambah pengetahuan mereka.

4. Mengikuti Kegiatan Keorganisasian
Sebagai mahasiswa harus dituntut berbaur dengan lingkungan sosial salah satunya melalui keorganisasian. Selama masa pandemi kegiatan keorganisasian sama seperti pembelajaran daring yaitu secara virtual. Dampak negatifnya tidak bisa bertemu langsung dengan anggota yang lain, program kerja yang telah direncanakan ditunda, dan sebagainya. Adapun dampak positifnya yaitu, menghemat waktu, biaya, dan tenanga.

5. Menekuni Hobi
Banyak hal yang bisa membantu dalam mengembangkan potensi yang ada didalam diri kita salah satunya menekuni hobi. Dengan kegiatan online ini kita dapat mengekspresikan diri lebih luas lagi dengan mungkin belajar hal baru dan mempelajari lagi lebih dalam hobi kita yang mungkin nantinya setelah masa pandemi ini berakhir menjadi sangat bermanfaat bagi diri kita.

6. Beribadah
Salah satu kegiatan yang harus dilakukan setiap manusia adalah taat beribadah kepada Tuhan Yang Maha Esa sesuai dengan sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. Selain itu juga di cantumkan dalam UUD 1945 Pasal 29 ayat 1 “Negara berdasar atas Ketuhanan Yang Maha Esa.” Dan aya 2 “Negara menjamin kemerdekaan tiap-tiap penduduk untuk memeluk agamanya masing-masing dan beribadat menurut agamanya dan kepercayaannya itu.”

Dengan adanya pandemi seperti ini, kita harus lebih mendekatkan diri lagi kepada Tuhan agar segala situasi yang sedang terjadi saat ini dapat terkendali dan kegiatan belajar mengajar tetap berjalan dengan lancar agar seluruh pelajar di Indonesia bisa terus menempuh pendidikan mereka. Kita juga tentu harus berdoa agar wabah ini segera berakhir agar semua kegiatan dapat berjalan seperti biasanya.

7. Bekerja
Sebagian mahasiswa mungkin berasumsi bahwa jika mereka sudah beranjak dewasa dan memutuskan untung masuk ke Perguruan Tinggi, mereka tidak mau merepotkan kedua orang tuanya dalam perihal finansial. Mereka sudah memiliki pandangan, bahwa justru mereka yang harus menghidupi dan mencukupi kebutuhan keluarga.

Tetapi, harus dapat membagi waktu antara kuliah dan bekerja agar tercapainya tujuan dengan selaras.

Itulah beberapa aktivitas yang dilakukan mahasiswa baru Pendidikan Biologi Universitas Maritim Raja Ali Haji. Jangan jadikan pandemi ini sebagai beban dan alasan kita untuk bermalas-malasan.

Jadikan masa pandemi ini sebagai masa yang membuat kita lebih semangat dalam melakukan berbagai hal yang positif, lebih banyak introspeksi dan berbenah diri, serta rasa syukur kita atas Karunia-Nya.(*)

Tulisan : Winda Aulya Putri
Jurusan: Pendidikan Biologi Semester 1
Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Maritim Raja Ali Haji.

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA