Kasus Perkosaan 2 Anak Secara Bergilir oleh Keluarga di Padang Bikin Deddy Corbuzier Menangis

1298
Kasus Perkosaan

PADANG – Kasus perkosaan 2 anak perempuan usia dibawah 10 tahun di Kota Padang yang terungkap dan diberitakan 17 November 2021 lalu, harus menjadi perhatian seluruh masyarakat di Kota Padang. Sebagai daerah dengan ada dan agama yang kuat, terungkapnya kasus ini membuktikan di Kota Padang sudah tidak baik baik saja.

Jika melihat faktor dan pemicu terjadikan asusila yang menggegerkan ini, adalah keharmonisan keluarga dan mungkin juga ada pengaruh pendidikan yang minim serta faktor ekonomi.

Honda Capella

Kasus ini kembali menjadi perhatian masyarakat, setelah podcast Dedy Courbuzier dengan Rieke Diah Pitaloka, yang dipublish di Youtube, Kamis (2/12/2021). Awal diskusi membahas kasus Veronika seorang ibu ibu yang dituntut oleh Jaksa satu tahun penjara karena memarahi suami yang menyimpang dan suka mabuk mabukan.

Perhatian kasus lainnya, kasus penyiraman air keras yang akibatkan seorang wanita muda cantik tewas ditangan suami sirinya yang merupakan WNA asal Arab Saudi.

Tapi, yang menjadi membuat keduanya menanggis, baik Deddy dan Rieke adalah kasus pemerkosaaan bergilir dua anak di Kota Padang. Mengutip berita Viva.co.id kasus ketika Jajaran Satrekrim Polresta Padang, Sumatera Barat membongkar kasus dugaan pemerkosaan dan pencabulan dua bocah di bawah umur, Rabu, 17 November 2021.

Kedua korban masing-masing berinisial NA (7 tahun) dan NR (5 tahun) merupakan adik kakak. Total ada enam pelaku. Lima dari enam pelaku tersebut, adalah keluarga sedarah dari para korban. Mereka adalah kakek, paman, dua kakak kandung, kakak sepupu.

Sementara satu pelaku lainnya, diketahui merupakan tetangga korban. Menurut Kasat Reskrim Polresta Padang Komisaris Polisi Rico Fernanda, keenam pelaku tersebut masing-masing berinisial J (kakek korban), G (kakak kandung korban), U (tetangga korban), R (kakak sepupu korban), A (kakak kandung korban) dan R (paman korban).

“Saat ini, ada empat pelaku yang sudah diamankan. Mereka adalah, kakek, paman kakak sepupu dan satu kakak kandung. Dua pelaku lain yakni kakak kandung (A) dan tetangga korban (U) masih buron,” kata Rico, Rabu, 17 November 2021.

Rico menambahkan, dari empat pelaku yang sudah diamankan tersebut, dua pelaku di antaranya masih di bawah umur. Mereka adalah R yang baru berusia 11 tahun dan G berusia 10 tahun.

“Kasus ini, masih didalami unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polresta kita. Keempat pelaku tersebut masih diperiksa intensif oleh penyidik,” ujar Rico.

Rico menjelaskan, kasus ini terbongkar setelah dua korban bercerita kepada tetangganya. Usai mendengarkan cerita korban, tetangga tersebut kemudian melaporkan kepada rukun tetangga. “Tetangga menghubungi rukun tetangga dan meneruskan ke kami,” kata Rico.

BACA JUGA Kasus Dugaan Perkosaan, Ronaldo Bebas dari Tuntutan

Mencari Tahu Ibu Korban

Namun, pemberitaan Haluan Padang juga mencoba mencari tahu dimana kedua orang tua anak anak ini. Dari pengakuan saksi dan para tetangga lainnya Ibu Korban memang tidak tinggal di rumah tersebut.

“Dia tinggal dengan suaminya, tapi bukan ayah korban. Tapi kami juga nggak tau dia tinggal di mana, nggak pernah bilang juga,” ujar Desi.

Zainal selaku ketua RW setempat juga mengatakan hal yang sama.

“Si ibu korban jarang pulang kesini, dia tinggal di tempai lain bersama suaminya tapi bukan bapak dari si korban. Ibu korban tahu kalau anaknya diperkosa,” kata Ketua RW, Zainal.

Terakhir informasi yang dimuat oleh langgam.id, bahkan Ibu korban menolak memberikan keterangan kepada polisi. Padahal kedua anaknya adalah korban dalam kasus ini.

“Kami sudah melakukan pemanggilan terhadap ibu korban. Tapi ibu korban menolak memberikan keterangan,” kata Kasat Reskrim Polresta Padang, Rico Fernanda seperti dikutip dari langgam.id.

Kami berusaha menggali lebih jauh mengenai ibu Korban, namun para tetangga pun tidak mengetahui di mana Ibu Korban tinggal dan bekerja.

Keluarga Korban Jarang Bergaul dengan Masyarakat

Menurut Zainal, keluarga tersebut memang jarang bergaul dengan masyarakat. Bahkan terkesan tertutup dan menarik diri. “Mereka bahkan tidak ada terlibat dengan kegiatan masyarakat. Bahkan lebih banyak membawa masalah,” ujar Zainal.

Salah satu tetangga lain yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan mereka mengaku risih dengan tingkah laku keluarga yang tinggal di rumah bertingkat dua tersebut.

“Malam-malam itu mereka sering ribut. Berkata-kata kotor. Saya risih tapi mau gimana juga nggak bisa ngapa-ngapain,” ujarnya.

Saat kami datang, warga telah menyusun sebuah surat yang ditandatangani bersama-sama yang menyatakan bahwa mereka menolak para pelaku tinggal di tempat tersebut.

Kasus ini masih terus dalam pengembangan Polresta Padang. Kedua pelaku saat ini dalam pendampingan oleh KPAI guna memulihkan fisik dan psikisnya.(*/net/viva/haluanpadang)

Editor : Dedy Suwadha

FANINDO