Reskrim Lubuk Baja Ringkus Pelaku Pengeroyokan di Food Court 98, 2 DPO

520
Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja mengamankan 2pelaku pengeroyokan di Food Court 98. (Photo: Istimewa)

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Unit Reskrim Polsek Lubuk Baja mengamankan dua pelaku pengeroyokan di Utama Food Court 98. Keduanya ditangkap di kos-kosan wilayah Bengkong Indah, Batam.

Penangkapan yang dipimpin Kanit Reskrim Polsek Lubuk Baja, Iptu Fajar Bittikaka ini berlangsung pada hari Selasa, 30 November 2021 sekira pukul 22.15 WIB.

Kapolsek Lubuk Baja AKP Budi Hartono dalam keterangannya, Kamis (2/12/2021), menjelaskan kasus pengeroyokan ini terjadi pada hari Minggu, 21 November 2021 sekira pukul 03.00 WIB.

Dua orang laki-laki yang ditangkap ini berinisial JR (26) dan IS (32). Keduanya terlibat pengeroyokan pasangan suami istri di Utama Food Court 98.

“Korban JY yang baru sampai di parkiran belakang panggung Utama Food Court 98 untuk menjemput istrinya dipukul di bagian dada dan ditendang bagian mukanya,” kata Budi.

Budi mengatakan saat itu para pelaku juga memukul istri korban berinisial TS. “TS dipukul di bagian pipi sebelah kanan saat mencoba memisahkan suaminya dari para pelaku,” terang Budi.

Korban yang sempat melarikan diri melakukan visum di Rumah Sakit Harapan Bunda, dan langsung melaporkan kejadian yang dialami ke Polsek Lubuk Baja.

Budi menyebut pengeroyokan terjadi karena para pelaku cemburu melihat TS yang biasanya menemani mereka di Food Court 98 sedang bersama laki-laki yang tak lain adalah suaminya sendiri.

“Motifnya cemburu, jadi sontak langsung mereka pukul korban,” kata dia.

Kepada polisi kedua pelaku mengaku saat kejadian mereka berempat orang sepulang dari Food Court Pasifik untuk lanjut ke Utama Food Court 98.

“Dua pelaku lain inisial EK dan EP DPO,” kata Budi.

Polisi mengamankan beberapa alat bukti dalam kasus ini. Di antaranya satu sweater, satu celana kain pendek, dan satu lembar kwitansi tanda berobat di Rumah Sakit Harapan Bunda atas nama JY.

Atas perbuatannya, para pelaku dijerat pasal 170 jo 55 KUHPidana. Mereka terancam kurungan penjara paling lama tujuh tahun. (r/taufik)

Honda Capella