10 Penyakit Akibat Berciuman Bibir, Nomor 9 Perlu Diwaspadai

Ilustrasi berciuman. (Photo: Istimewa/net)

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Berciuman merupakan suatu aktivitas untuk menyatakan perasaan kepada pasangan. Mulai dari cinta, gairah, hingga kasih sayang.

Bagi pasangan yang sudah menikah, berciuman memang dapat membuat hubungan menjadi tambah mesra.

Meski romantis dan terbukti memiliki manfaat, namun di sisi lain berciuman juga bisa menularkan penyakit.

PKP EXPO

Berikut daftar penyakit yang dapat ditularkan sebagai efek ciuman bibir yang dilansir dari laman klikdokter.com, Sabtu (11/12/2021).

1. Cytomegalovirus (CMV)

Cytomegalovirus menyebar melalui cairan ludah, darah, urine, semen, dan ASI. Penyakit ini jarang menimbulkan gejala, sehingga sebagian besar penderitanya tidak menyadari dirinya terinfeksi.

Virus CMV yang sudah masuk ke tubuh akan selamanya menetap dengan kondisi yang tidak aktif. Virus akan aktif bila penderita mengalami penurunan daya tahan tubuh.

Meski virus CMV dapat menginfeksi siapa saja, tetapi lebih sering menginfeksi pasien dengan kondisi imunokompromi atau kekebalan menurun.

Gejala yang timbul dapat berupa demam, lemah lesu, dan nyeri otot. Pada kasus yang lebih serius, bisa menyebabkan pneumonia, radang selaput otak, kejang, serta gangguan penglihatan.

2. Epstein-Barr Virus (EBV)

Salah satu efek yang dapat timbul akibat berciuman bibir adalah Epstein-Barr virus (EBV). Virus ini menyebar melalui cairan ludah penderitanya. Oleh karena itu, berciuman merupakan salah satu faktor risiko utama penyebaran penyakit ini.

EBV dapat menyebabkan infeksi mononucleosis dan kanker nasofaring. Infeksi mononukleosis sering juga disebut kissing disease atau penyakit akibat ciuman.

Gejala yang dapat timbul hampir mirip dengan infeksi influenza, seperti demam, nyeri tenggorokan, nyeri otot, dan pembesaran kelenjar getah bening.

3. Herpes Labialis

Herpes labialis merupakan infeksi pada daerah mulut, bibir, dan gusi akibat virus herpes simpleks. Penyakit ini dapat menular bila Anda berciuman dengan penderita atau virus masuk melalui luka di kulit sekitar mulut.

Penyakit ini dapat ditularkan melalui kontak langsung membran mukosa atau kulit yang mengalami luka atau air liur. Gejala yang dapat timbul berupa kumpulan lenting dengan dasar kulit yang merah di tepi bibir, hingga hidung, pipi, atau dagu.

4. Gondongan

Efek berciuman lainnya yang dapat terjadi adalah gondongan. Ini merupakan penyakit yang dapat menyebar melalui inhalasi udara atau dari cairan tenggorokan penderita.

Gondongan disebabkan oleh infeksi virus yang menyerang kelenjar air liur, dan memicu terjadinya pembengkakan. Pencegahannya bisa melalui tindakan vaksinasi.

5. Campak

Penyakit campak disebabkan oleh virus yang tersebar melalui inhalasi udara saat penderita bersin atau batuk. Cairan tubuh penderita, seperti liur, juga bisa mengandung virus ini sehingga ciuman kerap menjadi media pertukaran penyakit campak.

Gejala yang dapat timbul, yaitu demam, batuk, pilek, dan ruam kulit. Jika tidak ditangani, maka bisa menyebabkan komplikasi seperti infeksi telinga, pneumonia, serta peradangan pada otak.

6. Influenza

Influenza dapat menular melalui berciuman atau inhalasi udara saat penderita bersin. Influenza merupakan penyakit yang menyerang saluran pernapasan.

Gejala penyakit ini menyerupai penyakit saluran pernapasan lainnya, seperti pilek, batuk, demam, batuk, nyeri di kepala, sakit tenggorokan, dan pegal-pegal.

Untuk mencegah penyakit ini, jalanilah pola hidup bersih dan sehat serta selalu memelihara daya tahan tubuh.

7. Hand, Foot, and Mouth Disease (HMFD)

Penyakit HMFD disebabkan oleh virus coxsackie. Virus ini dapat menyebar melalui luka terbuka di daerah mulut saat berciuman atau melalui fekal oral (feses ke mulut), misalnya akibat mengganti popok anak.

Dalam kebanyakan kasus, penyakit ini bersifat ringan dan self limiting. Umumnya HMFD lebih sering terjadi pada bayi, anak-anak, juga orang dewasa dengan kondisi imunokompromi.

Karakteristiknya berupa demam disertai luka pada mukosa mulut serta ruam pada telapak tangan dan telapak kaki.

8. Periodontitis

Penderita periodontitis dengan gejala gusi berdarah dapat menularkan bakteri kepada orang lain lewat berciuman.

Untuk mencegah penyakit ini, jagalah higienitas mulut dengan baik. Jangan lupa juga untuk memeriksakan gigi secara teratur ke dokter gigi.

9. Sifilis

Sifilis adalah salah satu efek dari ciuman yang perlu diwaspadai. Karena pada umumnya, penyakit ini lebih sering ditularkan melalui seks oral, anal, atau genital.

Perlu Anda ketahui, sifilis dapat menyebabkan luka di mulut yang dapat menularkan bakteri ke orang lain.

Gejala sifilis berupa pembengkakan kelenjar getah bening dan luka kecil yang semakin lama semakin besar tanpa rasa nyeri. Apabila Anda merasa mempunyai gejala yang mirip, sebaiknya segera ke dokter.

10. HPV

HPV merupakan kepanjangan dari human papillomavirus, dan menjadi salah satu bahaya dari ciuman bibir. Pada kasus yang jarang, HPV dapat menular lewat berciuman. Meskipun paling banyak penularan tentunya dari kontak seksual.

HPV pada mulut dapat menyebabkan kanker pada area rongga mulut dan tenggorokan. Bahkan, terdapat penelitian yang menemukan bahwa kasus kanker orofaring di Amerika paling banyak disebabkan oleh HPV.

Itulah beberapa efek ciuman yang perlu diwaspadai. Bila Anda ingin berciuman dengan pasangan secara aman, jagalah kebersihan rongga mulut dengan ketat.

Cara terbaik untuk menghindari efek samping berciuman adalah dengan melakukan komunikasi yang baik dan transparan bersama pasangan. Tetapkan batasan apabila Anda merasa tidak nyaman. (*)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG