Komoditas Ekspor Capai Rp 1,4 Triliun, Agung : Pemulihan Ekonomi Nasional

Kakanwil DJBC Khusus Kepri, didampingi Kepala KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun beserta Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim secara simbolis mengekspor hasil komoditas gabungan ke negara Malaysia dan Singapura. (Foto : Aman)
HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kepala KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, Agung Marhaendra Putra melepas ekspor gabungan akhir tahun 2021 pada tiga tempat yang tersebar wilayah di Kabupaten Karimun.

Pada pelaksanaan ekspor tersebut telah mengakomodasi berbagai produk komoditas olahan, yang selanjutnya akan di ekspor ke negara-negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Komoditas ekspor gabungan yang dilakukan oleh ketiga perusahaan tersebut diantaranya PT Pulaumas Moromulia berupa kulit kayu sebanyak 21.250 kg, 40.000 kg daging kelapa putih, 2.200 kg kerupuk ikan, dan 10.000 kg ikan segar tujuan Singapura dan Malaysia.

Tidak hanya itu, PT Saricotama Indonesia juga mengekspor 30.000 kg daging kelapa dan 10.000 kg air kelapa tujuan Malaysia, serta PT Timah Tbk telah mengekspor 2.520 metric ton tujuan Singapura.

“Kegiatan ekspor gabungan kali ini merupakan hasil pembinaan bersama Bea Cukai Kepri dan Bea Cukai Karimun,” terang Kepala KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun, Agung Marhaendra Putra, Senin (27/12/2021).

Selain itu kata Agung, pada pelaksanaan ekspor akhir tahun 2021 ini merupakan bentuk sinergitas dengan pihak pemerintah daerah beserta instansi terkait lainnya.

“Pemerintah Indonesia secara umum berusaha mendorong sektor perekonomian diseluruh penjuru nusantara untuk dapat membangkitkan kembali berbagai program dan insentif yang dijalankan oleh Kementerian dan Lembaga yang berwenang,” paparnya.

Oleh sebab itu, kata Agung Direktorat Jenderal Bea dan Cukai, sebagai institusi yang memiliki fungsi sebagai trade facilitator dan industrial asistance sangat mendukung program-program yang diselenggarakan oleh pemerintah, untuk mendorong pertumbuhan perekonomian di seluruh wilayah Indonesia, tidak terkecuali di Kabupaten Karimun sendiri. Yakni salah satunya melalui program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).

Sehingga menurut Agung Bea Cukai Karimun dibawah bimbingan Bea Cukai Kepulauan Riau secara aktif akan terus menggali potensi ekspor di wilayah Kabupaten Karimun dan memberikan sosialisasi serta asistensi mengenai ekspor kepada para pelaku usaha sebagai bentuk dukungan terhadap program PEN.

“Sekaligus membuka peluang agar produk-produk tersebut dapat menembus pangsa pasar internasional,” paparnya.

Agung menambahkan, secara kumulatif sumbangan devisa bagi negara yang berhasil dihimpun dari kegiatan ekspor umum dibawah kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai Tipe Madya Pabean B Tanjungbalai Karimun hingga akhir tahun 2021 mencapai Rp 1,4 triliun.

“Melalui kegiatan ini kami mengajak kepada seluruh institusi yang ada di Kabupaten Karimun, untuk saling bersinergi dan bahu membahu guna menggali dan meningkatkan potensi ekspor yang ada di Kabupaten Karimun. Juga termasuk sektor pariwisata, sehingga mampu menjadi hal yang positif dan di dapat berkelanjutan di masa yang akan datang,” tandasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih kepada kantor KPPBC TMP B, Tanjungbalai Karimun dan juga para eksportir. Dimana sudah mampu berkontribusi, mewujudkan perekonomian yang sehat dan dinamis.

“Mampu mewujudkan pemerataan, dalam upaya meningkatkan ketahanan nasional menunjang perkonomian regional, nasional bahkan internasional,” kata Anwar.

Masih kata Anwar, sehingga pemerintah Kabupaten Karimun terus berkomitmen, untuk dapat hadir bagi para pelaku usaha ekspor, khususnya UKM.

“Agar mampu meningkatkan daya saing, sehingga semakin kompetitif pada pasar global. Komitmen ini tercermin pada visi dan misi pembangunan Kabupaten Karimun,” pungkasnya.

Karena menurut Anwar, kunci untuk memperbaiki perekonomian nasional adalah dengan peningkatan ekspor guna membantu pelaku usaha untuk dapat tumbuh dan berkembang, menghasilkan devisa, serta mengurangi defisit neraca perdagangan.

“”Kita harus melihat lebih jeli, peluang pangsa pasar ekspor yang masih terbuka lebar, potensi yang kita miliki masih sangat besar. Dari sisi keragaman produk komoditi, volume, dari sisi kreatifitas dan kualitas serta peluang negara tujuan ekspor,” ujarnya.

Aman

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG