Kejari Bintan Sosialisasi Kampung Restorative Justice di Kelurahan Tanjung Uban

Kejari Bintan Sosialisasi Kampung Restorative Justice di Kelurahan Tanjung Uban. (Foto: Agus)

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan mensosialisasikan pembentukan Kampung Restorative Justice di ruang rapat kantor Kelurahan Tanjunguban Kota, Kecamatan Bintan Utara, Kabupaten Bintan, Kamis (3/2/2022).

Perwakilan Kejari Bintan, Eka Waruwu, mengatakan restorative justice adalah penyelesaian masalah di luar pengadilan.

“Restorative Justice ini adalah program Kejaksaan Agung, yang mana program ini dapat menyelesaikan permasalahan dengan cara mediasi penal (Berdamai) penyelesaian perkara tindak pidana dengan melibatkan pelaku, korban dan pihak lain yang terkait untuk bersama-sama mencari penyelesaian yang adil dengan menekankan pemulihan kembali pada keadaan semula,” jelas Eka.

“Tidak semua juga kasus hukum dapat diselesaikan dengan restorative justice, dikarenakan pelaku tidak dapat mengembalikan sesuatu seperti pada mulanya,” tambahnya.

Menurut Eka, dasar hukum diberlakukan restorative justice diambil dari Undang-Undang Kejaksaan pasal 35 C, ada dalam peraturan Jaksa Agung Nomor 15 Tahun 2020 tentang Restorative Justice.

Adapun perkara pidana yang dapat diselesaikan dengan keadilan restoratif (restorative justice) adalah perkara tindak pidana ringan dengan ancaman pidana sebagaimana diatur dalam pasal 364, 373, 379, 384, 407 dan pasal 482 KUHP dengan nilai kerugian tidak lebih dari Rp 2.500.000 (dua juta lima ratus ribu rupiah) dengan tuntutan hukuman di bawah 5 tahun penjara (Kurungan).

Eka mengaku pelaksanaan restorative justice sudah beberapa kali diterapkan di Kejaksaan Agung, yang mana penerapannya dapat mengurangi biaya pengeluaran dalam negara, begitu juga kelanjutannya kurang berfaedah.

“Proses hukum atau inkracht hukumnya lebih besar, sehingga kurang berfaedah,” tutupnya.

Di kesempatan itu, Plt Camat Bintan Utara, Deni Irman Susilo mengapresiasi program restorative justice tersebut, dimana permasalahan kecil dapat diselesaikan di luar pengadilan.

“Saat ini masyarakat kecil perlu diberi keadilan, sehingga permasalahan dapat diselesaikan di luar pengadilan,” kata dia.

“Dengan adanya program Restorative Justice hendaknya penyelesaian permasalahan yang terjadi lebih mengedepankan rasa keadilan, manfaat dan kekeluargaan, sehingga penegakan hukum tidak lagi dirasakan tumpul ke atas dan tajam ke bawah,” sambungnya.

Adapun yang hadir dalam acara tersebut, Plt Camat Bintan Utara Deni Irman Susilo, perwakilan kejari Bintan, Eka Waruwu,

Sosialisasi ini turut dihadiri beberapa Lurah di Kecamatan Bintan Utara, Kepala Desa Lancang Kuning, Kanit Binmas Polsek Bintan Utara, perwakilan Karang Taruna, dan perwakilan masyarakat Bintan utara. (agus)

FANINDO

Honda Capella