Bedah Buku Jejak Listrik di Tanah Raja bersama PLN Batam, Sejarah Kelistrikan Zaman Belanda

Bedah Buku

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Bright PLN Batam menggelar bedah buku Jejak Listrik di Tanah Raja, di Hotel Haris Batam, Jumat 18 Febuari 2022 siang. Buku karya Eko Sulistyo yang juga Komisaris PLN menceritakan sejarah perusahaan listrik pertama paska kemerdekaan RI.

Kepala PLN Batam, Nyoman S. Astawa mengatakan, melalui buku Jejak Listrik di Tanah Raja tersebut, diharapkan dapat membuka wawasan bagi masyarakat tentang sejarah listrik pertama kali.

“Buku ini sangat bagus menjelaskan bagaimana kelistrikan itu menjelaskan sejarah awal mulai listrik dan kehadiran pemerintah untuk memberikan kesejahteraan di masyarakatnya,” kata Nyoman di lokasi.

Ia mengatakan, sejarah kelistrikan di Indonesia masih abu-abu. Kebanyakan kajian tentang listrik masih didominasi dengan pendekatan rumus-rumus yang rumit. Padahal, sejarah kelistrikan lebih dari pada itu.

“Pegawai PLN saja mungkin tidak ada yang tahu sejarahnya, buku ini juga menyampaikan tentang nasionalisme bagaimana para pekerja Indonesia yang bekerja di perusahaan listrik yang di kuasai oleh Belanda pada saat itu. Dan menasionalisasi prusahaan tersebut menjadi milik Indonesia,” katanya.

Dirinya berharap, dengan adanya bedah buku ini dapat membuka wawasan bagi masyarakat tentang kelistrikan. Pihaknya juga mengapresiasi para tamu undangan yang cukup kritis dalam kegiatan bedah buku ini.

“Saya senang sekali kita hadir dengan beberapa generasi yang cukup kritis. Sejarah itu harus kita agar generasi tetap berkembang,” katanya.

Sementara penulis buku, Jejak Listrik di Tanah Raja, sekaligus Komisaris PLN, Eko Sulistyo mengatakan, buku ini membahas tentang jaringan lunak dalam kelistrikan yang menimbulkan dampak perubahan sosial, budaya, pendidikan dan ekonomi. Bukan membahas tentang perangkat keras seperti besi kabel atau gardu.

Kata dia, kehadiran listrik memunculkan budaya baru di kota. Kota yang dialiri listrik akan menjadi kota yang ekonominya lebih maju daripada daerah yang tidak dialiri listrik. Hal itu juga terjadi di Amerika, Afrika, negara komunis, maupun negara kapitalis.

“Ini yang mau kita bangun supaya jangan sampai ada lubang dari daerah tertentu yang belum teraliri listrik. Rasio elektrifikasi ini yang akan terus kita kejar,” ucapnya.(*)

Editor : Dedy Suwadha

FANINDO

Honda Capella