Getaran Gempa M 6,2 di Pasaman Barat Dirasakan hingga Kepri, Malaysia dan Singapura

Gempa di Pasaman Barat 2022
Getaran Gempa M 6,2 di Pasaman Barat Dirasakan hingga Kepri, Malaysia dan Singapura


WARTAKEPRI.co.id – Kejadian gempa di Sumatera Barat pada Jumat (25/2/2022) pukul 08.39.29 WIB dengan titik gempa di Kabupaten Pasaman Barat diinformasikan BMKG getarannya terasa hingga ke Provinsi Kepri, sebagian Malaysia dan Singapura.

Dan, dampak dari gempa bermagnitudo 6,2 beredar foto foto dimana sejumlah bangunan di Pasaman Barat, Sumatera Barat ambruk dan rusak usai diguncang gempa.

“Kerusakan paling parah dilaporkan terjadi di daerah Kajai, Kecamatan Talamau, serta daerah Balerong, Kecamatan Pasaman,” kata Plt Kasat Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pasaman Barat, Azhar.

Sejumlah bangunan dan gedung perkantoran mengalami kerusakan. Di antaranya kantor Bupati pasaman Barat yang mengalami kerusakan di beberapa titik.

“Untuk pastinya kita baru mendata karena tim baru ke lapangan untuk mendata,” ujarnya. Data yang diterima MNC Portal Indonesia (MPI), sejumlah rumah warga di Kecamatan Talamau ada yang rusak berat, dinding copot, bagian teras roboh, bahkan rata dengan tanah.

Gempa terkini M6,2 ini juga membuat beberapa pasien di RSUD Lubuk Sikaping, Kabupaten Pasaman, Sumatera Barat dievakuasi dari bangsal. Mereka diletakkan di bagian teras rumah sakit tersebut.

“Tadi laporan masyarakat memang pasien yang ada dalam rumah sakit RSUD Lubuk Sikaping sempat dikeluarkan dan diletakkan di teras atau jalan dalam rumah sakit,” kata Yulisman Mohne, anggota DPRD Kabupaten Pasaman kepada MNC Portal Indonesia, Jumat (25/2/2022) Yulisman menambahkan setelah gempa mulai reda pasien mulai berlahan dikembalikan ke bangsalnya.

“Kita belum mendapatkan laporan korban jiwa saat ini, begitu juga dampak kerusakan akibat gempa,” katanya.

Sementara informasi lainnya pendopo Bupati Pasaman Barat mengalami kerusakan akibat guncangan gempa, namun belum ada keterangan dari pihak terkait dampak kerusakan. Usai gempa 6,2 tersebut, banyak gempa susulan terjadi di Pasaman Barat mulai dari 4 sampai 3 magnitudo.

Sementara itu. Kepala Badan Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami pada BMKG, Daryono menjelaskan, gempa M6,2 yang mengguncang Pasaman Barat pada pagi ini merupakan gempa kerak dangkal. Gempa tersebut dipicu aktivitas Sesar Besar Sumatra.

“Gempa kerak dangkal M6,2 ini dipicu oleh aktivitas Sesar Besar Sumatra tepatnya pada Segmen Angkola bagian selatan, diperkirakan berpotensi destruktif/kerusakan,” kata Daryono melalui akun twitter pribadinya @DaryonoBMKG, Jumat (25/2/2022).

Daryono memprediksi gempa yang terjadi di Pasaman Barat pada pagi ini berpotensi merusak. Sebab, guncangan gempa terasa cukup kuat di wilayah yang dekat dengan pusat gempa.

“Gempa M6,2 ini jenisnya gempa kerak dangkal atau shallow crustal earthquake yang dipicu aktivitas sesar aktif (active fault),” imbuhnya.

Berdasarkan hasil penelusuran Daryono, wilayah Pasaman Barat pernah beberapa diguncang gempa yang berkekuatan besar.

“Dalam catatan sejarah gempa di wilayah gempa M6,2 saat ini pernah dilanda gempa merusak beberapa kali seperti yang terjadi pada tahun 1822, 1892, 1926 Mag.7,0 dan 1971 Mag 6,1,” bebernya.

BACA JUGA Sah, Arwin Pribadi Terpilih Sebagai Ketua Umum Ikatan Keluarga Pasaman Hasil Mubes IV

Hingga saat ini, belum ada laporan lebih lanjut terkait ada tidaknya korban jiwa serta kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa M6,2 di Pasaman Barat tersebut. BMKG meminta agar masyarakat waspada terhadap potensi gempa susulan.

BMKG Catat Getaran Sampai Singapura

Gempa bumi magnitudo 6,2 yang berpusat di daratan mengagetkan warga Pasaman Barat, Sumatera Barat. Getaran gempa bumi juga dirasakan kuat di wilayah Agam, Bukit Tinggi, hingga Kota Padang, dan Payakumbuh.

Berdasarkan catatan BMKG, getaran gempa di Pasaman Barat, juga dirasakan hingga ke negara tetangga, yakni di Malaysia, dan Singapura. BMKG menyebut, getaran gempa di Malaysia, dan Singapura dirasakan II Skala MMI.

Sementara di Pasaman Barat, yang menjadi pusat gempa bumi, getarannya dirasakan V Skala MMI. Untuk di Bukit Tinggi, dan Padang Panjang, getaran gempa dirasakan IV Skala MMI. Getaran gempa dirasakan III skala MMI dirasakan di Padang, Payakumbuh, Aek Godang, dan Gunungsitoli.

Sementara untuk wilayah Pesisir Selatan, Rantau Parapat, Nias Selatan, dan Bangkiang, getaran gempa dirasakan sama dengan yang ada di wilayah Malaysia, dan Singapura, yakni II Skala MMI.

Untuk getaran gempa bumi yang dirasakan I-II Skala MMI, getaran gempa tidak dirasakan atau dirasakan hanya oleh beberapa orang tetapi terekam oleh alat.

Sementara untuk getaran gempa yang dirasakan III-V Skala MMI, getarannya dirasakan oleh orang banyak, tetapi tidak menimbulkan kerusakan. Benda-benda ringan yang digantung bergoyang dan jendela kaca bergetar. (Sindonews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News