BMH Kepri Peduli Mualaf, Aziz : Fokus Pembenahan Sarana dan Prasarana

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau (Kepri), terus berkomitmen untuk membantu masyarakat pesisir, dalam pengadaan sumur bor beserta Mushola.
HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Baitul Maal Hidayat bukan pergi ini ya yang punya anjing (BMH) Kepulauan Riau (Kepri), terus menggesa penggarapan, baik sarana maupun prasarana, bagi Kampung mualaf Setengar, di wilayah pesisir Kota Batam.

“Sebuah daerah yang nyaris luput dari perhatian, karena secara geografis sulit dijangkau,” terang General Manager Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau, Abdul Aziz, Sabtu (26/2/2022).

Aziz menambahkan, Kampung Setengar sendiri yang berpenduduk 15 Kepala Keluarga (KK) atau 80 jiwa ini, baik itu fasilitas sarana maupun prasarana penunjang lainnya masih minim.

“Yakni diantaranya masih kurangnya ketersediaan listrik, air bersih, sarana pendidikan dan fasilitas ibadah (Mushola),” paparnya.

Selain melakukan survei guna memenuhi pengadaan berbagai fasilitas secara bertahap, kata Aziz juga sekaligus menyerahkan bantuan berupa paket sembako, terdiri beras, telur, dan kebutuhan pokok lainnya.

“Sebagai komitmen dan bentuk kepedulian terhadap masyarakat pesisir dan mualaf,” tandasnya.

Tidak hanya itu saja, Abdul Aziz merespon keinginan dan harapan warga, dengan pengadaan material guna membuat sumur bor dan Mushollah.

“Insha Allah ditargetkan selesai sebelum bulan Ramadhan, tentu dengan dukungan para donatur dan Muhsini serta kaum muslimin pada umumnya,” ujar Aziz.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama salah satu warga bernama Emin (50) menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi kepada Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau, yang telah banyak membantu warga.

“Kami sangat bahagia, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau sigap membantu warga, dengan adanya sumur bor, karena sudah puluhan tahun kami kesulitan air bersih,” katanya.

Untuk mendapatkan air bersih, menurut Emin warga harus ke pulau kosong yang terletak tidak jauh dari kampung Setengar, kerap kali ibu-ibu harus mendayung sampan.

“Kadang tengah malam kami harus mencari air, jika ada kebutuhan mendesak,” kenangnya.

Selain sulitnya ketersediaan air bersih, kata Ketua RT, Awang Ahad kebutuhan sarana ibadah seperti Mushola. Karena sejak dibangunnya pada empat tahun silam, tidak lagi dapat dimanfaatkan, kondisinya memperhatikan, sudah hampir runtuh.

“Tentu kami sangat membutuhkan adanya Mushola dan sarana belajar membaca AlQur’an untuk anak-anak. Karena selama ini mereka belum pernah mendapat bimbingan membaca AlQur’an, padahal anak-anak kami inilah yang akan meneruskan keberadaan kami di kampung ini,” harapannya.(rls)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News