Musrin: Saksi dari Kelurahan dan Kecamatan Bantah Dalil Gugatan Rudy Haryanto di Pengadilan

Musrin: Saksi dari Kelurahan dan Kecamatan Bantah Dalil Gugatan Rudy Haryanto di Pengadilan. (Foto: Istimewa)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pada persidangan lanjutan Sporadik dugaan palsu menggugat Sertifikat Hak Milik (SHM) yang digelar dipersidangan PN Karimun pada hari Rabu, (16/3/2022), mengahadirkan saksi-saksi dari pihak kelurahan dan kecamatan, di mana dalam gugatan, pihak kelurahan dan kecamatan sebagai tergugat IX dan tergugat X.

Saksi Hendri pada persidangan menerangkan bahwa saksi telah bekerja sejak tahun 2003 di Kelurahan Sungai Raya, di mana titik lokasi objek perkara yang digugat oleh lenggugat berada di wilayah Kelurahan Sungai Raya.

Bahwa saksi juga menyampaikan yang mengukur saat itu adalah saksi bersama perangkat RT dan RW setempat bersama pemilik-pemilik sempadan dari objek tanah yang akan diukur tersebut.

PKP EXPO

”Sebelum melakukan pengukuran terlebih dahulu berkoordinasi dengan RT/RW setempat serta melibatkan sempadan-sempadan pemilik tanah di seputaran yang akan diukur, setelah berkoordinasi baru akan dijadwalkan waktu pengukuran tanah artinya semuanya melalui prosedural,” ucap Hendri.

Musrin PH tergugat I sampai VII menanyakan kepada saksi Hendri apakah saksi sejak bekerja dari tahun 2003 hingga tahun 2010 di kelurahan, saudara Rudy Haryanto dalam hal ini selaku penggugat pernah melakukan komplain/keberatan atas yang diklaim tanahnya di objek perkara saat ini. Saksi Hendri menjawab, sepengetahuan saksi sejak tahun 2003 hingga tahun 2010, penggugat Rudy Haryanto tidak pernah melakukan komplain/keberatan kepada pihak Kelurahan.

Ditanyakan kembali oleh Musrin apakah pengugat Rudy Haryanto dari tahun 2011 hingga tahun 2013 pernah melakukan komplain/keberatan kepada pihak kelurahan atas tanah yang diklaim milik penggugat telah terjadi tumpang tindih di lokasi objek perkara saat ini. Saksi Hendri menjawab serta menyampaikan dengan tegas bahwa sejak tahun 2011 hingga tahun 2013 Rudy Haryanto dalam hal ini selaku lenggugat tidak pernah melakukan komplain/keberatan kepada pihak kelurahan atas tanah yang diklaim miliknya, dan sepengetahuan saksi sejak bekerja di Kelurahan Sungai Raya tidak mengetahui kalau penggugat memiliki tanah di lokasi objek perkara yang digugatnya saat ini.

Pada persidangan tersebut PH tergugat I sampai VII Musrin, juga menanyakan dasar pengukuran yang dilakukan oleh pihak kelurahan atas dasar pengajuan dari siapa. Saksi Hendri menyampaikan bahwa dasar pengukuran mereka adalah adanya pengajuan dari Alias (Tergugat II), Hasan dan M. Hasan (M. Hasan suami dari Tergugat III)

Perlu diketahui bahwa para tergugat adalah Ahli waris Yang One binti Ode pemilik Surat Grand dengan Nomor 00334 Tanggal 28 November 1931 dan KAART No. 316/29 Tanggal 13 Juni 1929. Yang One binti Ode memiliki 3 orang anak di mana ketiganya adalah berjenis kelamin lerempuan bernama Timah, Senah dan Menah.

Timah memiliki beberapa keturunan salah satunya yaitu Kamsiah (tergugat III) yang bersuamikan M. Hasan. Kemudian Senah juga memiliki beberapa keturunan di antaranya bernama Hasan, Aisyah (Tergugat VI), M. Hatta (Tergugat VII). Sedangkan Menah juga memiliki beberapa keturunan yang salah satunya juga tergugat II yaitu yang bernama Alias.

Pada persidangan tersebut, saksi tergugat, Hendri, juga menunjukkan 3 surat Sporadik pecahan Surat Grant 00334. Dan saksi Hendri juga menyampaikan dalam keterangannya di muka persidangan bahwa A. Jenin sejauh ini yang diketahuinya adalah sebagai lenggarap di beberapa lahan dan bukan sebagai pemilik lahan yang ada di Sungai Raya.

Musrin, pada persidangan tersebut juga menanyakan kepada saksi Hendri, sejauh yang saksi ketahui, apakah di lokasi yang menjadi objek perkara saat ini pernah ditanami tumbuhan cabai. “Di lokasi tersebut tidak pernah ada penanaman cabai, yang ada hanya pohon bakau,” jawab saksi Hendri.

Dari kesaksian saksi Hendri ini sekaligus menepis anggapan yang selama ini disampaikan oleh Rudy Haryanto (Penggugat) bahwa di lokasi tersebut pernah ditanami tanaman cabai dan lain sebagainya.

Serta pada kesempatan yang sama di hadapan persidangan saksi Hendri juga menyampaikan bahwa pada saat selesai melakukan pengukuran dan sebelum terbitnya Surat Keterangan Pelepasan Dan Peralihan Lahan (SKPPL) dari para ahli waris (tergugat II s/d VII) kepada Gunandi (tergugat I), pihak kelurahan memberikan jeda waktu yang cukup kepada masyarakat dan apabila ada yang merasa keberaratan terkait pengukuran lahan tersebut agar menyampaikan perihal keberatannya.

Namun hinga waktu yang cukup diberikan dari kelurahan tidak ada masyarakat yang komplain/keberatan terhadap pengukuran tersebut termasuk tidak ada juga keberatan pada saat itu dari Rudy Haryanto selaku penggugat pada persidangan ini. Dan juga pada persidangan tersebut turut dihadirkan Lurah dan Camat yang mengetahui peristiwa peralihan hak dari para ahli waris (para tergugat II s/VII) kepada Gunandi (tergugat I).

Dalam kesempatan tersebut R. Novi Yohandri pada saat itu selaku Seklur Sungai Raya dan kini sebagai Camat pada Kecamatan Meral, juga mengatakan bahwa seluruh proses dari pengukuran hingga munculnya SKPPL sudah melalui prosedural sebagaimana yang selama ini dijalankan pada sistem pemerintahan di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

“Pada proses pengukuran dan sebelum penerbitan SKPPL, sudah melalui prosedural yang baik sebagaimana diatur dalam sistem pemerintahan,” kata R. Novi Yohandri.

Senada dengan yang disampaikan oleh saksi R. Novi Yohandri, saksi Trisna Gunawan, saksi Al Mizan dan saksi Andi Sofinar juga menyampaikan hal yang sama di hadapan persidangan, bahwa seluruh proses peralihan dari para ahli waris (tergugat II s/d VII) kepada Gunandi (tergugat I) sudah melalui prosedural sebagaimana yang diatur dalam aturan pemerintahan yang baik.

Kemudian Musrin PH tergugat I s/d VII menanyakan kepada Saksi R. Novi Yohandri, apakah saksi pernah dipanggil pihak Kepolisian Polda Kepri. “Pernah beberapa minggu yang lalu,” jawab saksi.

Ditanyakan kembali oleh Musrin, dalam rangka apa saksi R. Novi Yohandri dipanggil oleh pihak Kepolisian Polda Kepri. “Dimintai keterangan sebagai saksi di Polda Kepri terkait adanya laporan dari Gunandi (selaku tergugat I di PN Karimun) terhadap terlapor Rudy Haryanto (selaku Penggugat di PN Karimun), di mana terlapor Rudy Haryanto (Penggugat) diduga telah melakukan pemalsuan dokumen sebagai dasar dari gugatannya ke PN Karimun,” jelas R. Novi Yohandri.

Pada kesempatan yang sama Musrin PH para tergugat menyampaikan bahwa atas kesaksian yang disampaikan dari instansi baik dari kelurahan maupun dari kecamatan tersebut, telah nyata dan terang benderang bahwa atas gugatan yang dilayangkan oleh Rudy Haryanto selaku penggugat terhadap para kliennya adalah sangat tidak beralasan.

Dan juga Musrin menyampaikan kepada awak media, kiranya agar Yang Mulia Majelis Hakim dalam memeriksa dan serta menyikapi perkara ini agar benar-benar memberikan serta menegakkan supremasi hukum yang berkeadilan, sebagaimana yang digaung-gaungkan dan cita-citakan oleh Presiden Republik Indonesia. (r/taufik)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24