Pesawat Boeing China Eastern Jatuh di Guangxi Berusia Baru 6 Tahun, Ada Apakah?

China Eastern Airlines
China Eastern Airlines (Foto: AFP/HECTOR RETAMAL)


WARTAKEPRI.co.id – Pesawat Boeing 737-800 China Eastern Airlines jatuh di Guangxi, China, dan memicu kebakaran di pegunungan, Senin (21/3/2022) waktu setempat. Pesawat jatuh di pedesaan dekat kota Wuzhou, wilayah Guangxi.

Namun, sejauh ini belum ada kabar soal korban jiwa dari maskapai yang membawa 133 orang tersebut. Pesawat ini disebut baru berusia 6 tahun.

Penyebab jatuh pesawat berusia 6 tahun ini akan butuh waktu lama. Lalu adakah kecurigaan kegagalan sistem, dan mungkinkah dikaitkan perang Rusia vs Ukraina dimana China mendukung Rusia? Sedangkan pesawat Pesawat Boeing merupakan perusahaan Amerika yang mendukung Ukraina. Semua masih pertanyaan besar yang mungkin tidak ada jawabannya.

Honda Capella

Lalu, bagaimana spesifikasi pesawat Boeing 737-800 yang Jatuh di China. Boeing 737-800 merupakan varian 737NG atau next-generation. Seri Boeing 737NG tersebut mempunyai tiga varian saat ini yakni 737-700, 737-800, dan 737-900.

Secara dimensi, pesawat ini memiliki panjang 39,5 meter, sayap selebar 35,8 meter, dan tinggi 12,5 meter, mengutip situs Delta.

Untuk mesin yang digunakan berjenis CFM-56 dengan dua turbofan (wing mounted) dan kecepatannya dapat mencapai 850 km per jam, serta daya jelajahnya hingga 4.563 km.

Pesawat ini juga disebut punya banyak keunggulan dari versi klasik karena beberala ubahan teknis. Sebagai contoh pesawat diklaim lebih aerodinamis dan menampung bahan bakar lebih banyak sehingga berpengaruh terhadap daya jelajah.

Dari segi fasilitas pada kabin, pesawat ini juga sudah mendapat peningkatan seperti tombol layanan penumpang, lampu LED, hingga bagian jendela.

BACA JUGA Wanita Cantik Asal Indonesia Ini Korban Pesawat Jatuh di Perth Australia

Pesawat ini juga disebut dapat memuat 160 orang dan kapasitas maksimalnya hingga 186 orang, menutut KLM. Di Indonesia, sejumlah maskapai turut menggunakan pesawat ini antaranya Sriwijaya Air, Lion Air, dan Garuda Indonesia.

Sementara pesawat kepresidenan Indonesia, Boeing Business Jet 2 (BBJ2), basisnya diketahui menggunakan pesawat Boeing 737-800. Disebutkan bila dek penerbangan BBJ2 mengakomodasi pilot dan co-pilot serta menggabungkan banyak fitur dari pesawat Boeing 737-800.

Sejarah Boing

Boeing 737 merupakan salah satu jenis komersial berbadan sempit dengan mesin ganda (twin jet) yang diproduksi oleh Pabrik Boeing di Seattle, Amerika Serikat.

Awalnya pesawat ini merupakan pengembangan versi murah dari Boeing 707 dan 727 dengan kapasitas yang lebih sedikit dan berjarak pendek.

737 adalah produk yang paling laris di pasar penerbangan dunia dengan penjualan lebih dari 15,533 unit hingga bulan Maret 2019 dengan pesanan yang belum terkirim mencapai 4703 unit pada bulan Maret 2019. Boeing 737 merupakan pesaing utama dari pesawat berlorong tungal keluaran Airbus yaitu A320. (*)

Sumber : CnnIndonesia
Editor : Dedy Suwadha

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News