BC Kepri Tegah 138 Ribu Benih Lobster, Senilai Rp 14 Miliar, Selundupkan ke Singapura

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Satuan patroli Bea Cukai Kepulauan Riau (Kepri) berhasil menggagalkan penyelundupan 138 ribu ekor benih lobster, Sabtu (26/3/2022).

Benih lobster yang diduga akan dibawa menuju Singapura tersebut bernilai Rp 14 miliar.

“Dari hasil pencacahan oleh petugas, diketahui benih lobster yang akan diselundupkan terdiri atas du jenis, yakni benih lobster pasir dan jenis benih lobster mutiara,” terang Kepala Kantor Wilayah DJBC Khusus Kepri, Akhmad Rofiq, Minggu (27/3/2022).

Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi masyarakat, dimana peran serta dalam penegahan ribuan bibit lobster ini. Dalam penegahan tersebut, Bea Cukai Kepri mengerahkan 5 unit kapal patroli, berupa 4 unit speedboat serta 1 unit FPB 28 meter.

“Usaha penyelundupan ini berhasil digagalkan karena informasi yang diberikan masyarakat kepada petugas Bea Cukai,” ungkapnya.

Selanjutnya Rofiq membeberkan kronologis kejadian, berawal ketika pengembangan informasi yang didapat dari masyarakat, unit patroli melakukan penjagaan pada beberapa titik yang diduga akan dilewati oleh para pelaku.

“Akhirnya, pada Sabtu 26 Maret 2022, sekitar pukul 03.30 WIB, petugas mengamati sebuah speedboat melintas dengan kecepatan sangat tinggi. Curiga dengan gerak-gerik tersebut, petugas berusaha mendekati dengan memberikan aba-aba kepada pelaku untuk segera berhenti, agar dapat dilakukan pemeriksaan,” paparnya.

Namun kata Rofiq, bukannya berhenti speedboat tersebut, para pelaku justru menambah kecepatan dan berusaha melarikan diri dari pemeriksaan. Sadar tidak dapat meloloskan diri, akhirnya speedboat kemudian dikandaskan di sebuah pulau.

“Sekitar pulau Batam, dan para pelaku melarikan diri melalui hutan bakau,” ujarnya.

Setelah dilakukan pengamatan sekaligus pengejaran selama kurun waktu 2 jam, Rofiq menyebut, petugas akhirnya berhasil mengamankan dan menyita barang bukti berupa speedboat dan benih lobster yang dikemas dalam 30 kotak styrofoam.

“Terhadap barang bukti berupa speedboat dan benih lobster, selanjutnya dilakukan tindakan pengamanan dengan cara ditarik menuju dermaga Bea Cukai Kepri,” pungkasnya.

Rofiq menambahkan, benih lobster merupakan komoditi dengan resiko kematian yang tinggi.

Mengingat hal tersebut, dilakukan pencacahan dan pemrosesan administrasi, petugas segera melakukan persiapan untuk melepaskan ribuan bibit lobster ini.

Masih kata Rofiq, pelepasliaran dilakukan di perairan Karimun pada. Baik proses pencacahan, pemrosesan administrasi, maupun pelepasliaran, pihaknya menggandeng petugas dari Badan Karantina Ikan, Pengendali Mutu, dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), beserta Pengawasan Sumber Daya Kelautan Dan Perikanan (PSDKP) Kepulauan Riau.

“Kekayaan alam Indonesia salah satunya merupakan lobster. Lobster jika dikelola dengan baik, dan diekspor sesuai dengan ketentuan, akan mendatangkan devisa yang sangat besar. Sehingga Bea Cukai Kepri selalu siap mengamankan setiap kebijakan pemerintah dalam pemulihan perekonomi nasional,” tandasnya.(rls)

FANINDO

Honda Capella