Gara gara Jaringan Internet, Masyarakat Pasir Panjang Anambas Minta Audensi dan Tolak Pariwisata

574
Wisata Pantai Pasir Panjang anambas
Masyarakat Pasir Panjang Anambas Minta Audensi

WARTAKEPRI.co.id, ANAMBAS – Kebutuhan Masyarakat Pesisir terkait Jaringan Telekomunikasi atau jaringan internet hingga saat ini masih di perdebatkan. Sejak Kabupaten Natuna hingga Kabupaten Kepulauan Anambas beberapa Desa di Anambas hingga saat ini belum terjangkau jaringan internet seperti daerah daerah lainnya yang sudah terlebih dahulu menikmati dan merasakan wilayahnya ada dan tersentuh oleh jaringan internet.

Kebutuhan jaringan telekomunikasi di era modern seperti sekarang ini sangat dibutuhkan oleh masyarakat, salah satunya seperti Desa Landak Kampung Pasir Panjang Kecamatan Jemaja, Desa Sunggak, dan Desa Keramut yang berada di Kecamatan Jemaja Barat hingga saat ini belum terkoneksi internet, pasalnya ada beberapa kendala seperti belum memiliki tower jaringan, dan bahkan ada tower tidak ada jaringan.

M. Sandra salah satu masyarakat Desa Landak yang tinggal di Pasir panjang langsung merespon terkait belum merdekanya Singal di Pasir Panjang, hak ini di anggap pemerintah daerah belum sepenuhnya memperhatikan masyarakat di bidang jaringan telekomunikasi.

“Kenapa Pasir Panjang ini tidak dapat sinyal, sudah di bangun tower akan tetapi sinyalnya tidak sampai sampai, kita ketahui bersama bahwa Desa Landak yang paling terkenal itu Pasir Panjang karena Objek Wisatanya, bukannya kita ketahui pemerintah saat ini tengah menggalakkan pariwisata, kalau jaringan tidak ada gimana mau para wisatawan berkunjung ke daerah kami, dan kami bagaimana mau promosikan wisata kami ke dunia luar,” ucapnya di salah satu grup WhatsApp yang ada di Kecamatan Jemaja.

Lanjut masih M. Sandra dirinya bahkan menyarankan kepada pemerintah agar jaringan telekomunikasi di Desa Landak Kampung Pasir Panjang segera terealisasi dan bisa dirasakan oleh masyarakat luas.

“Saran saya sebagai warga Pasir Panjang. kalau pun ada rencana tower mini atau tower bantu mohonlah di realisasikan dengan sukses, biar pemerataan pembangunan di sektor telekomunikasi merata, jangan seolah olah pasir panjang menjadi ajang penjualan objek wisata namun realisasinya nol besar, saya very Pasir Panjang wajib mendapatkan jaringan internet karena Pasir Panjang merupakan tempat Objek Wisata yang di miliki oleh Kabupaten Kepulauan Anambas,” ucapnya lagi penuh harap.

M. Sandra juga mendengar informasi bahwa tower mini yang sudah di bangun oleh Pemerintah akan di alihkan ke salah satu tempat yang ada di Anambas.

“Saya dengar tower mini kita yang sudah di bangun ini akan di alihkan ke salah satu tempat, mudah mudahan hal ini tidak terjadi,” ucapnya.

Pantai pasir panjang anambas

Sementara itu Raja Hermansyah yang juga warga Desa Landak bertempat tinggal di Pasir Panjang juga mengeluhkan terkait jaringan telekomunikasi Internet red yang tidak kunjung terealisasi oleh pemerintah, bahkan dirinya juga sempat bertanya terkait bantuan tower mini asal usulnya bantuan tersebut.

“Tower mini yang untuk Pasir Panjang siapa yang kasih, kominfo?, lah kominfo sendiri tidak tau dimana itu Pasir Panjang, hak ini kami anggap suatu keanehan, masak instansi pemerintah Kominfo red tidak tau kalau ada wilayahnya yang selama ini tidak memiliki akses jaringan internet, lucu,” tulisnya dalam komentar di salah satu grup WhatsApp masyarakat Jemaja.

Sementara itu Apri yang juga masyarakat Pasir Panjang yang tinggal di Tanjungpinang mengajak masyarakat Pasir Panjang untuk berdialog dengan pemerintah, terkait bagaimana dengan daerah yang belum dijangkau sama sinyal dengan tower baru yang di maksud, apakah dari pemerintah ada solusinya, terutama pemerintah Desa.

Apri menganggap permasalahan ini merupakan ketidak seimbangan pemerataan penyebaran sinyal, mengingat Pasir Panjang merupakan Desa pariwisatanya Desa Landak, yang harus didukung untuk mempromosikan keindahan pantai dan terumbu karangnya, dan jika memang ada solusi dari pemerintah daerah maupun Desa, mari kita buat kesepakatan agar jaringan segera terealisasi dan terwujud serta bisa dirasakan oleh masyarakat.

Bahkan Apri berharap kepada pemuda serta masyarakat serta para pemikir yang ada di Pasir Panjang untuk membuat surat audensi bersama pemerintah Desa hal ini diagendakan agar pemerintah Desa, daerah, provinsi, maupun pusat tau kalau Pasir Panjang salah satu objek wisata Anambas yang belum terjangkau jaringan internet puluhan tahun.

“Kami berharap nantinya akan ada surat audensi terhadap pemerintah Desa terkait permasalahan ini, tujuannya agar pemerintah tau kalau wilayah kami tidak ada akses internet puluhan tahun,” ucapnya.

Disela sela akhir perdebatan M. Sandra kembali menyampaikan bahwa sudah banyak para wisatawan baik lokal maupun mancanegara yang datang ke Pasir Panjang untuk berswafoto dengan cara live, eh tiba tiba sekali dilihat ternyata jaringan internet nya tidak ada.

“Iye bg, saye kadang bingung bg. Tamu tamu dari luar liat pasir panjang bagus, dan turun untuk melakukan foto-foto, Eh tiba tiba signalnya tidak ada, bahkan ada wisatawan yang sempat bertanya kepada saya, namun saya tidak bisa menjawab terkait keluhan pengunjung,” ucapnya lagi.

Kemudian M. Sandra juga menganggap Pemimpin di Desa ini pura pura tidur, dirinya juga menganggap bahwa pemerintah Desa hanya mengambil keuntungan semata dengan cara menjual objek wisata Pasir Panjang.

“Pemimpin kite ni pura pura Mela tidur mungkin.
yang jelasnya mau ambil ke untungan saja dari Pasir Panjang, alias jual nama, pasalnya dapat bantuan barang tidak pernah sampai ke Pasir Panjang, kemudian jika nanti ada acara tentang pariwisata di Pasir Panjang, saya orang yang pertama yang akan menolak dan kita arahkan ke tempat lain saja yang ada signalnya,” tutupnya.

Hingga berita ini di tayangkan belum ada tanggapan resmi dari pemerintah daerah yaitu Kominfo Kabupaten Kepulauan Anambas, untuk menjawab keluhan masyarakat terkait jaringan telekomunikasi di Pasir Panjang Desa Landak Kecamatan Jemaja Kabupaten Kepulauan Anambas Provinsi Kepulauan Riau.(Rama)

Honda Capella

FANINDO