Bupati M Nizar Jemput Bola Anggaran ke Kementerian Untuk Pembangunan Pamsimas dan Sanitasi di Lingga

265
Jemput Bola Pembangunan Pamsimas dan Sanitasi di Lingga
Pembangunan Pamsimas dan Sanitasi di Lingga

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Pemerintah Kabupaten Lingga melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang ( DPUTR) Kabupaten Lingga terus gencar melakukan upaya pengembangan pembangunan sarana dan prasarana yang merata baik bangunan penunjang perkantoran, jalan maupun pembangunan yang bersifat Swakelola melalui program Dana Alokasi khusus ( DAK) di Kabupaten Lingga.

Di tengah pandemi Covid 19 yang masih belum hilang baik di dunia maupun di Indonesia sendiri tentunya sangat berpengaruh kepada APBN maupun APBD, sehingga hampir seluruh anggaran pembangunan dipangkas untuk kebutuhan penanganan dan pemulihan ekonomi pasca kasus covid 19 melanda Indonesia.

Pemerintah pusat dan daerah terus berupaya menggelontorkan bantuan guna membantu pemulihan ekonomi yang mana 2 (dua) tahun terakhir pasca Covid 19. Memporak poranda ekonomi masyarakat baik nasional maupun Daerah.

Honda Capella

Di tengah pemangkasan anggaran yang luar biasa baik di tingkat Nasional, Provinsi maupun Kabupaten/Kota yang membuat seorang pimpinan di tingkat Daerah harus berupaya maksimal agar pembangunan terus ada dan berjalan sesuai program serta Visi Misi daerahnya.

Pemerintah Daerah Kabupaten Lingga yang dipimpin Bupati M. Nizar terus melakukan upaya-upaya koordinasi ke tingkat provinsi hingga tingkat pusat bersama Organisasi Perangkat Daerah ( OPD ) terkait seperti DPUTR Lingga guna menjemput APBN guna untuk menopang kekurangan APBD yang di Tahun 2022 ini banyak pemangkasan dikarenakan berkurangannya bantuan Dana Alokasi Khusus ( DAK) dari pemerintah pusat ke Kabupaten lingga dan ini terjadi hampir di seluruh Daerah di Indonesia karena dampak dari pandemi Covid 19.

Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Lingga melalui Kepala Bidang Cipta karya dan Bina konstruksi menyampaikan di 2 (dua) tahun terakhir pasca Covid 19 melanda Indonesia dan Kabupaten Lingga Tahun 2022 ini sangat mengalami pengurangan bantuan DAK dari Pusat sehingga ada beberapa kegiatan baik konstraktual maupun swakelola yang sudah diagendakan dipangkas mengingat keterbatasan anggaran yang ada.

“Pasca pandemi Covid 19 ini memang sangat berpengaruh kepada DAK kita, tahun 2022 banyak pemangkasan anggaran dikarenakan bantuan DAK di dinas kita berkurang,” jelas Deden Trisnawijaya, ST selaku Kabid Cipta karya dan bina konstruksi DPUTR Kabupaten Lingga.

Namun walaupun di tengah keterbatasan anggaran yang ada semangat untuk terus membangun serta menjalankan program visi dan misi Kabupaten Lingga tetap di laksanakan hal ini terbukti dengan terus gencarnya Bupati Lingga M. Nizar dan OPD terkait melakukan koordinasi jemput bola ke pusat agar kementerian terkait di pusat bisa memplot sebagian anggarannya untuk membantu pembangunan di Lingga.

” Kami Dinas PUTR bersama pak Bupati M. Nizar terus berupaya dan tetap optimis jemput bola ke kementerian terkait guna mendapatkan bantuan anggaran untuk pemerataan pembangunan di Kabupaten Lingga,” harapnya.

Di tahun 2022 DPUTR Lingga khususnya di Bidang Cipta Karya dan Bina konstruksi mengalami pengurangan DAK yang sangat jauh dari tahun-tahun sebelumnya, dimana pada tahun 2021 kemarin DAK program Pamsimas dan Sanimas ( Swakelola) Bidang Cipta Karya dan Konstruksi mendapatkan bantuan DAK sebesar Rp. 16.592.490.000 untuk program Pamsimas di peruntukan pada 15 Desa dan untuk Sanimas sebesar 16.362.734.000 yang diperuntukan pada 16 Desa sedangkan di Tahun 2022 ini bantuan DAK baik Pamsimas maupun Sanimas tidak sama Seperti tahun dulu dan sangat jauh berkurang.

” Tahun 2022 ini kegiatan Swakelola DAK di bidang kita hanya 19 Desa yang tahun kemarin 2021 31 Desa. Jauh sekali berkurang, namun kita semua optimis dengan bersama-sama berjuang dan berusaha insyaallah anggaran pusat bisa lebih banyak turun ke Kabupaten Lingga,” jelasnya.

Pamsimas dan Sanitasi di Lingga

Pamsimas 2021

Adapun rincian dan jumlah Desa DAK Program air minum berbasis masyarakat (Pamsimas) 2021 dan yang mendapat bantuan program ini ada 15 Desa dengan total pagu. Rp. 16.592.490.000. Nama Desa yang dapat program Air Minum 2021 adalah :
1. Kelurahan Raya
2. Desa Sungai Raya
3. Persing
4. Sungai Pinang
5. Resun Pesisir
6. Penaah,
7. Tanjung Lipat
8. Pulau Batang
9. Temiang
10. Kuala Raya
11. Keton
12. Suak Buaya
13. Mensanak
14. Marok Kecil
15. Rejai.

Sanitasi 2021

Kemudian di program sanitasi berbasis masyarakat ( sanimas) mendapatkan bantuan DAK dengan jumlah 16 Desa yang dapat dengan pagu sebesar. Rp. 16.362.734.000. Nama desa yang dapat program sanitasi 2021 antara lain adalah :
1. Desa Bakong,
2. Mepar,
3. Mensanak,
4. Desa Posek,
5. Suak Buaya,
6. Busung Panjang,
7. Marok Kecil,
8. Kelombok,
9. Posek,
10. Penuba,
11. Duara,
12. Rejai,
13. Sungai Harapan,
14. Kelumu,
15. Bukit Langkap,
16. Sungai besar.

Kemudian di tahun 2022 Jumlah Desa DAK thn 2022 pamsimas mengalami penurunan dari tahun sebelumnya hannya 9 Desa dengan pagu dana Rp. 7.884.092.000. Nama Desa yang dapat program pamsimas adalah
air minum 2022 :
1. Pelakak
2. Merawang
3. Desa Bukit Langkap
4. Kerandin
5. Duara
6. Bukit Harapan
7. Sungai Besar
8. Benan
9. Sungai Buluh.

Begitu juga dengan program Sanitasi juga menngalami pengurangan dari tahun sebelumnya hannya 10 desa dengan pagu dana Rp. 5.083.429.000 Nama Desanta dan program Sanitasi 2022 adalah:
1. Busung Panjang
2. Tanjung Harapan
3. Sedamai
4. Mentuda
5. Bukit Langkap
6. Desa Linau
7. Mamut
8. Baran
9. Rejai
10.Temiang.(*)

Tulisan : Ravi Azhar

FANINDO