Kerja Maksimal Dinas Perhubungan Membangun Konektivitas antara Pulau di Kabupaten Lingga

270
Kerja Maksimal Dinas Perhubungan Membangun Konektifitas antara Pulau di Kabupaten Linnga
Movable bridge (MB) di Pelabuhan RORO Jagoh
Plt. Kadishub Lingga, HENDRY EFRIZAL

WARTAKEPRI.co.id, LINGGA – Dinas perhubungan Kabupaten Lingga (Dishub) terus berupaya optimal kan pembangunan baik di darat maupun di laut untuk mendukung Visi dan misi Bupati dan wakil Bupati Lingga, serta mempermudah akses masyarakat Kabupaten Lingga baik darat dan laut.

Lingga merupakan Kabupaten yang terdiri dari lebih kurang 531 pulau kecil dan besar dengan 447 pulau belum berpenghuni, di mana ada tiga pulau besar yaitu Pulau Singkep, Pulau Lingga serta Senayang.

Ketiga pulau ini dikelilingi oleh lautan yang begitu luas sehingga sangat diperlukan sarana dan prasarana laut sebagai Konektivitas antara satu pulau dengan pulau yang lainnya. Tidak hanya itu kabupaten lingga juga mempunyai akses darat yang tak kurang pentingnya seperti laut.

Honda Capella

Daratannya yang luas, dan masih banyak akses jalan yang belum memadai, rambu – rambu jalan yang masih minim, penerangan jalan yang masih belum memadai sehingga memerlukan perhatian serius baik dari pemerintah kabupaten maupun provinsi dan pusat demi terwujudnya pemerataan pembangunan di masyarakat Lingga

Dinas Perhubungan merupakan salah satu OPD penting dalam penggerak pembangunan di Kabupaten Lingga yang berhubungan dengan sarana dan prasarana masyarakat lingga yang mana mayoritas masyarakatnya tinggal di pesisir dan di pulau – pulau terpencil, tentunya dengan keterbatasan dan kemampuan anggaran Daerah ( APBD ) untuk memenuhi prasarana masyarakat yang banyak Desa dan pulau -pulau tidaklah mudah, namun program dan visi misi pemerintah Daerah tetap harus di dukung, untuk itu Dishub lingga terus berupaya melakukan koordinasi ke provinsi dan Pusat guna mendapatkan solusi tambahan untk sarana prasarana dengan menggunakan DAK atau pihak-pihak swasta lainnya.

Pemasangan Deliniator

” Yang terpenting adalah Dishub berupaya menjalankan visi misi pimpinan daerah, melanjutkan pembangunan khususnya bidang Perhubungan laut dan darat,” ungkap Plt. Kadishub Lingga, Hendry Efrizal.

Dishub Lingga terus berupaya mendukung penuh program pemerintah Kabupaten Lingga sesuai dengan kemampuan anggaran yang sudah di tentukan di OPD Dishub sendiri, di tahun 2021 kemarin Dishub Lingga melakukan pembangunan sarana dan prasarana antara lain.

Pembangunan Halte, pemeliharaan pita kejut, pemeliharaan warning ligt, pemeliharaan cermin tikung, pemeliharaan deniliator, jaringan dan instalasi listrik pelabuhan RORO Penarik, rehabilitasi dermaga dan movable bridge ( MB) penyeberangan RORO Jagoh

Serta di tahun 2022 ini Dishub Lingga kembali akan melanjutkan program pengembangan sarana dan prasarana seperti, pemasangan JPU di jalan umum, pemeliharaan JPU di jalan umum, pemeliharaan rambu – rambu, dan pembuatan pos portal retribusi otomatis.

Kemudian di bidang laut Dishub Lingga juga terus menggesa pembangunan sarana dan prasarana antara lain, Dermaga, tambatan perahu, rehab dermaga sesuai dengan kemampuan anggaran yang sudah ada di bidang laut.

Pengembangan pembangunan sarana dan prasarana yang dilakukan OPD Dishub merupakan semata – mata untuk melakukan pelayanan yang baik dan nyaman kepada seluruh masyarakat Kabupaten Lingga baik itu di bidang transportasi laut maupun darat

” Kita akan berupaya semaksimal mungkin melayani masyarakat kabupaten lingga khususnya dalam pelayanan yang menyangkut transportasi laut dan darat, mengupayakan fasilitas, sarana dan prasarana yang berhubungan dengan konektivitas antar desa, kecamatan dan kabupaten, bahkan konektivitas antar provinsi,” harap Hendry Efrizal.

Meski pandemi Covid 19 belum berakhir dan dampak dari pandemi ini sendiri sangat segnifikan terhadap pengurangan anggaran sehingga banyak kegiatan di pangkas, namun Dishub Lingga tetap optimis dan bekerja keras tentunya dalam upaya – upaya mengoptimalkan program Bupati dan wakil Bupati Lingga

” Kita harus optimis walaupun pandemi Covid 19 belum berakhir dan mengakibatkan pemangkasan anggaran, insyaallah kita terus berupaya mempertajam kembali program kepala daerah dan wakil kepala daerah dalam memenuhi visi misi bupati dan wakil bupati Lingga,” harapan Hendry Efrizal

Selanjutnya mengenai jalan raya yang berada di kabupaten lingga khususnya yang berada di Pulau Lingga di lihat di lapangan akses jalan sudah menembus sampai ke ujung Pulau Lingga seperti Desa Belungkur, Desa Sekanah, dan Desa Kelumu Dusun Serteh, namun demikian di Wilayah Timur Kota Daik Lingga Aspal jalanya hanya sampai di Desa Kudung Kecamaatan Lingga Timur.

Kemudian di Desa Kelumu hannya sampai kelumu saja belum ke dusun sertih begitu juga dengan Desa Sekanah Kecamatan Lingga Utara Hannya sampai di Desa Duara saja, meski demikian jika di lihat di lapangan pembanguanan jalan di Pulau Lingga terus di upayakan pengaspalan baik itu jalan pemerintah kabupaten maupun provinsi dan Pusat.

” jika kita lihat akses jalan di pulau Lingga ini sudah mulai ada kemajuan karena sudah sampai ke pelosok-pelosok Desa, tinggal proses pengaspalan yang masih bertahap sesuai anggaran rasa saya,” terang Mulyono Kades Kerandin.

Tentunya harapan semua masyarakat Lingga sarana prasarana jalan umum untuk lebih di optimalkan rambu-rambu maupun pembatas jalan dan aksesoris jalan raya lainnya.

“harapan kita karena jalan kota satu arah agar di setiap jalan pembatas dann Rambu-rambu jalannya lebih di lengkapi lagi agar tidak ada korban lalu lintas,” harapnya.

“Kemudian khususnya di Kerandin ada jalan aset provinsi panjangnya 9 km mulai dari Bukit Langkap dan Kerandin sejak 2001 hingga sekarang belum tersentuh oleh anggaran Provinsi dan kondisinya rusak parah dan itu berada dalam jalan Poros Kampung,” tambahnya.

Pulau Lingga yang terdiri dari ratusan pulau dan puluhan Desanya berada di Pesisir Pantai dan terdiri dari 3 pulau besar membuat pulau di Lingga sangat butuh akses dermaga di setiap Desanya guna mempermudah akses konektivitas dan aktivitas masyarakat karena mayoritas masyarakat pesisir bekerja sebagai nelayan.

Dishub Kabupaten Lingga terus berupaya membangun Dermaga di pulau-pulau besar maupun di Desa-Desa yang bisa di jangkau dengan kemampuan anggaran yang ada serta melengkapi fasilitas pelabuhan agar masyarakat merasa nyaman ketika berada di pelabuhan.

Mengenai sarana dan prasarana yang ada di setiap dermaga yang ada di Pulau Lingga terutama yang di singgahi kapal veri baik yang ingin berurusan ke Tanjungpinang, Batam, Dabo Singkep, Senayang dan Ibu Kota Daik Lingga Sudah di rasakan sudah cukup baik. Namun ada beberapa yang harus di benah seperti ruang tunggu yang mungkin lebih besar agar tidak berdesakan saat musim libur atau mudik lebaran ini dilihat di ruang tunggu pelabuhan Tanjung Buton Daik Lingga.

” Menurut hemat saya sudah baik fasilitas yang ade di pelabuhan kita, mungkin ada beberapa aja yang perlu pembenahan, itupon mungkin pas moment-moment tertentu, seperti libur sekolah, mudik lebaran, yang mungkin penumpang lebih ramai sehingga perlu ruang tunggu pelabuhan Tanjung Buton yang lebih besar,” jelas Syafarudin, Kades Nerekeh. (*/ad)

Kiriman : Ravi Azhar

FANINDO