Maling HP Sopir Truk Dicokok Polisi di Pangkalan Ojek Jodoh

327
T terduga pelaku pencurian HP milik sopir truk di Pasar Tos 3000 Lubuk Baja
T terduga pelaku pencurian HP milik sopir truk di Pasar Tos 3000 Lubuk Baja, Batam. (Foto: Istimewa)

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Apes memang nasib T. Hanya karena satu unit Handphone (HP), ia harus berurusan dengan polisi. Bahkan, terancam dipenjara selama 5 tahun.

T dicokok tim gabungan dari Opsnal Reskrim Polresta Barelang dan Reskrim Polsek Lubuk Baja di pangkalan ojek Jodoh pada Sabtu malam, 16 April 2022.

Ia ditangkap karena diduga telah melakukan pencurian HP milik seorang sopir truk yang saat itu memarkirkan kendaraannya di Pasar Tos 3000, Kecamatan Lubuk Baja.

Kapolresta Barelang melalui Kapolsek Lubuk Baja Kompol Budi Hartono mengatakan, T diamankan atas tindak pidana pencurian atau pertolongan jahat yang terjadi pada hari Kamis, 14 April 2022.

“Kejadian berawal saat korban memarkirkan kendaraan truknya di pasar Tos 3000, dan meletakkan HP miliknya di atas kursi mobil,” jelas Budi dalam keterangan tertulis diterima, Minggu (17/4/2022).

Sekembalinya korban dari memuat barang, ia melihat HP miliknya sudah tidak ada. Ia kemudian pergi mengecek CCTv yang ada di sekitar lokasi tersebut. “Di CCTv terlihat HP korban diambil pelaku,” sambung Budi.

Mengetahui hal itu, korban langsung membuat laporan kepolisian ke Polsek Lubuk Baja Polresta Barelang. Ia mengalami kerugian materiil sebesar Rp3.800.000.

Setelah mendapat laporan, tim gabungan yang dipimpin Kanit Opsnal Reskrim Polresta Barelang melakukan serangkaian penyelidikan dan pemeriksaan para saksi yang berkaitan dengan kasus tersebut.

“Tim gabungan berhasil menangkap terduga pelaku di pangkalan ojek Jodoh,” kata Budi.

T usai ditangkap digelandang ke Polsek Lubuk Baja beserta barang bukti hasil kejahatannya guna pemeriksaan dan penyelidikan lebih lanjut terhadap perkara tersebut.

Adapun barang bukti yang diamankan dari tangan T adalah 1 unit HP merek Oppo F7 warna merah, serta 1 lembar nota toko ponsel dengan nomor 02238 tanggal 3 Agustus 2018.

“Atas perbuatannya, T dijerat dengan Pasal 362 KUHPidana jo 480 KUHPidana dengan ancaman hukuman penjara paling lama 5 tahun,” demikian Budi. (taufik)

Honda Capella