Kadinkes Anambas Akui Obat Anti Nyeri Kosong di RSUD Tarempa, Ini Penyebab

Komentar Kadinkes

Mendengar hal tersebut Media Wartakepri.co.id mencoba mengkonfirmasi kepada direktur RSUD Tarempa, namun direktur sedang tidak berada di tempat, Media ini di sambut oleh Muslim Kepala Tata Usaha (KTU) di dampingi oleh Ade Syafarullah Kepala Instalasi Farmasi RSUD Tarempa di ruangan KTU lantai tiga RSUD Tarempa, Senin, 18/4/2022.

“Oh ya Pasien yang dari Puskesmas tadi ya, benar beliau minta di suntik kakinya karena sakit yang teramat dahsyat, Obat yang dimaksud oleh pasien adalah obat anti nyeri, benar obat tersebut sedang kosong di RSUD Tarempa, sejak dua Minggu yang lalu, namun obat obatan berbentuk tablet kita masih memadai, kalau untuk kapan obat anti nyeri yang untuk di suntikkan masuk ke RSUD silahkan pertanyakan kepada Dinas,” ucap Ade Syafarullah kepada Wartakepri.co.id di ruangan KTU.

PKP EXPO

Muslim Kepala Tata Usaha KTU RSUD Tarempa saat di konfirmasi mengatakan bahwa saat ini RSUD Tarempa tidak memiliki pagu anggaran untuk pengadaan seperti pengadaan obat dan lain sebagainya melainkan hanya mengurusi rutin saja.

“RSUD Tarempa hanya mengurusi Rutin, jadi kalau untuk yg lainnya silahkan pertanyakan kepada Dinkes, karena RSUD ini hanya mengurusi seperti belanja makan pasien, bayar listrik, bayar pembersih ruangan, dan lain lain, kalau untuk pengadaan obat, dan kegiatan kegiatan besar di urus oleh Dinas, kami berharap kepada Dinkes Anambas agar pengadaan obat segera direalisasikan, jangan menunggu keluhan dari pasien yang berobat di RSUD ini,” harapnya.

Sementara itu Plt Kepala Dinas Kesehatan, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DKPPKB) Kabupaten Kepulauan Anambas Yessy Ariesandy mengatakan kepada wartakepri.co.id, bahwa dalam waktu dekat obat yang kosong akan segera datang di Kepulauan Anambas, hal ini dikarenakan adanya perubahan data yang harus diverifikasi.

“Sedang proses tender, dan saat ini dalam penyusunan, kita sesuaikan dengan peraturan presiden tentang pengadaan barang dan jasa nomor 12 tahun 2021, semuanya harus mengikuti aturan tersebut, karena ini bukan belanja langsung, kita sudah usahkan dalam waktu dekat akan datang, untuk antisipasi para pasien sebelum obat tersebut datang, obat anti nyeri yang lainnya bisa di gunakan, tergantung konsultasi dengan dokter, jadi pelayanan di RSUD Tarempa dipastikan aman, saya berharap kepada apoteker RSUD agar selalu berkonsultasi dengan dokter,” ucapnya.(Rama).

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG