Reintegrasi Sosial WBP, Panen Perdana Jagung, Yogi: Bekal Warga Binaan Setelah Bebas

Reintegrasi Sosial bidang pertanian, Rutan Kelas IIB
Reintegrasi Sosial bidang pertanian, Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun panen perdana jagung di atas lahan seluas satu hektar.(Foto : Ist)


WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Guna mewujudkan reintegrasi sosial dengan tujuan dari sistem Pemasyarakatan, yang berfokus pada upaya pemulihan kembali hubungan hidup, kehidupan, dan penghidupan WBP, Rutan Kelas IIB Tanjungbalai Karimun melaksanakan panen perdana jagung, Rabu (11/5/2022).

Pada panen perdana dengan menggunakan benih jagung bisi tongkol di lahan seluas 1 hektar tersebut turut serta dihadiri oleh Ketua DPRD Kabupaten Karimun, Yusuf Sirat ini guna menyatukan persepsi warga binaan pada bidang pertanian, perikanan dan peternakan diluar tembok Rutan.

“Kegiatan yang sangat positif, tujuannya adalah sebagai bekal para warga binaan kelak jika bebas nanti. Yang tadinya warga binaan tidak tau akan menjadi tau, yang mengerti (pakar) akan menjadi praktisi dengan mempraktekkannya sendiri,” terang Kepala Rutan Kelas IIB Tanjungbalai, Yogi Suhara.

Honda Capella

Kata Yogi selanjutnya hasil panen jagung tersebut nantinya akan dikonsumsi oleh seluruh warga binaan. Dimana reintegrasi sosial bidang pertanian ini diharapkan mampu memotivasi para warga binaan agar dapat bercocok tanam dengan baik.

“Dengan melibatkan seluruh warga binaan, termasuk kebersihan dan juga pemeliharaan tanaman jagung, dengan waktu panen hingga 4 bulan,” paparnya.

Pihaknya juga menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi kepada Ketua DPRD Kabupaten Karimun, yang telah peduli dan ikut berkontribusi dalam reintegrasi sosial WBP pada bidang pertanian ini.

“Terimakasih kepada Bapak Yusuf Sirat, yang banyak membantu mulai dari pengadaan benih bibit jagung, pupuk hingga sarana dan prasarana penunjang lainnya,” kata Yogi.

Untuk kedepannya, Yogi berharap bersama dengan Stakeholder terkait lainnya, yakni Ketua DPRD Karimun dan juga Ketua Himpunan Pengusaha Mikro, Kecil dan Menengah Indonesia (Hipmikimdo) Kabupaten Karimun Arif Hutanan memberikan penyuluhan bagi para warga binaan, agar mendapatkan pengetahuan cara bercocok tanam, berkebun dan memelihara ikan dengan baik.

“Nantinya akan dioptimalkan lahan-lahan yang belum digarap,” tandasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua DPRD Kabupaten Karimun Yusuf Sirat menyebut, kegiatan ini sangat bermanfaat bagi para warga binaan, khususnya di bidang pertanian.

“Dengan kondisi lahan rawa, meskipun hasilnya belum seberapa akan tetapi Alhamdulillah cukup membantu untuk memenuhi ketersediaan dan ketahanan pangan bagi para warga binaan,” kata Ketua DPRD asal Partai Golkar ini

Karena menurutnya dengan ketersediaan peralatan dan juga sarana dan prasarana penunjang lainnya yang belum lengkap, WBP mampu mengolah lahan kosong disulap menjadi lahan pangan.

“Tanpa bimbingan dari penyuluh pertanian, berbekal pengalaman dan otodidak, Alhamdulillah hasilnya memuaskan,” ungkapnya.

Kedepannya Yusuf Sirat akan berkoordinasi dan bekerjasama dengan pihak Dinas Pertanian, untuk survey lokasi. Karena lahan yang ada saat ini tingkat keasamannya sangat tinggi, ditambah lagi dengan bercampurnya dengan air laut.

“Pemerintah daerah mempunyai tanggungjawab moril terhadap para warga binaan pemasyarakatan, dengan bekerjasama dengan instansi terkait untuk menyelaraskan konsep dan program untuk kemaslahatan masyarakat, termasuk para warga binaan ini,” pungkasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News