Stok Sapi dan Kambing Menipis, Pemko Batam Harus Mampu Cari Solusi

Beri Makan : Pekerja memberikan makan sapi qurban

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Penasehat Asosiasi Pedangan Hewan Ternak Batam (APHTB) Musofa menyampaikan kekhawatirannya terkait menipisnya pasokan hewan ternak khususnya Sapi dan Kambing di Kota Batam.

Pasalnya distribusi ternak yang sebagian besar berasal dari Lampung melalui jalur Kuala Tungkal, Jambi ke Batam dihentikan sementara. Hal ini diduga adanya wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) yang menyerang ternak di sejumlah daerah.

“Harus ada kebijakan pemerintah untuk menjembatani dari daerah yang tidak kena wabah PMK yang menyerang hewan ternak. Kita paham kebijakan pemerintah untuk menutup sementara pengiriman hewan ternak sapi dan kambing. Namun kebutuhan stok di Batam jelang Idul Adha ini juga harus dipikirkan,” ucap Musofa, Rabu (18/5/2022).

Musofa menyebutkan, penutupan sementara ini membuat para pedagang tak bisa lagi mengirim hewan ternak ke Kota Batam. Apalagi hewan ternak seperti sapi dan kambing yang ada di Batam disuplai dari sejumlah daerah di Indonesia.

“Ini jadi keresahan kita juga dan masyarakat luas, bagaimana untuk persiapan Idul Adha, semua akan berdampak. Kita bukan daerah penghasil, tapi didatangkan dari daerah lain, seperti dari Lampung dan Jawa,” ucap Musofa.

Dia menambahkan, kebutuhan sapi di Batam mencapai 3.000 ekor dan kambing 18-20 ribu ekor setiap bulannya. Sementara stok saat ini hanya sekitar 250 ekor.

“Bila ini tak segera dicari solusi jalan keluar, tentu akan berdampak kepada ketersediaan hewan qurban di Batam. Terlebih Idul Adha tinggal menghitung hari atau tepatnya dua bulan lagi,” tutur Musofa.

Musofa menekankan, Pemerintah harus bisa memastikan bahwa hewan yang dikirim ke Kota Batam ini bebas dari PMK. Selain itu perlunya keterangan valid jika hewan-hewan yang dikirim tersebut bukan berasal dari daerah yang positif terjangkit virus PMK.

“Jika kedua ini sudah bisa dipastikan di Batam tentu harus ada tempat karantina khusus. Jadi hewan-hewan yang didatangkan ini dikaranrina selama 14 hari. Jika selama karantina tidak ada gejala PMK maka bisa dilabeli dan jika ada gejala maka peternak harus siap juga untuk diberi tindakan atau memusnahkan hewan tersebut,” tegasnya.

Musofa mengimbau perlu adanya kebijakan baik dari Gubernur maupun Walikota untuk memfasilitasi ini sehingga hewan yang ada di Batam benar-benar sehat dan stok mencukupi.

“Sebentar lagi kita akan memperingati hari raya Idul Adha (raya kurban). Sementara masjid dan mushola sudah memiliki tabungan hewan kurban. Jangan sampai ketersediaan ini kosong sementara sudah banyak yang akan berkurban,” jelasnya.

Dari kebutuhan hewan kurban di Batam, Musofa memprediksi jumlahnya akan lebih meningkat dibanding tahun kemarin.

Apalagi setelah dibukanya pintu masuk dari Singapura dan negara tetangga lain. Sebab, banyak warga Singapura untuk berkurban di Batam.

“Tahun ini kita diprediksi akan meningkat mencapai 3.000 ekor sapi dan kambing bisa lebih 20.000 ekor,” tutupnya. (adi)

FANINDO

Honda Capella