Mensos Risma Inginkan Pulau Terluar, Tertinggal dan Terdepan di Batam Bisa Maju

352
Kunjungan Risma
Mensos RI Tri Rismaharini berkunjung ke Pulau Bertam, Kecamatan Belakang Padang Kota Batam, Selasa (7/6/2022). (Foto: Humas Kemensos)

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Menteri Sosial RI, Tri Rismaharini menginginkan masyarakat di wilayah Terluar, Tertinggal dan Terdepan (3T) di Batam bisa maju dengan memanfaatkan potensi daerah dengan maksimal.

Hal itu disampaikan Risma saat berkunjung ke Pulau Bertam, Kecamatan Belakang Padang, Kota Batam, Selasa (7/6/2022).

Honda Capella

Kemensos bekerjasama dengan alumni ITB melihat potensi yang bisa dikembangkan untuk kemajuan masyarakat Pulau, baik dari sisi perekonomian hingga aksesabiliti yang layak.

“Perencanaan ini sudah dari tahun lalu, namun masih belum puas. Dengan anggaran terbatas saya meminta bantuan kepada teman-teman Alumni ITB untuk membantu bagaimana membuat desain yang baik yang ramah lingkungan supaya dilihat dari luar itu civilized (layak),” ujar Risma.

Risma melihat perlu adanya upaya maksimal untuk pengembangan kawasan 3T di Batam. Karena ini berhadapan dengan negara lain.

“Kawasan ini yang tertinggal tapi ini juga merupakan kawasan terluar, jadi pulau ini merangkap statusnya, berhadapan dengan negara lain,” jelas Risma.

Menurutnya, pengembangan kawasan ini bisa berjalan maksimal, akan berdampak positif terhadap pendapatan warga setempat.

Pihaknya menginginkan, daerah-daerah seperti pulau-pulau perbatasan ini juga dapat maju seperti wilayah di kota. Apalagi daerah ini berhadapan langsung dengan negara tetangga Singapura.

“Nanti kita akan lihat, saya belum tahu karena baru melihat lokasi seperti ini, setelah ini akan ada tindak lanjutnya, akan ada staf yang tinggal disini. Kami dari Kemensos ingin ada perbaikan lingkungan dan pemberdayaan ekonomi,” kata Risma.

Risma juga menginginkan wilayah Pulau ini bebas dari limbah domestik rumah tangga, agar jangan sampai masuk ke laut. Kemudian penanganan masalah sumber daya energi juga jadi perhatian.

Ketua Ikatan Alumni ITB, Gembong mengatakan, konsep penataan di pulau Bertam ini konsepnya yang pertama penataan, akan dimulai dengan yang paling krusial dengan menyelesaikan masalah-masalah mendasar. Seperti aksesibilitas, dermaga kemudian nanti meningkat ke penataan dan community development.

“Sebetulnya kita melihat potensi wilayah ini sebagai wilayah yang berhadapan dengan Singapura,” ujar Gembong.

Gembong menjelaskan, secara bisnis wilayah ini juga mempunyai nilai komersial yang tinggi, hanya saja kan tidak bisa dibuat tiba-tiba, masyarakat harus diedukasi perlahan.

“Disini ada Pak Wali Kota dan Bu Wagub Kepulauan Riau. Kita akan bertahap membangun ini dan ultimatenya tentunya kita akan menjadikan wilayah ini sebagai pariwisata baru. Jadi ada masyarakat nelayan, tapi juga ada nelayan-nelayan modern yang ikut beraktifitas disini,” harap Gembong.

Sementara itu, sebagai langkah awal pihaknya juga akan mengadakan mesin bank sampah untuk mengelola sampah domestik di area pulau untuk diolah menjadi BBM jenis Bensin.

“Itu sudah ada, satu unit dulu tahap awal, tinggal kami bawa kesini. Nanti sepulang dari sini kami koordinasi, untuk membangun atapnya ini supaya tidak kehujanan,” jelas Gembong.

Sementara, Wali Kota Batam Muhammad Rudi menyambut baik kunjungan Mensos Risma. Ia pun tampak mendampingi dari Bandara Internasional Hang Nadim, hingga sampai ke pulau.

Rudi atas nama Pemko Batam dan juga masyarakat Pulau Bertam, juga menyampaikan terimakasih dan apresiasi yang tinggi atas perhatian dan bantuan yang diberikan kepada masyarakat.

Pihaknya berpesan kepada masyarakat Pulau Bertam, bantuan yang diberikan Mensos dapat dimanfaatkan dengan baik. Sehingga dapat memajukan Pulau Bertam.

“Siapa tahu anak-anak kita disini nantinya bisa menjadi Menteri seperti ibu Risma,” kata Rudi. (adi)

FANINDO