Tersengat Aliran Listrik Saat Bertukang, Seorang Warga Tanjung Uban Bintan Ditemukan Tak Bernyawa

200
Jenazah Darmawi korban tersengat aliran listrik
Jenazah Darmawi korban tersengat aliran listrik saat bertukangs saat di Rumah sakit, Rabu (22/6/2022)

WARTAKEPRI.co.id BINTAN – Seorang warga Kelurahan Tanjung Uban Utara, Darmawi (52), diduga tersengat arus listrik saat bertukang di sebuah Ruko di Tanjunguban Selatan Bintan Utara. Darmawi ditemukan sudah tak bernyawa usai kesetrum arus listrik.

Adapun kronologis kejadian, korban (Darmawi) bersama rekan kerjanya (Junaidi), sekira pukul 08.30 WIB mulai melakukan pekerjaannya untuk memasang atap bangunan. Darmawipun membobol tembok pada bagian atas bangunan.

Sekira pukul 11.20 WIB, rekan korban Junaidi mendengar teriakan korban, bahwasanya korban tersengat aliran listrik. Dikarenakan posisi kabel listrik tergantung diatas baja ringan kerangka atap.

Honda Capella

“Saya kesetrum,” ungkap Junaidi menirukan suara korban, Rabu (22/6/2022)

Melihat kejadian tersebut, Junaidi langsung mengambil kayu untuk memukul kabel agar terpisah dari korban yang tergantung diatas kerangka atap dari baja ringan, seketika korban tumbang diatas atap.

Selanjutnya Junaidi membawa korban turun dari atas atap, dan langsung menghubungi keluarga korban serta pihak rumah sakit Engku Haji Daud.

Sekira pukul 11.30 WIB korban dibawa ke rumah sakit dengan menggunakan ambulans untuk mendapatkan pertolongan, namun saat sampai dirumah sakit korban dinyatakan sudah meninggal dunia.

Dari hasil visum, Terdapat luka titik pada sela sela tengah ibu jari tangan sebelah kanan selebar 2x1cm. Diduga tempat masuknya arus listrik ke dalam tubuh korban dan terdapat luka lecet pada jari kelingking kaki sebelah kiri dengan lebar 2×0.5cm yang diduga tempat keluarnya arus listrik dari dalam tubuh.

Tidak ada ditemukan tanda-tanda kekerasan, dan sekira pukul 14.05 Wib korban dibawa ke rumah keluarga korban untuk disemayamkan yang beralamat di Kp. Baru RT. 02 RW. 03 Kel. Tanjung Uban Utara Kec. Bintan Utara Kab. Bintan. (*)

Pengirim: Agus Ginting
Editor: Yusuf Riadi

FANINDO