Warga Tanah Merah Terima Bantuan Hewan Kurban, Aziz: Kepedulian dan Komitmen BMH Kepri

Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau
Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau kembali menyalurkan bantuan berupa hewan kurban serta 10 bor sumur kepada warga Tanah Merah, Bintan.(Foto : Ist)

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Puluhan warga kampung muslim Tanah Merah, Kabupaten Bintan, sangat senang.

Pasalnya, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau telah menyalurkan bantuan berupa hewan kurban.

Kini masyarakat dapat mengkonsumsi daging kurban jelang perayaan hari Idul Adha.

Kampung Tanah Merah sendiri dihuni sebanyak 150 KK atau sekitar 400 jiwa. Mayoritas warganya berprofesi sebagai nelayan kecil dan petani.

Keterbatasan ekonomi membuat mereka tidak mampu membangun sumur bor, termasuk pada momen perayaan hari Idul Adha, belum pernah sekalipun ada penyembelihan hewan kurban.

“Insha Allah kami akan menyalurkan hewan kurban sapi dan kambing, agar warga dapat mengkonsumsi daging kurban saat perayaan hari raya Idul Adha nanti,” terang manager BMH Ustadz Abdul Aziz di Balai Desa, Rabu (29/6/2022).

Bantuan tidak hanya ternak hewan kurban saja, akan tetapi kata Aziz, BMH Kepri juga akan membangun 10 sumur bor di kampung ini.

“Program pengadaan sumur bor dan penyaluran hewan kurban ini sebagai komitmen dan bentuk kepedulian BMH Kepri, untuk membantu warga yang berada di pulau,” ungkap Aziz.

Salah satu warga bernama Idris mengungkapkan, sudah puluhan tahun warga di kampung Tanah Merah ini membutuhkan ketersediaan air bersih, dan selama ini warga hanya mengandalkan air hujan dan sumur resapan dengan debit air terbatas.

“Masyarakat di sini sangat membutuhkan air bersih, terkadang hingga larut malam, dan mereka rela mengantri demi mendapatkan air bersih, untuk kebutuhan beribadah pengurus musolah terpaksa membeli air,” kenang Idris.

Hal senada juga diungkapkan oleh warga bernama Tina. Dirinya menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus mengapresiasi kepada BMH Kepri, yang sudah berkontribusi dan peduli terhadap warga Tanah Merah.

“Mudah-mudahan air bersih segera terealisasikan. Karena kami hanya menadah air hujan, dan apabila musim utara tiba, air di sumur terasa asin. Tapi terpaksalah kami ambil, karena tak ada air lagi. Kami tidak sanggup untuk membeli karena pekerjaan kami hanya kuli ketam (kepiting),” tandasnya.(Aman)

FANINDO

Honda Capella