Ketiadaan Stok Kambing Pasca Idul Adha, Akikah Warga Batam Tertunda

Kambing
Ketiadaan Stok Kambing Pasca Idul Adha, Akikah Warga Batam Tertunda


BATAM – Pasca lebaran kurban atau Idul Adha 1443/2022 stok hewan ternak sapi dan kambing habis total. Ketiadaan stok kambing membuat rencana akikah sebagian warga Batam jadi tertunda.

Penasehat Asosiasi Pedagang Hewan Ternak Batam (APHTB) Musofa mengatakan, kekosongan hewan jenis kambing akan berimbas pada kebutuhan untuk akikah. Apalagi akikah banyak dimanfaatkan warga usai hari raya Idul Adha.

“Stok kambing sudah tidak ada lagi. Saat kurban kemaren jumlahnya sudah tidak mencukupi. Untuk akikahpun sudah tidak bisa dilaksanakan karena ketiadaan kambing,” ujar Musofa, Minggu (17/7/2022)

Honda Capella

Sedangkan untuk sapi menurut Musofa, hanya tersedia beberapa ekor saja itupun tinggal dengan sapi ukuran besar. Sapi ini merupakan sisa dari pengiriman sebelum lebaran haji tahun ini.

Setali tiga uang, kekosongan hewan ternak ini jadi efek domino pada sektor ekonomi di Batam. Adalah Pelaku UMKM dibidang Kuliner, selain tak bisa berjualan penerimaan pajak restoran sebagai sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan ikut berpengaruh.

“Tak hanya akikah saja sebenarnya, UMKM bidang kuliner yang menyediakan menu daging kambing, sate kambing dan lainnya juga berimbas, pajak restoran juga akan berdampak,” jelasnya.

Musofa juga mengupayakan koordinasi dengan balai karantina Batam, hanya saja pihak karantina Batam mengingatkan ke anggota APHTB Batam agar tidak memasukkan hewan ternak tersebut tanpa disertai dokumen karantina daerah asal.

Dokumen karantina tersebut diantarnya SKKH/SV, Rekom Masuk/Rekom Pengeluaran dan hasil Laboratorium yang menyatakan hewan ternak tersebut bebas PMK.

Pihak karantina akan melakukan proses Hukum sesuai dengan UU No.21 Tahun 2019 tentang karantina hewan, ikan dan tumbuhan. Apabila ada oknum yang mencoba mengirimkan hewan ke Batam tanpa dokumen resmi.

“Sementara belum diperkenankan memasukan hewan ternak baik kambing maupun sapi ke Batam, sampai ada vaksinasi secara utuh dari daerah asal,” bebernya.

Seperti pengiriman hewan dari Lampung Tengah, minimal kambing disana udah divaksin 90 persen dan 10 persen yang dikirim wajib di PCR serta paling penting ada syarat rekomendasi dari Dinas Ketahanan Pangan Batam dan Dinas Ketahanan Pangan dari Provinsi.

“Itu juga yang menjadi kendala kita saat ini, apalagi kebutuhan makin tinggi dan stok kambing kosong. Ada yang membutuhkan 4 ekor untuk akikah, ya jadi tertunda karena tak ada stok,” ungkapnya.

Musofa berharap pemerintah pusat dan daerah bisa segera mencari solusi yang tepat. Seperti memberikan vaksinasi bagi daerah asal, sehingga daerah bisa merekomendasikan kembali pemasukan kambing dan sapi ke Batam.

“Memang Batam saat ini zona hijau PMK dan ini yang terus dijaga. Namun sisi lain kita juga harus memikirkan tingginya kebutuhan kambing dan sapi di Batam. Terlebih lagi, ketersedian kambing kita sangat bergantung dari daerah lain,” tutupnya. (*)

Editor: Yusuf Riadi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News