Pulau Stunak Dijadikan Pusat Budidaya Kepiting, Program PT Timah Peningkatan Ekonomi Kelompok Nelayan

172
Program pembesaran kepiting yang melibatkan kelompok nelayan Stunak Mandiri diharapak mampu memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.(Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Program pemberdayaan merupakan salah satu upaya PT Timah Tbk untuk menggerakkan perekonomian masyarakat.

Program pemberdayaan yang dilakukan tersebut diharapkan dapat memberikan kemandirian ekonomi masyarakat.

Program pemberdayaan ini turut disejalan dengan potensi yang dimiliki oleh masing-masing wilayah.

Honda Capella

Salah satunya yakni Pulau Stunak, Kecamatan Selat Gelam, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.

PT Timah Tbk melaksanakan program pemberdayaan dengan menginisiasi program pembesaran kepiting.

Pulau Stunak sendiri dihuni sebanyak 52 Kepala Keluarga (KK) dengan jumlah penduduk sekitar 140 jiwa. Dimana pulau ini mayoritas pekerjaan (matapencaharian) penduduknya sebagai nelayan dan pekerja serabutan.

Untuk itulah, program pembesaran kepiting yang melibatkan kelompok nelayan Stunak Mandiri tersebut diharapak mampu memberikan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat.

Ketua Nelayan Pulau Stunak Apid mengatakan, pihaknya sangat mendukung program budidaya dan pembesaran kepiting ini.

Dimana sebagai nelayan, penghasilan para nelayan di laut tergantung rezeki yang didapatkan. Belum lagi, tantangan seperti cuaca yang tak jarang membuat mereka harus pulang dengan tangan kosong.

“Kalau di laut banyak rintangan, belum lagi cuaca yang timbul secara tiba-tiba dan berubah-ubah, menjadikan delima bagi kalangan nelayan,” kata Apid, Senin (18/7/2022).

Apid menambhakan, belum lagi ditambah dengan biaya operasional yang besar. Bahkan terkadang kalau pulang ke laut bisa jadi tidak ada hasilnya.

“Oleh karena itu para nelayan sangat terbantu dengan adanya program dari PT Timah Tbk ini,” ujarnya.

Apid membeberkan, dirinya bersama 30 nelayan lainnya di Pulau Stunak sangat mendukung program ini.

Sehingga mampu Berkolaborasi dengan PT Timah Tbk mulai bimbingan dan pelatihan serta penyuluhan tentang budidaya dan pembesaran kepiting, setelah itu mereka juga menyiapkan kolam untuk pembesaran.

“Kami mengapresiasi sekaligus menyampaikan ucapan terima kasih banyak kepada PT Timah,” paparnya.

Untuk tahap awal, kata Apid PT Timah telah menyediakan kolam dengan ukuran 15 X 10 meter yang dapat menampung sekitar 500 ekor bibit kepiting.

Karena baru pertama kalinya ini, pihaknya masih terus berproses untuk belajar terkait kendala sehingga mampu diatasi dengan cepat dan tepat.

“Beberapa waktu lalu saya bersama beberapa rekan-rekan nelayan lainnya diajak ke Kabupaten Jepara Jawa Tengah, menuju salah satu lokasi yang telah berhasil mengembangkan budidaya pembesaran kepiting,” pungkasnya.

Setelah melihat serta mempelajarinya, dirinya bersama para nelayan yakin dan mampu mengembangkan usaha pembesaran kepiting.

“Apalagi lokasi di pulau Stunak masih sangat alami dan mendukung,” sebut Apid.

Kedepannya ia bersama para nelayan berharap agar, apabila program ini berhasil dan kelompok mereka bisa mandiri dalam mengembangkan usaha, maka nantinya hasil pembesaran kepiting mereka tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan kepiting di pulau Stunak saja, akan tetapi juga di luar Pulau Stunak.

“Pulau Stunak sendiri saat ini masih ketergantungan dari luar untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari, ini sudah berlangsung selama puluhan tahun. Semoga nanti progam ini bisa membantu untuk memenuhi kebutuhan konsumsi sehari-hari,” tandasnya.

Hal senada juga diungkapkan oleh Ketua RT Pulau Stunak, Alimun. Dirinya sangat mengapresiasi dengan adanya program pembesaran kepiting ini di pulau Stunak.

Karena menurutnya program budidaya kepiting memiliki prospek bisnis yang bagus dan cerah.

Lokasi budidaya kepiting di pulau Stunak sendiri kata Alimun sangat cocok untuk habitat kepiting. Pasalnya kondisi bakau yang masih alamiah, terjaga dan bagus lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap program ini dapat berjalan dengan baik serta berhasil, sehingga akan membantu pendapatan perekonomian masyarakat nelayan di pulau Stunak,” katanya.

Karena masih kata Alimun, dari hasil melaut saja selama ini tidak bisa diandalkan. Melaut itu ada musim-musimnya.

Terlebih sedang musim paceklik, tidak ada ikan, nelayan tidak melaut serta diperparah dengan kondisi cuaca buruk. Demi keselamatan para nelayan, tidak melaut namun kebutuhan dapur tidak bisa berhenti.

“Maka dari itu apabila memasuki musim tidak melaut, nelayan masih ada pendapatan dari pembesaran kepiting ini,” kata Alimun.

Program pelatihan budidaya kepiting ini tidak hanya dilakukan PT Timah Tbk di pulau Stunak, akan tetapi pada tahun 2018 lalu, PT Timah Tbk juga pernah mengadakan kegiatan pelatihan budidaya kepiting yang diikuti oleh perwakilan dari masyarakat, nelayan, dan juga pemuda Kecamatan Kundur.(rls)

FANINDO