Tradisi Malopeh Kaua dan Tolak Bala, Bupati Pasbar: Akan Terus Dilestarikan

177

WARTAKEPRI.co.id, PASBAR – Bupati Pasaman Barat Hamsuardi menghadiri sekaligus membuka acara “Malopeh Kaua Dan Tolak Bala” dalam rangka percepatan tanam padi di Nagari Sinuruik Kecamatan Talamau yang digelar, Senin (19/7/2022) di Masjid Raya Baitul Rahman, Jorong Tinggam, Nagari Sinuruik.

Acara ini merupakan tradisi adat Nagari Sinuruik yang dilakukan saat akan menanam padi, yang dilaksanakan setiap tahunnya. Tradisi tersebut merupakan tradisi turun-temurun bagi masyarakat Sinuruik, dimana Masyarakat setempat mempercayai bahwa tradisi ini dapat menolak bala terhadap tanaman padi saat bercocok tanam hingga panen nanti.

Bupati Hamsuardi mengatakan, kegiatan ini dapat menjadi jembatan untuk menjalin silaturahmi dan menjaga kekompakan antar masyarakat, terlebih saat melaksanakan tradisi dalam upaya mencegah bala atau maslah dengan melakukan do’a bersama dalam kegiatan Malopeh Kaua Benih Padi dan Tolak Bala selama tanam padi hingga panen nantinya.

Honda Capella

Bupati juga mengingatkan masyarakat, selain terus berusaha, masyarakat juga diminta untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT, karena Allah lah sumber rezeki sesungguhnya.

“Ke depan, tradisi ini tetap dilestarikan, sehingga budaya dan adat istiadat yang sudah ada sejak dulu tetap lestari. Ini bukan sekedar tradisi, lebih dari itu tradisi ini merupakan upaya keberlanjutan hidup melalui jalan kebudayaan,” tutur Hamsuardi.

Ia berharap dengan adanya upaya yang dilakukan oleh masyarakat, Allah bisa menjabah do’a masyarakat.

Sementara itu, Anggota DPRD Pasbar Baharuddin R juga menghimbau agar masyarakat selalu tabah akan cobaan-cobaan yang diberikan oleh Allah SWT, dan semangat dalam mencari rezeki. Ia juga berharap semoga upaya yang dilakukan melalui tradisi ini mendapatkan ridho dari Allah SWT.

Selain itu, Datuak Mangkoto Alam Samsul Bahri sebagai tokoh masyarakat juga menjelaskan bahwa kegiatan ini sebagian dari tradisi masyarakat Jorong Tinggam yang dilaksanakan secara turun temurun sebagai tolak bala dari bahaya-bahaya selama masa bercocok tanam.

“Masyarakat Tinggam selalu melaksanakan tradisi ini guna meminta ridho kepada Allah SWT agar tetap terjaga dari bahaya yang merusak tanaman,” ucapnya.

Dalam kesempatan tersebut, diakhir acara juga dilaksanakan do’a tolak bala yang dipimpin oleh Buya Saleh. Sementara Bupati Hamsuardi mengumandangkan azan selama acara doa bersama berlangsung.

BACA JUGA Pasaman Cerdas dengan Program Bea Siswa Mahasiswa dan Pendidikan Gratis 12 tahun

Turut hadir Kadis DPMN Randi Hendrawan, Kadis Kominfo Edy Murdani, Kadis Perikanan Zulfi Agus, Kadis Pertanian Dodisan Ismail, Kadis Perkebunan Edrizal, Kadis Pariwisata Decky H Sahputa, Camat Talamau Andre Afandi, Anggota DPRD Provinsi Sumbar Yunisra, Forkopimca, Tokoh Masyarakat serta stakeholder terkait lainnya.(*)

Pengirim: Taufik Chaniago

FANINDO