Dua Hektar Disediakan PT Timah, Kelompok Tani AJK Penuhi Kebutuhan Pasar

159
Komitmen PT Timah Tbk berikan program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK) kepada kelompok tani Argo Jaya Kundur. Guna memenuhi kebutuhan komoditas pertanian.(Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Harga komoditas pertanian seperti cabai saat ini sedang mengalami kenaikan yang cukup signifikan.

Hal tersebut tentunya dipicu karena hasil panen yang berkurang sebagai dampak pengaruh faktor cuaca di beberapa daerah penghasil.

Karena pengaruh faktor cuaca, tanaman cabai lebih mudah terserang hama. Sehingga tingginya harga cabai saat ini juga disebabkan jalur distribusi yang terlalu panjang dari petani ke pasar.

Honda Capella

Untuk itu, guna memenuhi kebutuhan suplai ketersediaan komoditas sayur mayur seperti cabai, PT Timah Tbk mengadakan program Pendanaan Usaha Mikro Kecil (PUMK).

Tidak hanya menyasar para pelaku UMKM perorangan, namun juga kelompok. Salah satunya kelompok Tani Agro Jaya Kundur, Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau yang turut memanfaatkan dana permodalan PT Timah Tbk untuk mengembangkan usaha pertanian.

“Kelompok Tani Agro Jaya Kundur mengelola lahan sekitar dua hektar untuk menanam sayuran seperti cabai, tomat, sawi, timun, kacang panjang, jagung dan beragam sayuran lainnya,” terang Kepala Bidang Komunikasi Perusahaan PT Timah Tbk, Anggi Siahaan, Sabtu (23/7/2022).

Dimana menurutnya, usaha pertanian sayur mayur ini dirintis sejak tahun 2014 silam.

Lima hektar lahan yang dikelola kelompok Tani Agro Jaya Kundur yang tersebar di beberapa lokasi.

“Hingga saat ini terdapat 20 orang anggota kelompok yang menjalankan usaha tersebut,” paparnya.

Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Agro Jaya Kundur Agus Salim mengatakan, usaha bersama tersebut telah lama berjalan, namun saat pandemi Covid-19 usaha pertaniannya terkendala, salah satunya turun daya beli masyarakat sehingga berdampak pada menurunnya omset (pendapatan).

Tidak hanya itu saja, menurutnya kendala faktor tidak beroperasinya kapal, membuat para petani tidak bisa menjual hasil pertanian ke luar pulau Kundur.

“Para petani telah memasarkan hasil pertanian ke pulau Burung, Tanjung Samak dan beberapa lokasi lainnya di pulau Batam,” paparnya.

Karena kata Agus, semenjak pandemi Covid-19, permintaan pasar menurun drastis karena kapal tidak berlayar akibat pembatasan kegiatan masyarakat.

Hal ini berdampak pada ketersediaan hasil pertanian. Banyak yang tidak bisa menjual ke luar daerah. Sehingga dipastikan para petani akan merugi.

“Harga jual menurun dan tidak sebanding dengan biaya perawatan dan pengolahan,” kata Agus.

Untuk menjaga kestabilan usaha kelompok pertanian yang dijalani, Agus mengakui sangat membutuhkan modal. Sehingga memanfaatkan program PUMK PT Timah Tbk agar usaha bisa stabil dan berkembang.

“Sebagai Ketua Kelompok, saya mencoba mencari solusi untuk bertahan serta mengembangkan usaha ini. Alhamdulillah saya mendapatkan informasi dari sesama pedagang di pasar tentang program kemitraan dari PT Timah Tbk,” katanya.

Selanjutnya dirinya menyampaikan informasi kepada seluruh anggota dan disepakati bersama.

“Kelompok Tani Agro Jaya Kundur akan memanfaatkan program yang sangat memihak para pelaku usaha kecil ini,” sambung Agus.

Masih kata Agus, setelah menjadi mitra binaan PT Timah Tbk kelompok tani mulai berkembang.

Terlebih pada saat ini permintaan pasar sudah mulai normal kembali dan para petani sudah bisa kembali memasarkan hasil pertanian ke luar pulau Kundur.

“Sejauh ini kelompok Tani Agro Jaya Kundur mampu memenuhi permintaan pasar. Semua berkat suntikan dana dari PT Timah melalui program kemitraannya, sehingga kendala-kendala para anggota dapat teratasi,” sebut Agus.

Agus bersama para petani lainnya sangat bersyukur, mampu menjadi mitra binaan PT Timah Tbk, sehingga usaha pertanian kelompok mereka dapat semakin berkembang.

Dirinya berharap agar program ini bisa terus berlanjut untuk membantu program UMKM.

“Bisa dipastikan program ini sangat meringankan pelaku UMKM, pinjaman yang didapatkan bisa untuk modal usaha, karena kita baru mulai bayar cicilan setelah tiga bulan pencairan,” tandasnya.(rls)

FANINDO