Tipu Korban Jual beli Motor Melalui COD, Empat Orang Pelaku Diamankan Jatanras Polda Kepri

Pelaku dan barang bukti curanmor bermodus COD diamankan Subdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri, Rabu (27/7/2022)
GALERI 24

BATAM – Unit Jatanras Polda Kepri berhasil mengamankan empat orang terduga pelaku curanmor di Kota Batam. Pelaku mengincar korban melalui media sosial dengan modus Cash On Delivery (COD). Pelaku berhasil menggelapkan puluhan unit sepeda motor.

Kasubdit 3 Jatanras Ditreskrimum Polda Kepri, AKBP Robby Topan Manusiwa mengatakan, empat orang terduga pelaku ditangkap di dua tempat terpisah. Dua pelaku berinisial MWS dan DW terlebih dahulu diamankan Polisi, Minggu (24/7/2022).

“Dari dua pelaku yang diamankan, dilakukan pengembangan dan mendapatkan dua pelaku lainnya berinisial AI dan FS yang diamankan pada 26 dan 27 Juli 2022. Mereka mempunyai peran masing-masing saat berksi,” ujar AKBP Robby, Rabu (27/7/2022)

Dalam aksinya, Pelaku AI mencari calon korban di FJB yang memosting penjualan sepeda motor, sepakat dengan penjual selanjutnya dipilih waktu dan lokasi COD. Setelah disepakati pelaku AI berbagi tugas dengan DW dan MWS untuk melakukan COD dan penggelapan.

“Pelaku AI ini telah melakukan penggelapan sepeda motor korban sebanyak 20 kali di Batam,” jelasnya

Selanjutnya AI menghubungi DW MWS untuk melakukan aksinya dengan modus berpura-pura membeli motor, kemudian melakukan test drive dan membawa kabur kendaraan korban.

Dari keterangan tersangka FS berperan sebagai penadah hasil yang diperoleh DW dan MWS. FS juga telah menjual kendaraan curian ke penadah A sebanyak 18 kali di Batam

“Pelaku FS ini menggunakan senjata airsoftgun serta senjata tajam jenis pisau untuk menakuti korban, dan pada foto profil di medsos menggunakan seragam TNI-AU,” ungkap AKBP Robby.

Polisi masih terus melakukan pengembangan kasus curanmor dengan modus COD. Apabila ada warga Batam yang menjadi korban pencurian ranmor bisa langsung melaporkan ke kepolisian.

Sejumlah barang bukti turut diamankan pihak kepolisian, terhadap tindakan pelaku dikenakan pasal 732 JO pasal 55 JO JO pasal 65 pasal 480 KUHPidan dengan ancaman hukuman penjara selama 4 tahun. (*)

Editor: Yusuf Riadi

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News