Menunggu Cerita Lanjutan dari Nurdin Basirun

Gubenur Kepri Nurdin Basirun
Gubenur Kepri Nurdin Basirun

Mantan Gubernur Kepri Nurdin Basirun telah bebas dari penjara Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas 1 Sukamiskin, Bandung. Nurdin bebas setelah mendapatkan remisi di Hari Ulang Tahun Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77, pada 17 Agustus 2022 lalu. Sosok yang sangat akrab bagi masyarakat di Kabupaten Tanjung Balai Karimun Kepri ini, langsung jadi pemberitaan wartawan lokal di Karimun.

Nurdin dipenjara karena terbukti menerima suap senilai Rp 45 juta dan 11 ribu dolar Singapura dan gratifikasi sebesar Rp 4 miliar lebih, dan divonis penjara selama 4 tahun. Sejak kemunculan pemberitaan bebas pada 18 Juli 2022 kemarin, belum ada respon dari tokoh masyarakat di Kepri. Pemberitaan singkat tanpa ada komentar langsung dari Nurdin Basirun.

Mungkin sebagian masyarakat di Kepri ingat bagaimana kesialan Nurdin Basirun sehingga berusan dengan Komisi Pemberatasan Korupsi pada tahun 2019 lalu. Momentum terakhir dirinya tampil sebagai Ketua DPD Partai Nasdem Kepri waktu itu, ketika menerima keluhan ratusan orang tua murid yang gagal masuk ke SMA atau SMK Negeri di Engku Putri Batam Centre. Setelah itu, terdengar lah kabar dirinya diperika tim KPK secara maraton di Batam dan Tanjungpinang.

Nurdin terseret bersaman mantan Kepala Dinas Kelautan Edy Sofyan serta Budi Hartono selaku Kepala Bidang Perikanan Tangkap Provinsi Kepri. Penerimaan suap ini terkait pemberian izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil Kepulauan Riau tahun 2018-2019. Sebuah foto istimewa memperlihatkan Nurdin dibawa dari Tanjungpinang ke KPK Jakarta pada Juli 2019.

Sejak kasus berjalan 2019, masyarakat Tanjung Balai Karimun, ada aksi ribuan warga Kabupaten Karimun, dukungan bahkan ada yang menangis tidak percaya akan kasus OTT KPK tersebut. Dan, sejak kasus itu tidak banyak pihak atau tokoh di Kepri yang “Berani” memberikan komentar.

Tertangkap Nurdin Basirun, menajamkan kalau Kepulauan Riau negeri bertuah. Bertuah karena kasus hukum bagi petinggi negeri, dan bertuah karena berita duka. Gubernur pertama Provinsi Kepri Ismeth Abdullah terhenti menjadi Gubernur setelah kasus Korupsi dan ditangkap KPK. Pemerintahan baru berjalan sempurna, ketika Pilkada kedua Kepri 2010 terpiliha Muhammad Sani berpasangan dengan Soerya Respationo menjabat hingga 5 tahun.

Pilkada ketiga Kepti tahun 2015 menetapkan Gubernur Kepri terpilih Muhammad Sani berpasangan dengan Nurdin Basirun. Kedua sosok menang fenomenal karena tahun 2015 bisa menang dari pasangan Soeryo Respationo dengan Ansar Ahmad yang lebih muda, populer. Namun, Tuhan Yang Mahakuasa berkehendak lain, baru beberapa bulan dilantik menjadi Gubernur Kepri yang kedua, HM Sani meninggal, artinya dilantik 12 Februari 2016 dan wafat pada 8 April 2016.

Sosok Wakil Gubernur Kepri Nurdin Basirun ditunjuk menjadi PLT Gubernur Kepri hingga cukup lama. Nurdin memerintah Kepri seorang diri dari tahun 2016 hingga tahun 2018. Dua tahun kekosongan jabatan Wakil Gubernur ini memilki cerita sendiri. Tarik menarik politik kental dirasa untuk merebutkan kursi Wakil Gubernur Kepri yang ternyatan hanya menjabat 2018 sampai 2019. Dan, keluar sebagai pemanang adalah Adik Almarhum HM Sani, yaitu Isdianto.

Jalannya roda pemerintahan dari poros Karimun kembali berlanjut. Dan, dugaan adanya “kawin paksa” antara Nurdin dengan Isdianto memimpin Kepri menciptakan suhu politik meninggi. Nurdin selaku Ketua Partai Nasdem Kepri berpotensi maju di Pilkada empat Kepri tahun 2019. Sosok Isdianto selaku Wakil Gubernur Kepri juga bergerak cepat bergabung dengan Partai PDI Perjuangan. Isdianto terlihat hadir dalam acara PDI Perjuangan mengenakan seragam merah.

Suhu politik tinggi akhirnya mereda berkat tanggan dingin KPK yang membawa Nurdin Basirun untuk kasus korupsi pemberian izin prinsip dan lokasi pemanfaatan laut, proyek reklamasi di wilayah pesisir dan pulau-pulau kecil di Kepri. Salah satu titik reklamasi itu ada di Karimun.

Dan, akhirnya diketahui pilihan Isdianto di PDI Perjuangan tidak tepat. Karena, Ketua Partai PDI Perjuangan Kepri adalah Soerya Respationo. Terbukti, pada Pilkada keempat Kepri tahun 2019, Isdianto bertarung dengan Soeya Respationo, serta Ansar Ahmad sebagai Calon Gubernur Kepri periode 2019-2024.

Bagi kita, kasus Nurdin Basirun. Tidak dijelaskan siapa saja yang mendapatkan izin-izin lahan reklamasi diberikan. Belum lagi, sampaikan izin izin penggunaan lahan dipinggir pulau pulau di Kepri ini dapat dikeluarkan izin oleh pemerintah pusat. Lembaga DPRD Kepri sendiri saat Nurdin Basirun ditangkap tengah proses pembentukan Pansus dan Pembahasan Ranperda RZWP3K (Ranperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil).

Menurut keterangan seorang Anggota DPRD Kepri Komisi II, dirinya dimintai keterangan dan mungkin saja dilakukan ke semua anggota DPRD Kepri lainnya. Dalam Ranperda RZWP3K ditetapkan adanya penambahan titik reklamasi yang datanya dari 85 jadi 114 titik, lalu berubah jadi 42 titik dan perlu diselesaikan

Dikutip dari media lokal di Kepri, Iskandarsyah menjelaskan Ranperda Rencana Zonasi Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil (RZWP3K) belum disahkan, karena Kementerian Kelautan Perikanan melihat, ada 4 hal yang belum tuntas. Yakni soal titik reklamasi yang datanya dari 85 jadi 114 titik, lalu berubah jadi 42 titik dan perlu diselesaikan.

Iskandar menjawab pertanyaan wartawan apa saja yang ditanya dari penyidik KPK. Salah satunya apakah dirinya mengenal pihak-pihak swasta yang terlibat kasus suap izin reklamasi.

Kini teka teki bagaimana kelanjutan Ranperda RZWP3K masih ditunggu akhirnya. Ranperda tentulah penting karena itu kinerja DPRD Kepri yang sudah tentu dalam pembuatan sebuah Ranperda telah banyak mengeluarkan biaya. Dipastikan juga, dalam membuat Ranperda ada pernah dari Pemerintah Provinsi Kepri, dalah hal ini Gubernur Kepri saat itu. Dengan masih menggantungnya Ranperda ini, otomatis ini menjadi hutang bersama.

Hutang harus dibayar. Perlu juga sosok Nurdin Basirun menyampaikan ke masyarakat Kepri terkhusus masyarakat Karimun yang sedih akan tertangkapnya bapak. Apa yang sebenarnya terjadi. Jadi, bicaralah pak Nurdin. (*)

Penulis Dedy Suwadha
CEO Media WartaKepri.co.id

Referensi :

1. https://wartakepri.co.id/2019/07/14/ribuan-warga-beri-dukungan-moral-dan-doa-buat-nurdin-basirun-di-coastal-area-karimun/
2. https://www.hariankepri.com/diperiksa-kpk-iskandarsyah-saya-hanya-ditanya-seputar-ranperda-rzwp3k/
3. https://wartakepri.co.id/2020/04/09/vonis-nurdin-basirun-4-tahun-penjara-ganti-rugi-rp-42-m-dan-cabut-hak-politik-selama-5-tahun/

FANINDO

Honda Capella