Tiga Orang Bandar Togel Diciduk, Badawi: Omzet Puluhan Juta, Komitmen Berantas Perjudian

Tim Srigala Satreskrim Polres Karimun ungkap tindak perjudian di wilayah hukum Polres Karimun.(Foto : Ist)
HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Akhir-akhir ini, aktifitas perjudian tengah marak dan menjadi perhatian pihak Kepolisian.

Hal tersebut lantaran perjudian jenis apapun beserta prakteknya memiliki dampak negatif dan sangat menggangu keamanan dan ketertiban masyarakat.

Di Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau sendiri, jajaran Satreskrim Polres Karimun kembali mengungkap kasus perjudian di wilayah hukum Polres Karimun.

Wakapolres Karimun Kompol Syaiful Badawi membeberkan, kronologis penangkapan berawal pada hari Kamis (18/8/2022) pukul 11.30 WIB dan Sabtu (20/8/2022) pukul 14.00 WIB, Tim Srigala Satreskrim Polres Karimun mendapat informasi dari masyarakat bahwa di daerah Puakang dan Sungai Lakam diduga adanya aktifitas perjudian.

“Jenis permainan tebak angka, anggota berhasil mengamankan pria berinisial B (35), PM (22) dan AS (39), beserta barang bukti, dan selanjutnya dibawa ke Polres Karimun untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut,” terang Badawi Senin (22/8/2022) saat menggelar konferensi pers di ruang Rupatama.

Tidak hanya itu saja, kata Badawi petugas berhasil mengamankan barang bukti berupa kertas-kertas togel (Toa), yang sudah di bakar, Kalkulator, pena warna hitam, sebuah handphone merk Samsung Galaxy A03 yang berisikan foto rekapan angka-angka Toa togel.

“Serta sejumlah uang Rp 4 juta 300 ribu dari tersangka AS dan P, dan dari tersangka B Rp 164 ribu,” papar Badawi.

Untuk itu pihaknya mengimbau kepada masyarakat, apabila menemukan tindak pidana khususnya perjudian agar dapat menginformasikan kepada Polres Karimun untuk dilakukan penegakan hukum.

“Beri tahu kami, akan menindak tegas dan menjadi komitmen Polres Karimun untuk memberantas segala macam bentuk perjudian,” tegas Badawi.

Saat ini ketiga pelaku dibawa ke Polres Karimun untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.

Dan atas perbuatannya para pelaku akan dijerat pasal 303 KUHP dengan ancaman maksimal 10 tahun penjara.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News