Keren, PWP Karimun Gelar Ngalieweut di Coastal Area, Teddy: Pererat Persaudaraan

Ratusan anggota Paguyuban Warga Pasundan (PWP) Kabupaten Karimun antusias mengikuti pelaksanaan kegiatan "Ngaliweut" yang digelar di sepanjang Coastal Area Tanjungbalai Karimun Kepulauan Riau. Momentum sempena HUT Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.(Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pelbagai cara dilakukan oleh komunitas maupun paguyuban dalam memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) Kemerdekaan Republik Indonesia ke-77.

Salah satunya yang dilakukan oleh Paguyuban Warga Pasundan (PWP) Kabupaten Karimun.

Dibawah besutan Teddy Setiawan, ratusan anggota Paguyuban Warga Pasundan (PWP) Kabupaten Karimun menggelar acara “Ngalieweut” di bilangan Coastal Area Tanjungbalai Karimun sepanjang 17 meter.

Anggota yang berasal dari pelbagai daerah di Jawa Barat yang berdomisili di Kabupaten Karimun tersebut, antusias mengikuti kegiatan yang akan rutin dilaksanakan setiap tahunnya tersebut.

Ketua PWP Paguyuban Warga Pasundan (PWP) Kabupaten Karimun Teddy Setiawan mengatakan, pelaksanaan kegiatan ini merupak wujud silaturahmi dalam kebersamaan warga Pasundan yang ada di Bumi Berazam.

“Guna mempererat tali silaturahmi antar warga Sunda di Kabupaten Karimun,” terang Teddy.

Teddy menambahkan, kegiatan Ngalieweut ini dilaksanakan bertepatan dengan sempena HUT Kemerdekaan RI ke-77.

Kegiatan akhirnya terlaksana pada hari Minggu ini, mengingat masih adanya warga Sunda di Karimun yang masih sibuk dengan segudang rutinitas.

“Dan setelah diadakan rapat bersama, barulah diputuskan pelaksanaan kegiatan dapat terlaksana” paparnya.

Dirinya sangat bersyukur, acara dapat terlaksana dengan baik dan lancar. Dimana cuaca sangat mendukung, cerah berawan.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini bisa terlaksana dengan baik, cuaca cerah tidak turun hujan,” katanya.

Teddy pun membeberkan makna dari “Ngaliweut” yang mempunyai filosofi terbentuknya rasa persaudaraan saat menyantap hidangan khas Sunda tersebut.

“Dengan resep tradisi, diatas daun pisang yang digelar membentang sepanjang 17 meter, sehingga terciptanya kerukunan dan rasa persaudaraan yang kuat,” beber Teddy.

Tentunya kata Teddy, hal tersebut berkenaan dengan cara menyajikan hidangan tradisional, berdasarkan kebiasaan dari masyarakat Sunda dengan menyediakan daun pisang yang membentang panjang dan lebar, sebagai wadah nasinya setelah matang, dan selanjutnya menyantap secara bersama-sama sambil duduk bersila.

“Seperti halnya para pejuang kita, secara bahu membahu dengan tekad persaudaraan yang tinggi memperjuangkan kemerdekaan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Dirinya berharap agar pelaksanaan kegiatan ini rutin dilaksanakan, agar kedepannya semakin banyak warga Sunda yang dapat bergabung di dalam wadah PWP Kabupaten Karimun.

“Mudah-mudahan saja, kedepannya anggota Paguyuban Warga Pasundan (PWP) Kabupaten Karimun semakin bertambah, sehingga dapat bersatu padu dalam membangun Kabupaten Karimun,” tandasnya.(Aman)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24
PKP PROMO ENTENG