Jasad Wahyu Ditemukan Rekan Sejawat, Banyak Warga Melayat

Jasad ABK KM. Berkat Ilahi 01, Wahyu Prasetio yang tenggelam dievakuasi warga.(Foto : Ist)

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Jasad Wahyu Prasetio (21), ABK KM. Berkat Ilahi 01, warga Dusun III, Batu Tumbang RT.015, RW.006, Desa Sawang Selatan Kecamatan Kundur Barat, Kabupaten Karimun akhirnya dapat ditemukan.

Penemuan pertama kalinya oleh sesama rekan sejawatnya, salah seorang ABK KM. Febriando III bernama Nazir (29) warga Moro.

Sebelumnya Tim gabungan dari SAR terus mencari keberadaan korban sejak terjatuh saat melakukan aktifitas bongkar muat, diduga terpeleset pada Selasa (13/9/2022).

Saat itu kapal dengan kapasitas mesin Gt. 34. No.335/Ppi yang di nahkodai oleh M. Peni (39) sarat bermuatan sembako tersebut, lepas tali melakukan pergeseran sandar karena terdapat kapal lainnya yang akan melaksanakan bongkar muat di pelabuhan Indora Tanjung Batu.

Ps Kapolsek Kundur, AKP Buala Harefa membenarkan perihal adanya penemuan jasad ABK KM. Berkat Ilahi 01, bernama Wahyu Prasetio (21).

“Iya benar, sekitar pukul 16.20 WIB, jasad korban bernama Wahyu Prasetio ditemukan di pelabuhan Domestik Tanjungbatu oleh Nazir yang merupakan ABK KM. Febriando III,” terang Ps Kapolsek Kundur AKP Buala Harefa, Rabu (14/9/2022).

Masih kata Kapolsek, penemuan jasad korban yang hilang terjatuh ke laut tersebut saat Nazir sedang melintas di depan pelabuhan Domestik Tanjung Batu.

Ia melihat sesosok mayat yang terapung di permukaan air laut, dengan posisi telungkup tangan menyayap di pinggang.

“Selanjutnya Nazir berteriak memanggil sekaligus meminta bantuan kepada tim SAR gabungan,” kata Kapolsek.

Selanjutnya kata Kapolsek, jenazah korban diangkat ke ponton pelabuhan Domestik, dan segera dibawa Ke RSUD Tanjung Batu untuk dilakukan pemeriksan VER.

“Dari hasil pemeriksaan dokter tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan ini benar-benar murni tenggelam. Selanjutnya jasad korban diserahkan langsung kepada pihak keluarga untuk dilakukan pemakaman,” ujarnya.

Saat penemuan jasad korban, suasana pelabuhan dalam keadaan ramai, sehingga banyak warga yang membantu proses evakuasi. Warga pun berbondong-bondong untuk melayat.(Aman)

FANINDO

Honda Capella