FIFA Matchday Kedua, Timnas Indonesia Menang 2-1 dan Sejarah Curacao

248
Indonesia 2-1 Curacao
Indonesia 2-1 Curacao

FANINDO

BOGOR – Timnas Indonesia menang atas Curacao dengan skor 2-1 dalam laga FIFA Matchday kedua di Stadion Pakansari, Cibinong, Kab. Bogor, Selasa (27/9/2022) malam. Dimas Drajad dan Dendy Sulistyawan menjadi pahlawan kemenangan Skuad Garuda. Permainan menyerang ditunjukkan oleh Indonesia sejak menit awal.

Rachmat Irianto dan kawan-kawan berusaha mengejar gol cepat di awal babak untuk menebalkan mental pemain. Kerja keras pemain Indonesia di menit-menit awal pertandingan langsung berbuah hasil.

Pada menit ke-3, Dimas Drajad menjebol gawang Curacao. Gol dihasilkan setelah dia berhasil memanfaatkan bola muntah hasil sepakan jarak jauh Witan Sulaeman. Respons cepat pemain asal Persikabo 1973 itu membuat Indonesia unggul 1-0 atas Curacao.

Dimas dengan sigap menyambut bola muntah, sementara pemain Curacao lainnya hanya bisa terperangah. Gol itu membuat penggawa Garuda makin termotivasi di atas lapangan.

Permainan dengan pressing ketat dan rapat diperagakan oleh armada Shin Tae Yong untuk menghentikan upaya lawan yang ingin menyamakan kedudukan.

Curacao sempat mendapatkan peluang bagus saat pemain nomor 9, Rangelo Maria Janga, mencoba menyundul bola hasil umpan dari rekannya.
Beruntung, Rizky Ridho bisa mengganggu, sehingga sundulan striker jangkung itu hanya menyamping di sisi kanan gawang Syahrul Trisna.

Jual beli serangan terjadi sampai masa waktu normal 45 menit berjalan. Namun, belum ada gol yang bisa dicptakan lagi oleh kedua tim meskipun serangan demi serangan dilancarkan.

Alhasil, skor 1-0 keunggulan Indonesia bertahan hingga turun minum.

Pada babak kedua, Timnas Indonesia terlambat panas. Di sisi lain, Curacao melakukan pergantian pemain dan memasukkan winger cepat andalannya, Jeremy Antonisse.

Rupanya pergantian itu cukup efektif. Terbukti, baru dua menit babak kedua berjalan, gol penyama kedudukan mampu diciptakan oleh Curacao via Antonisse.

BACA JUGA Menang 3-2 dari Tim Curacao, Peringkat Timnas Indonesia Naik

Berawal dari pergerakan Juninho Bacuna yang berhasil mencuri bola Indonesia, dia kemudian melepaskan umpan terobosan yang dengan cantik dieksekusi menjadi gol oleh Antonisse. Kedudukan 1-1 itu membuat Indonesia terkejut.

Mereka seperti tersengat karena bola yang awalnya tak berbahaya bisa dicuri lawan dan menjadi sebuah gol. Kesalahan kecil yang membuat Indonesia kena hukuma dari lawan.

Skuad Garuda mencoba bangkit dan membalas gol tersebut. Namun, berkali-kali serangan yang dilancarkan belum berhasil menembus kukuhnya pertahanan Curacao.

Skor imbang 1-1 itu membuat Shin Tae Yong memutar otak dan mulai melakukan pergantian untuk mengubah jalannya pertandingan Masuknya Dendy Sulistyawan dan Ramadhan Sananta pada pertengahan babak kedua, memang mampu mengubah alur permainan Indonesia.

Skuad Garuda kini mengandalkan serangan-serangan cepat dengan bola pendek. Kerja keras penggawa Timnas Indonesia akhirya terbayar pada menit ke-87.

Dendy Sulistyawan menjadi pahlawan kemenangan Indonesia setelah menerima umpan dari Witan Sulaeman.

Gol itu Berawal pergerakan Elkan Baggott yang naik membantu serangan. Bola kemudian dikirimkan ke Witan. Pemain AS Trencin itu lalu menggiring bola menusuk masuk ke kotak penalti.

Witan lantas melepasksn umpan ke depan gawang yang disontek dengan indah oleh Dendy. Indonesia kembali unggul 2-1 atas Curacao.

Laga sempat masuk babak tambahan waktu. Indonesia kembali mendapatkan peluang lewat Marselino Ferdinan. Sayang, sepakan pemain asal Persebaya Surabaya itu tak menemui sasaran. Sampai peluit panjang dibunyikan, tak ada gol lagi yang tercipta.

Indonesia pun memastikan kemenangan 2-1 atas Curacao dalam laga FIFA Matchday kedua. Sebelumnya, pada laga FIFA Matchday pertama Sabtu (24/9/2022) lalu, Indonesia menang 3-2.

Dengan begitu, tim Merah Putih berhasil memenangi dua pertandingan di FIFA Matchday kontra Curacao.

Negara Curacao

Dikutip dari wikipedia, Curaçao awalnya dihuni oleh Indian Arawak. Curaçao dikuasai oleh Belanda pada 1634 bersama dengan tetangga pulau, Bonaire. Setelah pusat perdagangan budak Karibia, Curaçao terpukul oleh penghapusan perbudakan pada tahun 1863.

Kemakmurannya (dan yang Aruba tetangga) pulih di awal abad 20 dengan perubahan dari pulau pusat Industri Gula Rafinasi ke layanan ladang minyak yang baru ditemukan Venezuela.

Pada 1954, Curaçao dan beberapa Wilayah lainnya milik Belanda Karibia diatur dan dijadikan teritori Antilles Belanda, bagian dari Kerajaan Belanda.

Dalam referendum tahun 2005 dan 2009, warga Curaçao memilih untuk menjadi negara pemerintahan sendiri dalam Kerajaan Belanda. Perubahan status menjadi efektif pada bulan Oktober 2010 dengan pembubaran Antilles Belanda. (*)

Sumber : jpnn/wikipedia

Honda Capella