PPLP Tanjunguban dan Timsar Gabungan Temukan 5 dari 8 Orang Korban Kapal TKI Tenggelam di Kabil Batam

406
PPLP Tanjunguban dan Timsar Gabungan Temukan 5 dari 8 Orang Korban Kapal TKI Tenggelam di Kabil Batam
PPLP Tanjunguban dan Timsar Gabungan Temukan 5 dari 8 Orang Korban Kapal TKI Tenggelam di Kabil Batam

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Personil Pangkalan Penjaga Laut dan Pantai Kelas II PPLP Tanjunguban dan Timsar gabungan Basarnas terus melakukan pencarian terhadap korban kapal kayu yang membawa TKI ilegal dari Batam tujuan Malaysia yang tenggelam di wilayah perairan Kabil, Kota Batam.

Pada hari ke 3, Timsar gabungan terus berkolaberasi dalam pencarian korban kapal tenggelam dari Batam tujuan Malaysia, PPLP serta Timsar gabungan dan Basarnas menemukan 3 sosok mayat kembali di lokasi yang berbeda, yang mana dua lelaki dan satunya lagi perempuan.

“Sosok mayat perempuan ditemukan di perairan Pulau kasam, dan lelaki di wilayah perairan Pulau kubung, “jelas Kepala PPLP Kelas II Tanjunguban, Mulyadi. SH, M.H. Kamis, (17/11/2022).

“Demi kemanusian, pencarian korban ini terus kami lakukan, “tegasnya.

BACA JUGA Video Penumpang Loncat Ketika Pompong dari Penyengat Tanjungpinang Nyaris Tenggelam

Kapala PPLP Tanjunguban, Mulyadi. SH, M.H. mengatakan bahwasannya pihak PPLP terus melakukan pencarian, dan tetap bekerjasama terhadap instansi terkait, yang mana dalam misi kemanusian ini harus saling mendukung.

“Upaya pencarian korban ini adalah bentuk kerjasama tim, yang mana seluruh instansi pemerintahan begitu pula masyarakat dan nelayan yang telah secara sukarela ikut bagian di Timsar gabungan dalam rangka pencarian korban, “ungkapnya.

Sambung Mulyadi, “Kami terus berkordinasi ke Basarnas, demi memberikan informasi perkembangan hasil pencarian korban, “tegas Kepala PPLP Kelas II Tanjunguban, Mulyadi. SH, M.H.

Dari data yang terhimpun, penumpang dalam kapal kayu tersebut berjumlah 8 orang, yang mana sampai dengan saat ini Timsar gabungan sudah menemukan 5 orang korban dan satu perempuan bernama Raida Ismail asal Aceh yang selamat menjadi juru kunci informasi para korban.

Pengirim: Agus Ginting

Honda Capella