Si Jago Merah Hanguskan Pesawat CASSA di Bandara RHA Karimun

Petugas Bandara berusaha memadamkan kobaran api saat Pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat
Petugas Bandara berusaha memadamkan kobaran api saat Pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di landasan pacu Bandara Raja Haji Abdullah Tanjungbalai Karimun, dengan menggunakan replika (duplikat/tiruan) pesawat yang digunakan jenis pesawat CASSA C-212 Aviocar.(Foto : Ist)

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Si jago merah melalap habis sebuah pesawat CASSA C-212 Aviocar di Bandara Raja Haji Abdullah Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau, Sabtu, (3/12/2022).

Pesawat tiba-tiba terbakar pada saat landing. Dengan penanganan gerak cepat, sehingga kobaran api dapat segera dipadamkan, dan para penumpang maskapai dapat segera dievakuasi ke tempat yang lebih aman.

Namun, adegan ini hanyalah skenario dari Pelatihan Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD) di landasan pacu Bandara RHA TBK, dengan menggunakan replika (duplikat/tiruan) pesawat yang digunakan jenis pesawat CASSA C-212 Aviocar.

“Kebakaran ini merupakan simulasi penanganan kondisi darurat pada Simulasi Penanggulangan Keadaan Darurat (PKD),” terang Kapala Tata Usaha Bandara Raja Haji Abdullah Tanjungbalai Karimun, Kukuh Arjunanto.

Hal tersebut menurutnya merupakan upaya menguji kesiapan petugas Bandara Raja Haji Abdullah Tanjungbalai Karimun, dalam menghadapi kondisi darurat di Bandara.

“Agar Manajemen Bandar Udara Raja Haji Abdullah Tanjungbalai Karimun, Kepulauan Riau selalu siap siaga pada kondisi apapun, termasuk kebakaran,” paparnya.

Tidak hanya itu saja, Kukuh menambahkan pada simulasi ini juga dilakukan, bagaimana caranya agar para penumpang tetap tenang saat mendengar fire alarm, sehingga pelayanan bandara tetap berjalan normal.

“Latihan ini merupakan upaya menguji dokumen Airport Emergency Plan (AEP) dan Airport Security Program (ASP), fungsi komando, dan koordinasi serta komunikasi,” beber Kukuh.

Pihaknya berharap agar setiap personel di Bandara Raja Haji Abdullah mampu memanfaatkan kegiatan ini untuk menguji, melatih, sekaligus memantapkan kemampuannya sesuai dengan bidang tugas pada masing-masing, dalam menanggulangi keadaan darurat kebakaran.

“Salah satunya ketentuan International Civil Aviation Organitation (ICAO), kudu cepat dan akurat, memaksimalkan waktu untuk menangani masalah kebakaran pada pesawat, yakni tiga menit,” tutur Kukuh.

Karena menurutnya sebagai Bandara di wilayah perbatasan dan terluar, pihaknya harus selalu siap siaga menghadapi permasalahan-permasalahan dengan cepat.

“Dilengkapi dengan kendaraan khusus mobil damkar (Foam Tender) yang dimiliki Bandara RHA TBK, berisi bahan pemadam utama, yakni berupa air, busa dan dry chemical powder (DCP) atau pemadam api berupa tepung kimia,” tandasnya.

Sehingga kata Kukuh Foam Tender type 1 ini dapat membawa air sebanyak 12.500 liter, 1.500 liter foam dan 500 kilogram DCP.

“Kendaraan canggih senilai ratusan juta rupiah ini juga memiliki rata-rata pancaran busa sebanyak 5.000 liter per menit,” tandasnya.(Aman)

FANINDO

Honda Capella