Catatan Azhari Hamid: Pemimpin Kepri Kedepan Punya Latar Kemiliteran dan Bidang Kelautan

Catatan Azhari Hamid
Ketua Lembaga Nasional Anti Korupsi Indonesia Kepulauan Riau, Azhari Hamid

HARRIS BARELANG

BATAM – Ketua Lembaga Nasional Anti Korupsi Indonesia Kepulauan Riau, Azhari Hamid menyampaikan bahwa melihat kebutuhan pimpinan di Kepri dimasa mendatang haruslah pemimpin yang mengerti dan paham dengan kondisi geografis Kepri.

“Pemimpin harus dapat mengambil manfaat dari posisi geografis tersebut untuk kemakmuran masyarakat Kepri, disegala lapisan tanpa terkecuali,” terangnya, di Sekupang, Batam – Kepri. Selasa, (20/12/2022)

Hal tersebut disampaikannya terkait, Pememilihan Umum Kepala Daerah (Pemilukada) 2024, yang sudah semakin dekat, tidak terkecuali di wilayah Kepulauan Riau (Kepri) yang pada 2024 juga akan mengikuti gelaran Pemilukada Gubernur, kepala daerah Kabupaten dan Kota di Kepri.

Lanjutnya, terkait peluang sosok inkamben dan nama nama yang beredar sebagai kandidat yang ada dimasyakarat saat ini.

“Secara politis kesempatan mereka sangat terbuka tetapi yang menjadi harapan adalah bahwa kepemimpinan di Kepri nanti haruslah merupakan sosok tangguh dan kredibel sudah teruji memimpin di wilayah Kepulauan, dan saya tidak melihat hal itu ada pada sosok – sosok yang dimunculkan saat ini,” ungkapnya

“Kebanyakan endorsement masyarakat lebih kepada pencitraan dan pembangunan infrastruktur yang menjadi andalan para tokoh tersebut, dalam memimpin. Sudah saat nya kita butuh yang lebih fighter dari yang sudah ada saat ini. Yang mengerti memanfaatkan posisi geostrategis Kepri dan memanfaatkan sumber daya alam laut untuk kemajuan rakyat Kepri,” terangnya.

Lanjutnya lagi, pembangunan Kepri lebih fokus di Kota Batam dan Tanjung Pinang, kedepan wilayah – wilayah kepulauan lain seperti Natuna, Anambas, Lingga dan Karimun harus menjadi magnet ekonomi kelautan yang handal.

Setiap daerah diyakini memiliki sangat banyak potensi yang dapat dikembangkan dan sampai saat ini oleh pemimpin inkamben belum dapat berbuat maksimal.

Provinsi Kepri, 90% wilayahnya adalah lautan dan belum tersentuh dengan baik menghasilkan perekonomian yang kuat dan bersumber dari potensi laut Kepri itu sendiri. Dalam beberapa informasi yang diperoleh bahkan banyak Negara tetangga yang memanfaatkan letak strategis dan potensi alam laut Kepri ini.

“Banyak pemimpin di Kepri, lalai terhadap tanggung jawab nya dalam mengelola potensi laut tersebut dan hanya berkutat bagaimana pembangunan fisik yang dapat memberikan monumental hasil kerja mereka namun minim berkontribusi kepada masyarakat kecil di seantero wilayah Kepri,” katanya.

BACA JUGA Natuna potensial Dijadikan KEK Kelautan, Perlunya Dorong Pemberdayaan Nelayan di SKPT

Untuk itu, sambungnya sosok dan karakter pemimpin Kepri kedepan, haruslah yang punyak latar belakang kemiliteran khususnya yang berkiprah sebagai Angkatan Laut Republik Indonesia.

Karena ada banyak putra asli yang punya latar belakang di militer atau Angkatan Laut, yang dapat didedikasikan kekuatan visinya membangun Kepri dengan mengedepankan geostrategic memaksimalkan potensi kelautan.

“Sosok – sosok militer ini memiliki visi kuat dan misi yang jelas jika mereka diberikan kepercayaan dalam memimpin. Catatan lain bahwa mereka yang memimpin nantinya haruslah yang sudah menjalani purna tugas sebagai insan militer dan kembali sebagai pemimpin sipil yang berkarakter tegas, lugas, tangkas dan berwibawa sebagimana mereka selama ini bertugas di militer,” jelasnya.

Selain punya karakter kepemimpinan yang baik dan teruji, menurutnya pemimpin dari kalangan militer khususnya yang punya background di Angkatan Laut akan sangat mudah bekerja dan berkoordinasi dengan instasi horizontalnya di Kepri

Namun, kembali ke prosesnya adalah hak mutlak wilayah politik yang akan memberikan laluan kepada sosok sosok militer khususnya Angkatan Laut untuk bisa menggapai simpati para pemegang otoritas partai sebagai sarana menuju panggung Pilkada.

“Kita jangan lagi terjebak dengan pemikiran – pemikiran sempit dan primordialisme kedaerahan, karena hal tersebut akan membuat kita stagnan dan tidak memberikan nilai positif bagi perkembangan sebuah wilayah. Bersatu membangun saling berkontribusi ide dan pemikiran akan lebih cepat dalam memberikan kesejahteraan bagi warga Kepri,” tegas Azhari Hamid mengakhiri.(*)

Kiriman : Andi Pratama

FANINDO

Honda Capella