Berikut Fakta Sidak DPRD Batam dan Ombudsman Kepri ke Lapas Kelas II B Batam

Berikut Fakta Sidak DPRD Batam dan Ombudsman Kepri ke Lapas Kelas II B Batam
Berikut Fakta Sidak DPRD Batam dan Ombudsman Kepri ke Lapas Kelas II B Batam
HARRIS BARELANG

BATAM – Ketua DPRD Batam, Nuryanto SH, MH menyampaikan ke pihak Lapas agar mencari solusi terkait Lapas yang mulai over kapasistas. Hal ini disampaikan dari hasil temuan temuan saat peninjauan langsung DPRD dan Ombudsman Kepri ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas II B Batam, Sagulung-Batam.

“Over kapasitas harus dicarikan solusi, artinya mereka kan masyarakat kita juga. inikan tempat pembinaan, kalau over kapasitas Hak Asasi Manusia (HAM) nya terabaikan. Ini harus disikapi pemerintah melalui Kementrian Hukum dan Ham, langkah apa untuk mensikapi masalah ini. Harus membangun bangunan baru, atau pemindahan tahanan ke Rutan lainnya,” katanya.

Terkait Mesin X-ray rusak, pungutan liar, hingga peredaran Narkoba, Pemerintah harus meningkatkan lebih, dari pencegahan, kalau tidak dicegah ini akan bertambah banyak,” terangnya, di kantor DPRD Batam, Batam Centre – Batam, Jumat (10/2/2023).

Sebelumnya, dari hasil Inspeksi mendadak (Sidak), (30/1/2023), di Lapas Kelas II B Batam, Sagulung-Batam. Kepala Perwakilan Ombudsman RI Kepri, Lagat Siadari menyampaikan bahwa ditemukannya mesin X-ray rusak, dan belum diperbaiki, di mana alat ini sangat penting dalam memeriksa setiap barang-barang yang dibawa oleh tamu/pengunjung, agar barang – barang yang dilarang tidak bisa masuk.

BACA JUGA Over Kapasitas, Rutan Karimun Pindahkan Puluhan WBP ke Lapas Tanjungpinang

“Penjara ini sudah memenuhi kapasitas, di mana maksimal 450 sekian kini sudah terisi mencapai 1.000 lebih, tentu ini tidak sehat, dan kita tentu juga menemukan mayoritas narapidana/warga binaan disana itu adalah kasus Narkoba sebanyak 896 orang sebagai bandar penegdar dan pemakai,” terangnya.

Hasil peninjauan di Lapas, di antaranya di Klinik, terdapat 1 dokter umum, 3 perawat, 1 petugas administrasi. Di dapur, terdapat 21 petugas dari warga binaan (masak pagi, siang, dan sore). Aktifitas warga binaan, mulai dari Pekerjaan tangan pembuatan roti, tempe, barang barang sovenir, hingga Pembinaan spritual, dan terdapat masjid, gereja, vihara.

Dalam kesempatan tersebut, pihaknya juga melakukan sosialisasi mengenai hak hak warga binaan. Dan juga memberikan saran agar pihak Lapas memperbaiki mesin X-ray, memastikan tidak ada pungutan liar atau imbalan dalam layanan, kunjungan tahanan, cuti bersyarat, bebas bersyarat, uang kamar dan lainnya.

“Kita dengar ada terdapat kutipan untuk warga binaan tersebut. Kami berharap tidak ada pungutan demikian,” terangnya.

Lanjutnya, kelebihan kapasitas agar Kanwil dan Pusat, membangun ruang tahanan baru, atau memindahkan tahanan kelapas lain, khusunya narapidana kasus Narkoba.

“Kalapas tidak membiarkan atau memastikan di Lapas tidak ada peredaran Narkoba, Kita tau peluang untuk mendapat Narkoba sangat besar dengan adanya mereka disana (Narapidana Narkoba). Pengendalian Narkoba bukannya dari luar tapi dari dalam. Tidak ada narkoba yang digunakan dan diedarkan di Lapas ini. Ini kejahatan yang luar biasa,” jelasnya.

“Klinik berfungsi 24 Jam tidak on call. sehingga warga binaan bisa berobat. Untuk itu diatur sedemikian rupa. Prakerja dan karya warga binaan dikembangkan terus. pengusaha Pemda, untuk dapat membantu memfasilitasi pelatihan atau modal sehingga bermanfaat besar, dan ketika keluar nanti mempunyai keterampilan yang dapat digunakan untuk sebagai mata pencarina/nafkanya,” tutupnya.(*)

Tulisan : Andi Pratama

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP PROMO ENTENG